Pelabuhan Kuala Tanjung Ditargetkan Beroperasi Kuartal Pertama 2017

24 / 03 / 2016 - in Berita

Pembangunan pelabuhan dalam rangka pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), progresnya saat ini telah mencapai 42 persen.

Pembangunan fisik di terminal multi purpose untuk tahap pertama pengembangan pada Pelabuhan Kuala Tanjung ini, ditargetkan akan selesai dibangun pada akhir 2016 dan efektif beroperasi di kuartal pertama tahun 2017. “Akhir 2016 selesai berarti kuartal satu (2017) sudah dapat beroperasi,” kata Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama PT Pelindo I beberapa waktu lalu di Medan, Sumut.

Bambang mengatakan, proyeksi pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya akan dijadikan sebagai pelabuhan terbesar di wilayah Sumut. Untuk tahapan proses pembangunannya, lanjut Bambang, termasuk cepat sejak dilakukannya peletakan batu pertama pada 27 Januari 2015 lalu.

“Pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan menjadi pelabuhan terbesar di Sumatera Utara dengan luas 1.900 hektare. Sesudah pelabuhan itu disatukan dengan kawasan industri di sekitarnya, total luas lahan mencapai 5.500 hektare. Sejauh ini pembangunan fisik untuk terminal multi purpose Pelabuhan Kuala Tanjung sudah mencapai 42 persen,” jelas Bambang.

Pembangunan pelabuhan tahap pertama yakni terminal multi purpose, dirancang dengan fasilitas penumpukan seluas 40 hektare dengan kedalaman kolam 11 meter. Pelabuhan Kuala Tanjung yang letaknya di Kabupaten Batubara, Sumut ini nantinya juga akan memiliki beberapa proyek sebagai pendukung aktivitas di lingkungan Pelindo I.

Pelabuhan Kuala Tanjung akan didukung sarana dan prasarana interland (darat) seperti pelabuhan nasional, kawasan industry, akses jalan tol, jalur kereta api pelabuhan, hingga pembangkit listrik tenaga gas yang akan disuport penuh oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya untuk memasok gas ke area Pelabuhan Kuala Tanjung.

Perkembangannya sejauh ini, menurut Bambang, rel kereta api pelabuhan sudah mencapai 80 persen. Akses jalan tol sudah dibangun hingga Tebing Tinggi, sementara dari Tebing Tinggi ke Pelabuhan Kuala Tanjung penyelesaiannya tersisa 40 kilometer.

“Pihak BUMN sudah mengirimkan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, supaya segera mengkoneksikan jalan tol dari Tebing Tinggi ke Kuala Tanjung. Sekarang sedang dalam proses adendum dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),” ungkap Bambang.

Teks : Antonius S

Foto : BUMN.go.id



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix