Pembangunan Fase 1-3 Pelabuhan Kuala Tanjung Senilai Rp 34 Triliun

24 / 03 / 2016 - in Berita

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), sebagai kawasan pelabuhan terbesar di Sumut yang terintegrasi dengan sistem logistik, merupakan pelabuhan yang masuk dalam 5 pelabuhan dalam program Tol Laut gagasan Presiden Joko Widodo.

Pihak otoritas Pelabuhan Kuala Tanjung yakni PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I), menyatakan kesiapannya dalam mempersiapkan infrastruktur di pelabuhan yang masuk dalam wilayah kerjanya tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama PT Pelindo I beberapa waktu lalu di Medan, Sumut.

“Pembangunan fisik sudah mencapai 42 persen. Pelabuhan Kuala Tanjung akan didukung sarana dan prasarana interland (darat) seperti kawasan industri, akses jalan tol, jalur kereta api pelabuhan, dan pembangkit listrik tenaga gas yang akan disuport pihak Pertamina melalui anak usahanya bekerjasama dengan PGN (PT Perusahaan Gas Negara) untuk memasok gas ke pelabuhan,” urai Bambang.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, lanjut Bambang, terbagi mejadi 4 fase pembangunan. Fase awal meliputi pembangunan terminal serba guna (multi purpose terminal) dengan nilai investasi sebesar Rp 3 triliun, fase 2 dianggarkan mencapai Rp 8 triliun. “Sampai dengan tahap ketiga total (investasi) mencapai Rp 34 triliun, dan target penyelesaian (fase 1-fase 3) kita targetkan bisa selesai di 2019 atau 2020 atau lah,” katanya.

Setelah pembangunan multi purpose terminal selesai, Pelindo I akan bekerjasama dengan Port of Rotterdam, Belanda sebagai konsultan dalam pengembangan fase 2 hingga fase 4. Fase 2 adalah pembangunan kawasan industri, fase 3 untuk pembangunan terminal peti kemas, dan fase 4 fokus untuk pembangunan kawasan pemukiman kota baru.

“Rencananya setelah tahap 3 (fase 3) selesai, akan kita operasikan seperti Port of Rotterdam (Pelabuhan Rotterdam) di Belanda, karena nantinya akan kita reklamasi kurang lebih sekitar 1.500 hektare,” rinci Bambang.

Untuk operasionalnya nanti, menurut Bambang, pihaknya telah menerima penawaran dari beberapa operator pelabuhan dunia untuk mengelola Pelabuhan Kuala Tanjung. Ia juga mengatakan, untuk operator pelabuhan akan ditentukan terlebih dulu, sementara Pelindo I dan Port of Rotterdam posisinya sebagai strategic partner yang nantinya akan menjadi Port of Developer sebagai pengembang kawasan pelabuhan.

Teks : Antonius S

Foto : BUMN.go.id



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix