Pembebasan Lahan Tol Sumo Ditargetkan Rampung Tiga Bulan ke Depan

21 / 03 / 2016 - in Berita

Penyelesaian pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) menyisakan persoalan pembebasan lahan. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W. Husaini mengatakan, pembebasan lahan untuk jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan. “Tinggal 13 persen, bisa diselesaikan dalam tiga bulan. Kita akan pinjam uang Jasa Marga untuk pembebasan lahannya. Nominalnya sekitar Rp 300 miliar,” ungkap Hediyanto usai mengikuti peresmian tol Sumo Seksi IV (Krian-Mojokerto) oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (18/Mar) lalu. Dari total lahan 280,26 ha yang harus dibebaskan untuk pembangunan tol Sumo, hingga saat ini pembebasannya sudah mencapai 87 persen. Untuk pembebasan lahan jalan tol sepanjang 36,27 kilometer tersebut, memerlukan dana Rp 556 miliar. Pembebasan lahan ini berada di tiga kabupaten yaitu Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto serta satu kota yaitu Surabaya. Dirjen Bina Marga menyebutkan jika aspek pengadaan lahan rampung dalam tiga bulan ke depan, maka tol Sumo akan dapat beroperasi penuh pada tahun 2017. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga, hingga saat ini Seksi II WRR-Driyorejo (5,1 km) dan Seksi III Driyorejo-Krian (6,1 km), progres pembebasan lahannya masing-masing sudah mencapai 67,75 persen dan 76,72 persen. Sedangkan untuk seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 km), menurut Hediyanto, progresnya paling tinggi yakni sudah mencapai 94,91 persen dan konstruksi mencapai 62,85 persen. Pemerintah memberikan konsesi selama 42 tahun kepada PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Sumo. Menurut Hediyanto, manfaat dengan telah diresmikannya Seksi IV (Krian-Mojokerto) untuk meringankan beban lalu lintas di jalur tersebut, lantaran jalan nasional yang ada tidak sanggup menerima beban truk-truk industri yang melintas yang berakibat pada kemacetan. Sehingga pengguna jalan menjadi tidak nyaman, khususnya yang mengarah ke Tanjung Perak dan Gresik. “Dengan adanya tol ini, apalagi jika tol Surabaya-Mojokerto sudah beroperasi penuh, ekonomi dapat meningkat, karena akan mempermurah ongkos transportasi,” katanya. Teks : Antonius S Foto : KompuBM-Kemen.PUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix