Panjang Tol di Indonesia Ditarget Mencapai 5.103 km pada 2024 Demi Konektivitas Logistik

19 / 07 / 2021 - in Berita

Widyaiswara Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, berdasar data Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index (GCI), Indonesia mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir dari peringkat ke-47 pada 2017 menjadi peringkat ke-45 pada 2018.

Danis menuturkan, peringkat GCI Indonesia kembali turun ke peringkat 50 pada 2019 yang disebabkan turunnya kapasitas adopsi teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) yang cukup drastis. Skor Indeks Daya Saing infrastruktur Indonesia pada 2019 sebesar 67,7. Angka ini lebih baik dari pada Vietnam namun masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Indikator lain yang perlu kita perhatikan adalah Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada tahun 2018 yang berada di peringkat ke-46, menempati peringkat tertinggi sejak dimulainya pengukuran pada tahun 2010 yang saat itu berada di peringkat ke-75,” kata Danis membacakan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara Investor Daily Summit 2021 secara virtual beberapa waktu lalu.

Menurut Danis, dalam mendukung pelayanan sistem logistik nasional, pemerintah melalui Kementerian PUPR terus melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan untuk peningkatan konektivitas. Indonesia telah menghasilkan infrastruktur konektivitas yang memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional dan menstimulasi pembangunan daerah.

“Manfaat pembangunan infrastruktur jalan juga terfokus pada investasi, baik investasi Pemerintah maupun investasi swasta dalam proyek-proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) seperti di Jalan Tol,” ujar dia.

Menurutnya, untuk terus meningkatkan kelancaran logistik, saat ini telah beroperasi jalan tol sepanjang 2.386 kilometer (km) dan panjang tol di Indonesia ditargetkan bertambah menjadi 5.103 km pada 2024 mendatang. Pembangunan jalan tol sendiri juga dikaitkan dengan pengembangan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, pelabuhan untuk meningkatkan kelancaran logistik dan mendorong minat investasi.

Misalnya Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Kawasan Industri (KI) dengan pelabuhan, di antaranya Kawasan Lampung Industrial Park dengan Pelabuhan Panjang, Lampung dan Bakauheuni. Tol Trans Jawa yang menghubungkan KI Jababeka, Karawang, KI Subang di Jawa Barat dan KI Batang di Jawa Tengah dengan pelabuhan seperti Pelabuhan Merak dan Tanjung Priok.

Danis menjelaskan bahwa pemerintah juga tetap memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan dengan target antara lain jalan nasional baru sepanjang 3.000 km, jembatan dengan total panjang 38.726 meter, fly over dan underpass sepanjang 31.053 meter, serta jalan tol baru dan/atau beroperasi sepanjang 2.500 km .

Dari target tersebut, pada tahun 2020 telah direalisasikan antara lain sepanjang 463 km jalan baru, 16.923 meter jembatan, dan 987 meter fly over/underpass serta 246 km pembangunan jalan tol baru dan/atau beroperasi. Sebanyak 19 ruas tol sepanjang 406 km akan diselesaikan pada tahun 2021 dan saat ini sebagian telah dioperasikan sebanyak tujuh ruas sepanjang 52 km, antara lain Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14.2 km.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix