NLE Akan Ciptakan Sharing Kapasitas Logistik dan Tumbuhkan Ekonomi Digital

09 / 11 / 2020 - in Berita

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Mugen Suprihatin Sartoto mengatakan bahwa penerapan layanan secara penuh selama 24 jam 7 hari terkait arus keluar-masuk barang akan dimaksimalkan. Ia menambahkan bahwa mulai Oktober 2020, Pelabuhan Tanjung Priok mulai menerapkan program eco port untuk mencapai status green port atau pelabuhan yang berwawasan lingkungan.

“Kami juga ingin menata kembali buffer area karena di situ merupakan salah satu bottlenecking yang masih ada di Tanjung Priok. Jadi terkadang pada periode waktu-waktu tertentu, truk-truk itu masih terjadi kemacetan di lini satu dan lini dua di Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga ini perlu ditata dan ini juga salah satu tujuan dari implementasi Single TID,” kata Capt Mugen di webinar Optimalisasi Penerapan Aplikasi InaPortnet untuk Meningkatkan Daya Saing Sistem Logistik Indonesia, Rabu (4/11).

Terkait program Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE), Capt Mugen berharap agar semua sistem antarlembaga/kementerian dapat segera berintegrasi. “Diharapkan dengan menerapkan National Logistic Ecosystem, hal yang paling utama adalah sistem antara lembaga dan kementerian itu bisa saling terintegrasi karena saat ini ada InaPortnet, ada CEISA (Customs Excise Integrated System and Automation) dan aplikasi-aplikasi lainnya yang masih berdiri sendiri-sendiri,” ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, dengan adanya NLE nantinya semua sistem yang ada saat ini akan terkoneksi, “Sehingga diharapkan dapat menurunkan biaya logistik, sharing kapasitas logistik, menumbuhkan ekonomi digital, meningkatkan transparansi layanan yang ini semua dulunya juga menjadi tujuan dari dilakukannya InaPortnet untuk cluster maritim saja atau pelayaran,” kata Capt Mugen.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix