Pengusahaan Tol Semarang-Demak Ditargetkan Awal Mei 2019

26 / 02 / 2019 - in News

Pembangunan ruas Tol Semarang-Demak ditargetkan mulai masuk tahap konstruksi pada tahun ini. Saat ini ruas tol tersebut masih dalam tahap proses lelang Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) melibatkan beberapa pihak konsorsium, yakni konsorsium PT Jasa Marga, PT Waskita Toll Road, PT Adhi Karya, dan PT Brantas Abipraya. Serta satu konsorsium lagi yang terdiri dari PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, dan PT Misi Mulia Metrical.

“Jika semua berjalan sesuai rencana lelang, proses penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol bisa dilakukan pada awal Mei 2019,” kata Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Senin (25/Feb/2019).

Secara teknis, ruas Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun (SS), yaitu SS Kaligawe, SS Terboyo, SS Sayung, dan SS Demak. Kecepatan rencana 100 km/jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2×2 dan jalur akhir 2×3.

Jalan tol ini diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak. Tanggul laut ini berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.

Danang Parikesit mengatakan, banjir rob di Kota Semarang lama kerap terjadi dan menggenangi jalan nasional. Sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu aktivitas perekonomian di sekitar wilayah Genuk, Kaligawe dan sekitarnya yang banyak terdapat pusat industri.

“Harapannya pembangunan tol ini sekaligus merevitalisasi kawasan industri di sana. Begitu jalan tolnya dibangun kawasan industri tidak lagi terdampak rob, sehingga bisa kembali membangkitkan ekonomi baru di sana,” ujar Danang.

Pembangunan ruas Tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer (km) dengan nilai investasi sekitar Rp 15,3 triliun itu ditargetkan berlangsung mulai 2019 hingga 2021, dan membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak. Keberadaan tol ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan menambah kapasitas jaringan jalan yang sudah ada untuk melayani kawasan utara Jawa.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: BPJT



Related Articles

Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix