Pembukaan 5 Ruas Tol Fungsional & Pembatasan Truk saat Lebaran 2019

28 / 04 / 2019 - in Berita

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka lima ruas jalan tol sebagai jalur fungsional baru guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2019, baik di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kelima ruas tol fungsional dengan total panjang mencapai 311,1 kilometer (km) tersebut adalah Tol Pandaan-Malang Seksi I-III sepanjang 30,6 km, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189,20 km), Medan-Binjai Seksi I Segmen Helvetia-Jalan Veteran (2,8 km), Tol Manado-Bitung (Simpang susun/Ss. Sukur-Ss. Kauditan) sepanjang 18 km, dan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi I-III (70,5 km).

“Kementerian PUPR berupaya seoptimal mungkin, agar mudik Lebaran tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dari sisi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Jakarta, Sabtu (27/04/2019). Menteri Basuki menambahkan, tol fungsional rencananya dibuka mulai H-10 hingga H+10 Lebaran, ditandai dengan penghentian semua pekerjaan konstruksi yang tengah berjalan.

Pemerintah juga mengoptimalkan seluruh infrastruktur jalan tol yang telah beroperasi untuk mendukung arus mudik tahun ini, seperti Tol Trans Jawa mulai dari Merak hingga Probolinggo yang telah tersambung sepanjang 964 km. Sementara Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi untuk arus mudik 2019, yakni ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (140,41 km), Palembang-Indralaya (21,93 km), Medan-Binjai Seksi II dan III Helvetia-Binjai (10,46 km), Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (62,11 km), dan Belawan-Medan-Tanjung Morawa (42,7 km). Untuk wilayah Sulawesi yang sudah beroperasi, yaitu Tol Ujung Pandang Seksi I dan II (6,05 km), serta Tol Makassar Seksi IV (11,6 km).

Diperkirakan sekitar 8,44 juta kendaraan yang terdiri dari 3,76 juta kendaraan pribadi dan 4,68 juta bus akan melintas saat mudik Lebaran 2019. “Dari data Litbang Kementerian Perhubungan kita memperkirakan sekitar 40 persen menggunakan jalan tol atau sekitar 3,376 juta orang selama periode Lebaran 2019,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit.

Menurut Danang, diperkirakan sebanyak 640 ribu kendaraan menggunakan jalan tol saat arus mudik dan 750 ribu kendaraan pada arus balik. Perkiraan jam puncak kepadatan kendaraan 16 persen dari total jumlah per hari, yakni sekitar 102 ribu kendaraan pada arus mudik dan 120 ribu kendaraan saat arus balik.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini arus balik lebih menjadi perhatian kita karena jumlahnya akan lebih banyak dari arus mudik. Hal ini dikarenakan jarak antara libur Hari Raya dengan masuk kerja lebih pendek. Jadi, perlu diperhatikan juga kelelahan saat arus balik lebih tinggi daripada arus mudik,” ujar Danang.

Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga menyiapkan 159 gerbang tol mulai di ruas Tol Trans Jawa terdiri dari 1.341 gardu tol. Pembayaran dilakukan melalui sistem transaksi Non-Tunai (uang elektronik) dan integrasi sistem transaksi jalan tol.

Danang mengatakan, dua pekan sebelum Lebaran, Kementerian PUPR bersama Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI, BUJT dan lembaga terkait akan kembali berkoordinasi membahas persiapan mudik Lebaran, khususnya membahas skenario kemacetan di area gerbang tol, rest area, dan exit tol.

Pembatasan Operasional Truk Barang

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan kebijakan pembatasan operasional truk angkutan barang selama Lebaran 2019. Pembatasan akan diberlakukan selama enam hari mengacu pada perkiraan arus puncak mudik dan arus puncak balik Lebaran tahun ini.

“Kami akan lakukan tiga hari sebelum dan tiga hari sesudah Lebaran, ini koordinasi terakhir. Kami berikan mereka untuk memberi masukan. Sudah disetujui dan kita kasih kesempatan bagi asosiasi untuk finalkan,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pembatasan truk tersebut akan dilakukan mulai 31 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019, dengan prediksi puncak arus mudik pada 31 Mei 2019 pukul 24.00 WIB. Sedangkan pembatasan operasional truk pada arus balik Lebaran dilakukan mulai 8 Juni 2019 hingga 10 Juni 2019, dengan prediksi puncak arus balik pada 9 Juni 2019 pukul 24.00 WIB.

Pembatasan operasional truk pengangkut barang pada Lebaran kali ini diperluas tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan berlaku pula di wilayah Bali dan Sumatera. Pembatasan ini akan diberlakukan baik di jalan tol maupun jalan nasional.

Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang berlaku bagi truk dengan sumbu tiga atau lebih namun tidak termasuk truk pengangkut BBM dan BBG, ternak, air minum dalam kemasan, sembako, uang dan pos, truk pengangkut motor mudik gratis, barang ekspor-impor dari dan ke pelabuhan.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Tol Manado-Bitung (KemenPUPR)

 



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix