Penting Memahami Kesesuaian Muatan dalam Angkutan B3 dan Limbah B3

13 / 10 / 2021 - in Berita

Salah satu dari 6 aspek penting K3 dalam angkutan B3/LB3 adalah kesesuaian muatan atau cargo compatibility. Dalam bahasa awam compatibility ini adalah dapat disatukan atau kecocokan atau kesesuaian. Artinya apakah suatu barang atau material cocok atau tidak jika disatukan penempatannya dalam satu area tertentu. Arti lain juga apakah barang atau material itu cocok atau tidak dikemas dengan kemasan dengan bahan tertentu.

Beni Cahyadi, Sekjen Asosiasi Penangkut & Pengelola B3/LB3 Indonesia menjelaskan bahwa compatibility ini muncul dari karakteristik atau sifat material. “Beberapa jenis material tidak cocok, beberapa yang lain cocok untuk disatukan dalam area tertentu. Kenapa bisa begitu? Aspek bahaya dari material tersebut. Artinya jika disatukan maka berpotensi bereaksi, atau bisa memperparah reaksi dan menimbulkan material atau bahan yagn lebih berbahaya contohnya menimbulkan peledakan,” katanya pada kulgram Truckmagz berjudu’ ‘Kesesuaian Muatan dalam Angkutan B3/LB3 di Jalan Raya’, Jumat (8/10)

Dalam angkutan B3 ada istilah DG- Dangerous Goods, yang terbagi dalam 9 klasifikasi DG. “Masing-masing class ini mempunyai karakteristik yang boleh jadi berbahaya jika diletakan dalam satu area yang sama atau malah membentuk material yang lebih berbahaya . Masing-masing class DG ini mempunyai simbol sendiri-sendiri.
Dalam pengangkutan multi cargo, material yang compatible boleh disatukan dalam satu truk misalkan. Truk TWB contohnya. Juga diklasifikasikan pada beberapa truk tangki dengan sifat DG yang sama. Jika berbeda maka incompatible,” tuturnya.

“Yang mesti dicermati para insan logistik yang ingin terjun di dunia angkutan B3/LB3. Beberapa jenis material memang memerlukan kondisi-konsdisi tertentu pada proses transportasinya. Itulah sebabnya mereka harus paham cargo apa yang dimuat. Compatible atau tidak. Hal lain adalah jenis kemasan. Banyak di lapangan operator tidak terlalu concern pada kemasan. Semisal oil sludge yang dikemas dalam drum metal. Selama perjalanan bisa mengembang dan berubah bentuk. Ini berbahaya,” tambah Beni.

Selain kesesuaian muatan, Beni juga menjelaskan mengenai plakat jenis material pada truk. “Dalam aturan setiap kendaraan pengangkut B3/LB3 harus ada plakat (placard). Pada prakteknya placard ya bukan placard. Baik bahan, penempatan sampai ukurannya. Ada yang menggunakan stiker, ada yang menggunakan sterofoam, ada yg ditempatkan di bak Truk ada yang di containernya. Sehingga tidak comply,” sesal Beni

“Prosedur Pengangkutan B3/LB3 itu harus meliputi Identifikasi, Packing, Marking dan Labelling, Documentation dan Handling. Pengirim bertanggung jawab untuk mengidentifikasi B3/DG/LB3 yang akan dikirimnya meliputi: Kelas Bahaya, Packing Group, Proper Shipping Name, UN Number dan Manifest. Mari kita mulai benahi dan taati aturan main terkait pengangkutan B3/LB3 di jalan raya. Tidak mudah, tetapi pasti bisa,” pungkas Beni

Editor : Sigit

Foto : Truckmagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix