Pahami Penyebabnya, Ban Benjol Beresiko Tinggi

09 / 06 / 2020 - in Berita, Tips & Trik

Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan. Maka sudah selayaknya pemilik kendaraan melakukan perawatan ban dengan baik untuk mendapatkan performa yang maksimal. Jika ban mengalami masalah bisa merugikan perusahaan dan orang lain. Perawatan ban paling sederhana adalah memeriksa kondisi ban, apakah masih dalam keadaan normal atau sudah harus diganti. Salah satu anggota grup Telegram TruckMagz, Hendro Prasetyo dari TOP, Mercedes-Benz Dealer menanyakan mengenai kerusakan ban berupa pencil bulge pada ban truk jenis radial.

“Penyebab pencil bulge pada ban radial adalah adanya rangkaian kawat baja yang terputus atau jajarannya meregang ( terdislokasi ) akibat benturan sangat keras dengan lubang di jalan, batu atau pembatas jalan. Sebab lain bisa dikarenakan telapak ban pernah tertusuk benda tajam dan tidak segera ditambal. Seiring waktu udara atau air masuk kedalam melalui lubang tersebut mengakibatkan korosi atau oksidasi pada bagian kerangka bajanya,” terang Bambang Widjanarko Independent Tire & Rim Consultant.

“Hal tersebut adalah sebuah accidential, artinya kecelakaan yang tidak bisa terhindarkan. Baik benturan maupun tusukan pada telapak ban berpotensi dialami oleh semua orang yang sudah berhati-hati atau belum berhati-hati. Dalam hal ini pengemudi harus tahu sebenarnya SOP jika terjadi lubang bekas tusukan. Tapi kadang terlepas dari pengamatan. Karena tidak semua luka tersebut tembus sampai ke bagian interior atau ban dalam yang dapat mengakibatkan ban kempes. Perawatan untuk lubang di telapak ban radial harus ditambal. Bisa dilakukan ketika tiba di pool ban diperiksa, jika ditemukan ada luka tusukan segera ditambal, khawatirnya luka tersebut menembus sampai ke bagian kerangka kawat bajanya. Jika ada pencil bulge, maka bisa dikenali secara inspeksi visual. Kalau belum ada yang kembung ya tidak bakal ketahuan,” imbuh Bambang.

Benturan keras pada ban bisa terjadi saat pengemudi menghantam lubang di jalan. Pengemudi dikagetkan dengan kemunculan lubang yang secara tidak terduga tiba-tiba ada di depannya di jalan tol yang seharusnya mulus. “Mau banting setir ke kiri takut masuk sawah, mau banting setir ke kanan takut menabrak kendaraan lain, mau direm mendadak takut ditabrak dari belakang. Jadi tidak ada pilihan lain, selain harus diputuskan dalam sepersekian detik untuk menghantam lubang. Beda halnya jika kita memang sudah tahu, bahwa jalan yang akan kita lewati adalah jalan rusak. Tentunya dari awal kita sudah mengemudi dengan pelan, sambil berjaga-jaga kalau ada lubang di depan. Kadang lubangnya bisa kita hindari, kadang harus kita lewati juga tapi dengan cara dilindas, bukan dihantam dengan kecepatan tinggi,” terangnya.

Jika ban tidak segera direparasi, dari pencil bulge akhirnya membesar menjadi seperti bola. “Pencil bulge jika dibiarkan terus, akan semakin membesar menyerupai air pocket kemudian meledak atau bahkan bisa langsung meledak tanpa membesar dulu. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengempiskan kembali benjolan pada ban. Memang ada beberapa anggapan kantung udara itu bisa dikempiskan dengan cara ditusuk jarum, namun sifatnya hanya sementara saja dan tetap akan berakhir meledak juga kemudian. Maka, solusi terbaik adalah mengganti ban benjol tersebut,” pungkas Bambang.

Teks : Sigit

Foto : Dokumentasi Pribadi



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix