Penurunan Biaya Logistik Demi Persaingan MEA

19 / 01 / 2016 - in News

Memasuki fase awal persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya penurunan biaya logistik di Tanah Air untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain di wilayah ASEAN.

Hal ini diungkapkan saat penandatanganan kontrak kerjasama strategis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun anggaran 2016. “Biaya logistik harus turun baik berkaitan dengan mobilitas orang maupun barang, sehingga kita tidak kalah bersaing dengan negara lain,” kata Presiden Jokowi, Senin (18/1/2016).

Indonesia hingga saat ini membebankan biaya logistik sebesar 2,5 hingga 3 kali lipat lebih tinggi, jika dibandingkan dengan biaya logistik di negara ASEAN lainnya. Presiden Jokowi menekankan lagi untuk melakukan efisiensi di semua sektor wajib dilaksanakan tahun ini.

“Dengan membangun bandara perintis, pelabuhan perintis, begitu pula dengan pembangunan jalur kereta api, dan terpenting harus bisa dibangun dalam waktu cepat dengan kualitas terbaik,” papar Presiden Jokowi.

Penurunan biaya logistik, lanjut Presiden Jokowi, juga akan memberi dampak yang sangat signifikan untuk menurunkan harga barang di pelosok Tanah Air. Seperti harga bahan bakar jenis premium di Pulau Jawa dijual Rp 6.950 per liter, sedangkan di distrik Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua bisa mencapai Rp 60 ribu per liter. “Apakah kondisi ini mau diteruskan? Kita harus cari jalan keluarnya dengan dukungan antar instansi dan kantor pemerintah daerah,” tandas Jokowi.

Teks : Antonius S

Sumber foto ISTIMEWA



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix