Penjualan Truk Heavy Duty Diprediksi Masih Lesu Tahun Ini

01 / 02 / 2016 - in News

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tren penjualan kendaraan niaga khususnya truk di tahun 2012 sejatinya mengalami peningkatan. Gaikindo mencatat penjualan kendaraan niaga kategori heavy duty truck (HDT) secara keseluruhan mengalami peningkatan cukup signifikan sekitar 20,2 persen jika dibandingkan periode 2011, yaitu dari 13.610 unit (2011) menjadi 16.632 unit (2012).

Market leader saat itu Hino, menguasai 75,45 persen pangsa pasar di segmen HDT di Tanah Air, dengan total unit terjual di 2012 mencapai 11.717 unit. Angka ini tumbuh 33,95 persen jika dibandingkan tahun 2011 yang hanya membukukan 8.747 unit di kelas truk heavy duty.

Namun seiring dengan lesunya industri pertambangan dan perkebunan di tanah air sejak 2013 lalu, penjualan truk HDT terus anjlok. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan truk HDT sepanjang 2013 turun sebesar 8,44 persen dari tahun 2012, yakni dari 16.632 unit melorot hingga 15.228 unit secara keseluruhan.

Hino sang market leader di segmen heavy duty truck (HDT) sendiri pun terdampak atas penurunan demand pasar Tanah Air secara nasional, yaitu sebesar 1,89 persen menjadi 11.495 unit di tahun 2013.

Memasuki 2014, kondisi pasar kendaraan niaga khususnya untuk segmen heavy duty truck (HDT) semakin terpuruk, lantaran market potensial dari industri pertambangan dan perkebunan semakin lesu. Kondisi ini akibat dampak dari manuver pemerintah yang mengeluarkan kebijakan larangan untuk ekspor mineral mentah, bagi semua perusahaan tambang yang melakukan penambangan di Indonesia. Sehingga membuat seluruh aktivitas di sektor pertambangan mengalami penurunan drastic dari sebelumnya.

Alhasil, penjualan truk kategori HDT terjun bebas hingga kisaran 30,27 persen atau setara 10.619 unit secara keseluruhan yang terjual di tahun 2014. Kinerja penjualan Hino sebagai pemimpin pasar di segmen ini pun merosot hingga 28,86 persen, menjadi 8.177 unit dari yang sebelumnya membukukan penjualan sebanyak 11.495 unit di tahun 2013.

Sepanjang tahun 2015 juga belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, lantaran melemahnya perekonomian nasional dan secara global juga terasa dampaknya. Menjadikan pangsa pasar truk HDT sepanjang 2015 turun lagi hingga 29,46 persen, dari sebelumnya 8.177 unit menjadi 7.491 unit secara nasional. Penjualan Hino yang masih menguasai segmen truk HDT di 2015, ikut terjerembab cukup dalam hingga 34,72 persen menjadi 5.338 unit.

“Kalau tahun ini (2016) industri pertambangan dan perkebunan belum bergairah, pasti berdampak lagi pada penjualan truk di segmen ini (heavy duty truck),” kata Johnny Darmawan, Ketua III Gaikindo kepada TruckMagz beberapa waktu lalu di Jakarta.

Teks dan Foto : Antonius S



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix