Optimalkan Tol Laut, Pemerintah Diminta Fokus Komoditas Perikanan

29 / 11 / 2018 - in News
Tol Laut

Supply Chain Indonesia (SCI) menyarankan pemerintah agar fokus pada komoditas tertentu dalam pelaksanaan Program Tol Laut. Langkah ini dianggap dapat mengatasi masalah minimnya muatan balik dari kawasan timur Indonesia yang dialami operator perusahaan BUMN. Sektor perikanan diyakini SCI merupakan komoditas yang menjanjikan dengan potensi muatan sangat besar. Terutama di kawasan perairan Meurake dengan potensi perikanan mencapai 1.992.730 ton per tahun.

“Merauke adalah salah satu dari 12 lokasi Program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2017. Pengembangan SKPT-SKPT lainnya itu juga bisa disinergikan dengan Program Tol Laut, termasuk dalam upaya peningkatan muatan balik,” kata Setijadi, Chairman SCI beberapa waktu lalu.

Upaya tersebut dinilai tepat karena pelabuhan seperti Tanjung Priok di Jakarta dan Tanjung Perak di Surabaya merupakan pintu keluar industri di bagian barat dan timur Pulau Jawa. Sehingga diperlukan pengangkutan dari kawasan timur Indonesia dan wilayah lain yang bisa menjadi muatan balik Tol Laut. Meski diakui Setijadi, langkah yang diharapkan masih perlu perencanaan dan implementasi secara sistematis dengan melibatkan banyak pihak terkait.

Perlu diketahui, Kementerian Perhubungan pada 2019 berencana mencabut subsidi biaya pengangkutan yang dilakukan operator perusahaan BUMN dalam program Tol Laut. Hal itu terpaksa diakukan jika pihak operator tidak bisa memenuhi standar minimal muatan balik sebesar 30 persen. Padahal program Tol Laut telah berjalan sejak tahun 2016 lalu, namun dalam realisasinya muatan balik yang diperoleh masih rendah.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Pelindo



Related Articles

Sponsors

GIIAS

KI-2018-Web-Banner-320x327 (TruckMagz)

1cemat-banner300-80-cn 

logo-chinatrucks300 327pix

FA-CVL-Digital-Banner-300x327-pixel