Pelindo 1 Jamin Kondisi BICT Selalu Kondusif

03 / 02 / 2016 - in News

Praktik pungutan liar (pungli) dalam proses dwelling time di pelabuhan di seluruh kawasan Indonesia, sedang gencar-gencarnya diminimalkan pemerintah melalui operator-operator pelabuhan di bawah koordinasi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Seperti yang baru-baru ini diterapkan oleh Pelindo 1 yang membawahi wilayah kerja usaha meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utata (Sumut), Riau serta Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Asisten Corporate Secretary Humas Pelindo 1 M. Eriansyah, pihaknya telah menyediakan lokasi Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Peti Kemas di terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT). Langkah ini sebagai bentuk komitmen Pelindo 1 untuk meningkatkan kinerja layanannya kepada masyarakat melalui improvement dengan peningkatan semua aspek mencakup fasilitas, peralatan, teknologi, sistem serta sumber daya manusia (SDM).

Hal ini terkait rekomendasi dari Ombudsman RI (ORI) selaku lembaga negara pengawas pelayanan publik, untuk meningkatkan komunikasi intensif dengan mitra pengguna jasa guna peningkatan kinerja terminal peti kemas BICT. “Perbaikan dan peningkatan mutu layanan yang dilakukan Pelindo 1 ini diakui secara positif oleh Ombudsman RI,” sambung Eriansyah, Selasa (2/Feb).

“Selama ini kami melakukan komunikasi secara rutin dilakukan melalui pertemuan dengan mitra seperti customer gathering, kegiatan yang agak santai seperti coffee morning dan sosialisasi lainnya yang terkait komunikasi dengan semua mitra dan relasi Pelindo 1,” urai Eriansyah.

Menurut Eriansyah, tempat penimbunan sementara (TPS) secara online yang telah diterapkan Pelindo 1 merupakan yang pertama di luar pulau Jawa, dan dapat dioptimalkan untuk menunjang kegiatan pemeriksaan fisik bea cukai serta karantina yang dilakukan terlebih dahulu sebelum respon kepabeanan atau secara bersamaan (join inspection).

Menanggapi soal praktik pungli di wilayah kerjanya, Eriansyah dengan tegas membantah adanya pungli di Pelabuhan Belawan terutama di kawasan BICT. “Kami sudah kordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI-AL untuk melakukan penindakan jika terjadi praktik pungli di wilayah kerja kami. Kami menjamin tidak ada pungli di dalam kawasan kami. Otoritas Pelabuhan Belawan selaku pihak yang berwenang, selalu berusaha menciptakan situasi yang kondusif demi kelancaran arus barang dari dan menuju pelabuhan,” tandas Eriansyah.

Teks : Antonius S

Sumber foto Dokumentasi Pelindo I



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix