Optimalkan Kelistrikan Truk Trailer

30 / 08 / 2021 - in Tips & Trik

Pada kendaraan trailer, kelistrikan menjadi pendukung keselamatan dengan menerapkan sistem pengabelan dan komponen elektronik yang tertata baik. Komponen ini bisa aki, terminal hingga lampu. Sistem pengabelan yang baik akan menjamin pasokan daya listrik dari kabin hingga ekor trailer tercukupi. Tentu, perawatan rutin menjadi penentu selain penataan kabel yang baik. Sistem pengabelan yang baik menurut Andi Mawardie Asisten Kepala Bengkel Poernomo Perdana Kalimas Surabaya adalah sebagai berikut.

  1. Memberikan tegangan voltase yang cukup pada semua komponen elektrik.

  2. Mampu membawa arus listrik dengan beberapa titik terminal ke seluruh kendaraan.

  3. Terlindung oleh sekring sehingga jika terjadi hubungan pendek pada kabel di titik mana pun tidak akan membakar instalasi kabel.

  4. Mampu beroperasi di segala medan dan cuaca.

  5. Setiap terminal terlindung dari kelembaban, korosi, dan aman dari gejala mekanis.

Tantangan yang signifikan dari sistem kelistrikan untuk memenuhi pasokan arus listrik yang baik adalah truk trailer memiliki jalur kabel panjang, arus listrik yang besar, dan beberapa titik interkoneksi. Ini sebenarnya bagian dasar dari pengembangan sistem kelistrikan 12V pada trailer. Biasanya pengemudi melakukan penyesuaian sendiri di lampu samping dan belakang di luar lampu yang disyaratkan pada aturan,” tambah Andi.

Jika ingin menambahkan variasi pada trailer perlu mempertimbangkan kinerja listrik pada charging system, distribusi tegangan pada kendaraan kombinasi, tarikan awal arus dan beban pada konektor, penggunaan kabel yang cocok, dan perawatan pada konektor.

Karena sistem listrik 12V memiliki arus beban lebih tinggi daripada sistem 24V, tantangan untuk memberikan tegangan yang memadai untuk peralatan tambahan pada trailer 12V akan lebih besar. Andi memberikan arahan bagaimana mengaturnya pada sistem listrik 12V.

Alternator

Motor alternator biasanya diatur untuk menyediakan arus listrik sekitar 14V untuk pengisian daya aki. “Ini sudah diperhitungkan dengan kemungkinan kehilangan tegangan karena melewati kabel, sehingga arus listrik yang benar ketika sampai di aki adalah 13-13.5V. Alternator menyediakan arus ketika tegangannya melebihi dari kapasitas aki,” ungkap Andi.

Regulator alternator berusaha menahan tegangan terminal alternator pada level yang sudah ditetapkan. Di bawah beban arus yang berat, regulator dapat membatasi dan tegangan akan langsung drop seiring meningkatnya arus. “Tegangan juga akan bervariasi dengan suhu tergantung pada desain rangkaian regulatornya. Ketika pengisian aki, tegangan alternator harus melebihi tegangan aki, ini mutlak. Sistem pengisian aki yang dirancang secara memadai akan memiliki alternator yang mampu menyediakan arus beserta memperhitungkan cadangan yang ada untuk aki dan peralatan lain. Desain sistem ini harus bisa beroperasi ketika mesin berjalan pada kecepatan menengah dan suhu normal,” tegas Andi.

Karena penambahan peralatan elektrik yang tidak memperhitungkan beban, bisa saja aki tidak terisi penuh, dan tegangan aki turun. Sebagai panduan, tegangan aki turun sekitar lima persen ketika pengisian dari setengah penuh ke penuh sehingga aki tersebut memiliki tegangan sekitar 13,5V. “Saat mengirimkan arus, suhu yang lebih tinggi dapat terjadi di bagian kompartemen mesin. Aki biasanya terletak di dalam kotak terpisah dengan suhu yang lebih rendah daripada kompartemen mesin. Perbedaan suhu yang signifikan ini mengurangi kemampuan alternator untuk mengisi daya aki secara maksimal dan menyediakan arus untuk komponen lain,” terang Andi.

Performa Aki

Tegangan aki dan tegangan alternator juga akan turun jika terus dipaksa pada kondisi kekurangan arus listrik karena pemasangan komponen tambahan yang sembarangan. Aki memiliki ketahanan internal di dua komponennya, yaitu resistensi plat dan resistensi elektrolit dari aliran arus melalui elektrolit.

Hambatan elektrolit mendominasi ketika aki habis, dan tegangannya turun. Resistansi aki dan pengosongan ini menentukan level yang diperlukan untuk pengisian. “Ketika level aki turun, resistensi elektrolit meningkat, yang selanjutnya membatasi kemampuan aki untuk mengirimkan arus ke starter. Ini salah satu sebab kadang susah menyalakan mesin,” tambahnya.

Dengan daya aki 75 persen habis, pada arus rendah, tarikan tegangan yang tersedia hanya 12,2 V. Penurunan ini cukup banyak sehingga tegangan rendah dapat menjadi masalah bagi ECU (Engine Control Unit) untuk mengizinkan penggunaan arus listrik sehingga truk susah dinyalakan.

Arus Listrik Operasional

Ada produk yang sudah umum di pasaran menggunakan motor starter 12V pada mesin berkapasitas tinggi. Karena sebelumnya, switch paralel hanya digunakan untuk motor starter 24 V. Mempertimbangkan peningkatan daya mesin dan rasio kompresi tinggi yang digunakan, maka pabrikan mulai membuat untuk sistem listrik 12V. “Beberapa pabrikan truk menggunakan kabel positif starter motor ganda untuk mengurangi hambatan di awal. Hati-hati dengan selalu memastikan bahwa kabel tidak bersentuhan dengan logam lain di sekitar motor starter,” katanya. Jika truk menggunakan sistem ini lakukan beberapa hal berikut.

  1. Gunakan kabel dengan penampang tembaga tebal 90 mm dengan dua penampang tembaga atau lebih besar pada sistem listrik 12V.

  2. Minimalkan perlintasan kabel panjang.

  3. Minimalkan jumlah terminal dan gabungan dalam lintasan kabel.

  4. Periksa runutan kabel kembali antara starter dan aki, serta kabel ground.

  5. Selain itu, periksa sambungan sasis yang terpisah pada aki dan motor starter. Ini akan mengurangi tegangan turun dari ground atau sasis.

  6. Jaga koneksi terminal tetap kencang dan lindungi dengan grease elektrik untuk menghentikan korosi.

Atasi Masalah Arus Beban 12V dari Sistem Aki 24V

Sistem aki 24V memiliki dua aki 12V yang terhubung secara seri. Beban arus yang didapat dari aki 12V ini kemungkinan besar akan menyebabkan aki rusak meskipun karena tegangan kecil dari peralatan seperti radio. “Jika satu aki dalam sistem 24V menanggung beban lebih berat daripada aki kedua dalam rangkaian, sistem pengisian pun akan mengalami masalah satu aki kelebihan daya dan aki lain kekurangan daya. Jika itu terjadi, gunakan semacam charger equalizer. Equalizer ini memungkinkan pengisian daya 12V dengan mempertahankan tegangan yang sama dan ketika aki lain sedang diisi,” katanya.

Tegangan Arus pada Trailer Panjang

Tegangan altenator turun pada trailer panjang karena:

Ketahanan kabel.

Tegangan aki internal turun.

Hilangnya tegangan ketika arus melalui relay dan switch.

Alternator dan daya aki turun karena suhu tinggi.

Alternator biasanya digerakkan oleh tiga hingga empat kali putaran mesin. Alternator tidak mengisi daya sampai kecepatan mesin normal. Kecepatan ini mungkin lebih besar daripada kecepatan idle. Setelah ini tercapai, alternator dapat terus mengisi hingga kecepatan mesin stabil. Kecepatan normal sulit tercapai karena trailer panjang mengangkut beban lebih. Jika ini terjadi, daya alternator harus dipenuhi saat mesin idle dengan rasio drive tertentu. Dengan cara ini, ketika truk mulai berjalan arus listrik sudah mencapai tegangan yang diperlukan untuk aki, konektor trailer dan perangkat di kabin,” jelasnya.

Tegangan yang tersedia di kopling trailer ketika alternator sedang mengisi aki harus berada di kisaran 13-13.5V. Ketika beban listrik lebih tinggi seperti malam hari karena ada tambahan lampu depan, tegangan akan berada di kisaran 12-12.5V. Jika perjalanan malam, pastikan pada posisi idle tegangan alternator terpenuhi sebelum berangkat. Alternator tidak dapat menghasilkan tegangan pengisian aki yang memadai hingga kecepatan alternator lebih besar dari 2.000 rpm. Selain itu tegangan bisa turun di sepanjang kabel antara aki dan konektor trailer, untuk meminimalkan hal ini terjadi perlu memasang kontrol relay di dekat konektor trailer dan tidak dipasang di dalam kabin.

Masalah Sirkuit Pendek dari Kabel Listrik

Ini terjadi biasanya karena kabel motor starter tidak memiliki sekring. Daya yang berat berjalan di antara terminal positif aki dan terminal daya motor starter tanpa perlindungan sekring. Karena tarikan awal bisa naik hingga ribuan ampere. Kabel motor starter harus diinsulasi ganda dan terminal harus diinsulasi untuk memberikan perlindungan terhadap arus pendek.

Kabel listrik yang berfungsi untuk memasok arus listrik selain motor starter harus dilindungi sekring. Beban normal untuk trailer kombinasi bisa 100 hingga 150A. Sekring untuk kabel dijual bebas di pasaran. Lebih baik tambahkan sekring dipasang di kotak aki untuk melindungi kabel yang mengalir ke kabin dan titik distribusi listrik lainnya.

Pilihan Jenis Lampu

Bola lampu pijar

Lampu pijar berbentuk bohlam umumnya tertulis di spesifikasi 12V. Output dari bohlam ini bervariasi antara 21Watt. Resistensi bohlam 12V adalah 6.9Ω. Jika menggunakan lampu jenis ini pastikan melihat kapasitas kabel lampu sebelum mengganti. Untuk keamanan bisa menambahkan sekring pada kotak sekring.

Light Emitting Diodes (LED)

Lampu LED semakin banyak dan mudah didapat. LED menawarkan banyak manfaat, daya tahan dan pencahayaan yang lebih baik dari bohlam pijar. Fleksibilitas tegangan dari 9V hingga 33V. Karena pencahayaan yang lebih baik daripada bohlam pijar, LED berwarna putih lebih banyak dipilih karena sinar yang mencolok di siang atau malam hari. Selain itu tegangan yang diperlukan lebih hemat dari 10 persen dari total arus. Jika ingin menambahkan variasi lampu, lebih bijak pilih LED dengan kelebihan hemat listrik dan pencahayaan optimal.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix