Penyedia Jasa Angkutan B3 Dinilai Tidak Bekerja Sesuai Kaidah

11 / 03 / 2016 - in Berita

Meski Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No.725 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Pengangkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jalan telah dikeluarkan, namun komitmen penyedia jasa angkutan B3 untuk bekerja sesuai dengan kaidah K3 (Keselamatan, Kesehatan dan Perlindungan Lingkungan) masih dipertanyakan.

Wakil Ketua APTB3 (Asosiasi Perusahaan Transpotasi Bahan Berbahaya dan Beracun) Liliek N. Sankrib mengatakan, dengan keluarnya regulasi SK Dirjen Perhubungan darat No.725 Tahun 2004 tersebut, seharunya penyedia jasa angkutan B3 bekerja sesuai dengan kaidah.

Sankrib menuturkan, bila selama ini banyak penyedia jasa angkutan B3 yang tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai mekanisme pengangkutan yang sesuai kaidah dan regulasi, serta mengatasi keadaan darurat dan kecelakaan. Bahkan, ketersediaan peralatan keselamatan angkutan B3 minim. Selain itu, sebagian besar pengemudi belum pernah mendapatkan pelatihan cara mengatasi keadaan tanggap-darurat.

“Selama ini, pengemudi tidak mampu melakukan penanganan yang tepat agar akibat kecelakaan tersebut tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi orang-orang maupun lingkungan di sekitarnya. Padahal pengemudi angkutan B3 memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih besar, dibandingkan pengemudi angkutan barang umum,” jelas Sankrib.

Menurut Sankrib, salah satu hal yang dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan dari proses pengangkutan B3 di jalan adalah dengan memahami kaidah yang terkandung di dalam responsible care. Kaidah responsible care adalah komitmen sukarela industri kimia di seluruh dunia untuk mencapai dan terus meningkatkan kinerja keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (HSE) melalui pengamalan 7 codes of management practices.

Ia menambahkan, penyedia jasa logistik, khususnya untuk B3 diharuskan memakai sistem manajemen untuk memastikan semua risiko akibat kegiatan transpotasi B3 dapat teridentifikasi, terkontrol, dan terkendali.

“Hal yang sama juga harus dilakukan pada moda transpotasi darat, termasuk kereta api. Begitu juga dengan kegiatan bongkar muat maupun penimbunan. Sedangkan untuk memastikan ketepatan penerapannya, perlu dilaksanakan audit dengan menggunakan SQAS yang dibuat oleh Cefic,” kata Sankrib.

Teks : Citra D. Vresti Trisna

Foto : Istimewa



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix