Penindakan ODOL dengan Road Safety Management Berbasis Big Data

28 / 05 / 2019 - in Ask The Expert, News

Dalam rangka penegakan hukum terkait overdimension dan overloading (ODOL), Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) tengah membangun dan mengembangkan sistem penindakan berbasis online, yakni traffic attitude record, demerit point system, serta Electronic Traffic and Law Enforcement (ETLE).

Ketiga aplikasi berbasis elektronik tersebut berkaitan dengan data. “Ibaratnya begini, saya melihat kemampuan sebuah jimat bisa mendatangkan hujan. Sehingga ketika aplikasi ini diterapkan maka munculnya adalah dalam bentuk informasi gambar atau angka on time real time, yang ketika dianalisis dan dihubung-hubungkan antar-variabel atau indikator lainnya itu bisa dimanfaatkan untuk prediksi, antisipasi, dan lainnya,” kata Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri.

“Kalau tidak ada sistem pencatatan seperti traffic attitude record atau sistem pencatatan yang lain atau hanya sekadar menilang, kapan selesainya? Pasti kucing-kucingan di lapangan. Selain itu, kalau penanganannya tidak secara elektronik atau masih manual, parsial, konvensional juga tidak akan selesai,” tambahnya.

Seluruh sistem penindakan berbasis online tadi, menurut Chryshnanda, berkaitan dengan big data yang masing-masing poinnya akan dipenuhi dengan indikator atau variabel, dan ketika itu dikumpulkan semuanya akan menghasilkan indeks road safety. “Sebab saat ini eranya sudah digital. Kalau kita tidak punya data, lantas bagaimana? Kalau ada pelaku trucking yang belum mau mendigitalisasi usahanya, itu karena mereka merasa sudah nyaman dan itu lah status quo yang harus dibongkar,” katanya menegaskan.

Chryshnanda menjelaskan, dalam hal ini NTMC (National Traffic Management Center) Polri berperan sebagai kotak besarnya untuk mendukung road safety management. Peran NTMC, lanjut Chryshnanda, juga untuk mendukung safer road melalui peran safety dan security center, peran ERI (electronic registration and identification) untuk mendukung safer vehicle, peran safer people at safety driving centre dalam mendukung safer road users, serta intelligence traffic analysis untuk mendukung post crash care.

“Semuanya ini akan dianalisis secara smart management yang diawaki oleh cyber cops. Sistem-sistem inilah yang akan mampu memonitor dan melayani secara on time dan real time, sehingga mampu memberi informasi komunikasi dan solusi,” ujarnya.

Artinya, kata Chryshnanda, sistem yang terintegrasi menuju big data itu arahnya untuk mencapai one get service. “Dalam hal ini sumber daya manusia jelas pegang peranan penting, karena kita tidak mau menjadi budaknya teknologi. Sehingga era 4.0 harus menuju 5.0 karena meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton 



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix