Pemerintah akan Terbitkan Aturan Baru Tarif Listrik EBT Demi Pikat Investor

15 / 09 / 2020 - in Berita

Pemerintah Indonesia terus mengejar pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan bahwa kunci dari peningkatan pemanfaatan EBT adalah perbaikan harga tarif listrik lebih kompetitif, yang dapat menjamin investasi para investor dapat Kembali.

“Energi baru terbarukan itu mempunyai daya tarik. Namun di lain sisi, biaya produksi energi ini ongkosnya masih mahal. Untuk itulah, sekarang ini kita sedang siapkan peraturan baru yang mengatur mengenai tarif yang dirasakan oleh calon investor itu akan lebih menarik,” kata Arifin, Senin (14/9).

Arifin menambahkan bahwa pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan potensi yang ada.

“Kita punya potensi energi baru terbarukan itu sebesar 417,8 gigawatt total. Tetapi hanya 2,5 persen saja yang sudah dimanfaatkan, dari total potensi energi terbarukan yang kita miliki. Kita punya sumber energi geothermal, punya sinar matahari, kita punya biomassa, sumber tenaga air, sumber tenaga angin, ini semuanya belum teroptimalkan. Untuk ini secara bertahap harus didorong,” ujar Arifin.

Saat ini, tantangan dari pemanfaatan EBT adalah tarif listrik EBT yang masih belum menarik bagi kalangan investor. “Meskipun potensinya besar namun investor enggan menanamkan investasinya. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Pemerintah akan menerbitkan aturan baru yang mengatur tarif listrik EBT yang lebih baik yang dapat membuat investor mau menanamkan investasi di sektor EBT ini,” kata Menteri ESDM.

Menurut Arifin, permasalahannya sekarang adalah soal tarif. “Jadi kalau masalah tarif sudah dapat kita selesaikan maka EBT akan jalan, dan investor akan terjamin return dari investment-nya mereka. Pemanfaatan EBT ini menjadi faktor yang sangat penting bagi Indonesia di masa kini dan mendatang, karena akan mengurangi pemakaian energi fosil walaupun tidak seluruhnya bisa dihapus,” katanya.

Menteri ESDM memperkirakan bahwa proses penyusunan regulasi mengenai tarif listrik EBT dapat segera selesai setidaknya dalam tahun ini. “Kami harapkan dalam tahun ini regulasi tarif EBT dapat selesai. Proses ini juga sudah melalui beberapa kali diskusi dengan para pelaku bisnis di sektor energi baru terbarukkan, Pemerintah juga mengambil beberapa inisiatif antara lain misalnya untuk geothermal resiko eksplorasi akan diserap oleh Pemerintah, sehingga mengurangi resiko pada investor,” kata Arifin menerangkan.

Sebagaimana diketahui, pemanfataan EBT sebagai sumber energi menjadi harapan besar bagi Indonesia. Pemerintah menargetkan tahun 2025 mendatang, bauran energi nasional 23 persen bersumber dari EBT. Hal ini telah tertuang pada Kebijakan Energi Nasional (KEN). Kebijakan bauran EBT 23 persen ini telah diimplementasikan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2019-2038, yang menjadi dasar penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2019-2028.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Istimewa



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix