Pangsa Pasar Hino Profia Kecil namun Masih Potensial

11 / 02 / 2019 - in News

Pencapaian Hino Indonesia terbilang cemerlang selama 2018, setelah berhasil melakukan delivery kendaraan Hino ke pasaran sebanyak 40.072 unit dari target 40.000 unit yang ditetapkan tahun lalu. Sebagai market leader kategori medium duty di Indonesia, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) selaku agen pemegang merek truk Hino di Tanah Air masih tetap menggantungkan penjualannya pada sektor infrastruktur dan logistik sepanjang 2019, namun sektor mining (pertambangan) juga dilihat potensial meski kontribusinya dianggap tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

“Sektor mining kami anggap potensial karena sekarang harganya (komoditas batu bara) naik-turun dan tahun ini agaknya sedikit turun. Tetapi kami anggap sektor ini potensial meski belum terlalu menjanjikan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Santiko Wardoyo, Sales and Promotion Director HMSI kepada TruckMagz di Jakarta, Senin (11/Feb/2019).

Santiko mengatakan, pada akhir 2017 sampai 2018 harga komoditas batu bara terbilang bagus, namun memasuki akhir 2018 mulai terjadi penurunan. “Menurut saya, ini kan sangat rentan dengan kondisi dunia juga. Secara persentase, peningkatan tertingginya sekitar 54 persen dan sampai akhir 2018 tinggal sekitar 45 persen untuk sektor mining,” katanya.

Terkait pertambangan, kendaraan Hino kategori heavy duty yang kerap diandalkan di sektor ini diakui Santiko memang mengalami penurunan, meskipun tidak sampai nol seperti yang terjadi pada kurun waktu 2014 lalu. “Karena sekarang bisa dipakai untuk kebutuhan domestik dan menurut saya saat ini masih mending jika dibandingkan tahun 2014, karena saat itu pure 100 persen untuk kebutuhan ekspor. Tetapi kalau sekarang kan enggak, sekitar 30 persen kalau tidak salah dipakai untuk domestik karena power plant milik PLN sudah mulai pada jadi saat ini,” ujar Santiko.

Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerapkan aturan terkait peningkatan pemanfaatan batu bara domestik. Peningkatan pemanfaatan ini merupakan manifestasi dari kebijakan pemerintah sejak Maret 2018 lalu, yang memberlakukan alokasi penjualan batu bara untuk kebutuhan domestik (domestic market obligation/dmo) sebesar 25 persen dari produksi perusahaan batu bara.

Hal ini lah yang membuat Hino Indonesia tetap optimistis menggarap pasar mining khususnya segmen batu bara. “Karena tidak terlalu drop banget dan kendaraan untuk kebutuhan di sektor mining masih terpakai untuk memenuhi kebutuhan domestik dan potensinya cukup baik. Memang untuk kategori heavy duty atau kategori lima itu kecil (peningkatannya), dan Hino memang masih main di situ seperti Hino Profia (Hino 700 series),” kata Santiko.

 

Editor: Antonius
Foto: Hino

 



Related Articles

Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix