Pelukis Bak Truk di Era Digital

13 / 01 / 2016 - in News

Setiap kali melintas di jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) yang padat dilalui truk beragam ukuran, TruckMagz kerap tergelitik melihat dan membaca gambar maupun tulisan bernada nakal yang sering dijadikan grafiti pada bak truk. melintas.

Sebenarnya siapa seniman di balik grafiti menggoda di bodi bak truk tersebut? Seperti sentilan, ‘Dua Anak Cukup, Dua Istri Ribut’, atau gambar sesosok wanita berparas cantik nan seksi. Adalah Agus Uryanto, pria berusia 45 tahun ini terinspirasi dari slogan keluarga berencana yang digagas oleh pemerintah era orde baru.

“Sebenarnya tujuannya memang sekadar untuk menghibur siapapun yang kebetulan ada di belakang truk itu,” ungkap Agus di markasnya di kawasan Perumnas Kota Cirebon, November 2015 lalu. Agus memang memiliki hobi menggambar sejak masih duduk di bangku sekolah.

Ternyata hobi melukisnya ini pun menjadi mata pencaharian Agus. Tarif yang dipatok Agus sekitar Rp 600 ribu sekali lukis untuk satu bak truk, dan Agus mampu melukis hingga tiga lukisan dalam sehari.

Sebagai pelukis bak truk, Agus juga piawai menggambar tokoh tertentu, dari wajah artis hingga meniru gambar jagoan komik seperti Iron Man. “Sesuai dengan pesanan saja. Gambar dan tulisan semua dari pelanggan,” katanya. Meski Agus dan rekan-rekan sesama pelukis bak truk masih sering mendapatkan pesanan, namun kini sedikit demi sedikit peran Agus cs mulai tergeser dengan hadirnya mesin cetak.

Seperti di daerah Batang, Jawa Tengah, misalnya, tren lukisan di bak truk kini mulai beralih ke lembaran stiker sejak akhir 2010. Menurut Ahad Khoironi, salah satu pembuat stiker untuk bak truk di Batang, Jawa Tengah, hasil yang didapat lebih cepat dan harganya relative lebih murah ketimbang membuat lukisan pada bak truk.

Ahad mematok tarif pembuatan stiker untuk melukis atau sekadar membentuk tulisan anekdot pada bak truk sekitar Rp 400 ribu, hampir setengah dari harga lukisan untuk bak truk. Pasalnya, tidak sekadar membuat tulisan iseng, namun Ahad menyediakan jasa cetak untuk menggambar tokoh tertentu pada media stiker. Misalnya gambar perempuan berpose menggoda, yang jadi favorit para pemesan. “Gambarnya juga bisa dibikin hidup (efek tiga dimensi) karena banyak peminatnya,” jelas Ahad.

Melihat tren lukisan bak truk yang mulai didominasi cutting stiker atau digital printing, Agus mengaku tak begitu menghiraukannya. Sebab bagi Agus, melukis itu baginya lebih dari sekadar pekerjaan. Apalagi ia telah menekuni seni menggambar sejak kecil. “Selama tak melanggar norma, saya senang-senang saja mengerjakan lukisan atau tulisan apa pun pesanan pelanggan,” pungkas Agus yakin.

Teks : Antonius S

Sumber Foto ISTIMEWA



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix