Angsuspel Minta Anggotanya Patuhi SE Kemenhub Tentang Larangan Pengoperasian Truk Selama Lebaran 2016

21 / 06 / 2016 - in News
Angsuspel

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi merilis Surat Edaran (SE) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pengaturan Lalu Lintas, Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang, dan Penutupan Jembatan Timbang selama masa angkutan Lebaran 2016 (1437 H), yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tertanggal 8 Juni 2016 di Jakarta.

Perlu diketahui, pelarangan pengoperasian kendaraan angkutan barang sesuai SE Nomor 22 Tahun 2016 mulai diberlakukan efektif 1 Juli 2016 (H-5) pukul 00.00 WIB sampai dengan 10 Juli 2016 (H+3) pukul 24.00 WIB. Kendaraan angkutan barang yang dimaksud adalah seluruh kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, truk kontainer, serta truk pengangkut barang yang memiliki sumbu lebih dari dua.

Larangan ini berlaku pada jalan nasional (tol dan non tol) serta jalur wisata di 14 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Menanggapi Surat Edaran dari Kemenhub ini,  Unit Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menghimbau seluruh anggotanya yang juga operator angkutan barang di wilayahnya untuk mematuhi ketentuan tersebut. “Kami dari DPU Angsuspel Organda menghimbau kepada semua rekan-rekan anggota Angsuspel DKI untuk segera melakukan persiapan demi kelancaran lalu lintas pada masa Lebaran tahun ini,” kata Hally Hanafiah, Ketua Dewan Pimpinan Unit (DPU) Angsuspel Organda DKI Jakarta.

Hally juga menambahkan, bagi anggota Angsuspel DKI yang mendapatkan dispensasi dalam pengangkutan barang selama masa Lebaran tersebut, supaya dapat menyesuaikan peraturan yang diberlakukan oleh petugas lalu lintas di lapangan.

Pasalnya, dalam SE Nomor 22 Tahun 2016 dinyatakan bahwa larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang tidak berlaku bagi angkutan barang yang sedang mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), ternak, bahan pangan kebutuhan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang ekspor-impor dari dan ke pelabuhan (Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak), serta angkutan sepeda motor sebagai angkutan mudik gratis.

Menurut Hally, Angsuspel dapat  memahami dan menjadikan program arus mudik dan balik Lebaran 2016 bertujuan untuk mengurangi jumlah kemacetan dan kecelakaan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Dan diharapkan pemerintah dapat membawa terobosan baru yang berpihak kepada masyarakat dan tentunya para pelaku bisnis angkutan barang.

 

Editor: Antonius S
Foto: Pebri S

 

 



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix