2 Ruas Tol Baru di Sumatera Selatan ditargetkan Operasi Awal 2023

14 / 04 / 2019 - in News
Sumatera Selatan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan ruas Tol Muara Enim-Simpang Indralaya dan ruas Tol Muara Enim-Lubuklinggau sepanjang 233,5 kilometer (km). Sebelumnya, pada bulan Maret lalu juga telah dimulai pembangunan ruas Tol Bengkulu-Lubuklinggau.

Tol Muara Enim-Simpang Indralaya dan Tol Muara Enim-Lubuklinggau terbagi menjadi dua seksi, yaitu Seksi I ruas Muara Enim-Lubuklinggau sepanjang 114,5 km yang memiliki tiga simpang susun (SS), yakni SS Lahat/Merapi, SS Musi Rawas, dan SS Lubuklinggau. Kemudian Seksi II ruas Muara Enim-Simpang Indralaya sepanjang 119 km terdapat tiga SS, yaitu SS Sp. Indralaya, SS Prabumulih, dan SS Muara Enim.

Pembangunan dua ruas tol itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo yang disaksikan langsung oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

“Cepat lambatnya pembangunan jalan tol ini, semua tergantung pada tahapan pembebasan lahan berupa ganti untung pembebasan lahan. Konstruksi tidak ada masalah sehingga bisa menjadi lebih cepat, dengan begitu program kerja bisa dilaksanakan sebaik baiknya demi kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan, ketika tol ini sudah berfungsi, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi harus bisa menghubungkan dan memanfaatkan jalan tol dengan kawasan industri. Seperti halnya yang diterapkan di sekitar Tol Trans Jawa.

“Pabrik industri yang berada di Karawang, vendornya tidak perlu dipindahkan ke Karawang karna sudah ada di Klaten dan Boyolali. Sehingga menghitung retail dengan ongkosnya sudah pasti, begitu pun nantinya pada kawasan industri di sini,” ujar Menteri Basuki.

Sementara itu Kepala BPJT mengatakan, hadirnya jalan tol yang menghubungkan wilayah Palembang-Bengkulu ini akan memangkas waktu tempuh dari Palembang menuju Muara Enim, dari semula empat jam menjadi hanya 1,5 jam hingga dua jam perjalanan.

“Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 47,89 triliun ini nantinya dapat diselesaikan masa konstruksinya pada bulan Desember 2022, dan ditargetkan mulai dioperasikan pada awal tahun 2023,” ucap Danang. Masa pengusahaan ruas Tol Muara Enim-Lubuklinggau dan ruas Tol Muara Enim-Simpang Indralaya, lanjut Danang, ditugaskan kepada PT Hutama Karya selama 40 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Konstruksi (SPMK).

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, terlaksananya pembangunan jalan tol ini merupakan mimpi besar masyarakat Muara Enim. “Perlu disyukuri karena adanya ruas jalan tol yang menjadi pintu keluar masuk ada di wilayah Muara Enim. Nantinya, ini menjadi pusat perhatian masyarakat nasional dan juga internasional bagi kemajuan Muara Enim,” katanya.

 

Editor: Antonius
Foto: BPJT



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix