Musim Penghujan Bisa Dianggap Sebagai Berkah Maupun Bencana.

22 / 02 / 2018 - in Ask The Expert
Ban BIAS

Sudah dianggap umum bagi orang Indonesia, setiap musim hujan tiba, pasti banyak lubang bermunculan di jalan. Banyaknya lubang di jalan selalu menimbulkan permasalahan tersendiri bagi para Tire Consultant dan Tire Engineer, karena tentu saja hal tersebut membuat banyak ban, terutama jenis radial untuk segala kendaraan, kolaps sebelum waktunya akibat benturan dengan lubang di jalan.

Kerusakan ban tersebut bisa berupa bulging ( kembung ), cutting / tearing ( sobek ) dan bursting ( jebol ). Memang secara konstruksi ban bias ( benang nylon ) lebih tahan untuk jalanan rusak dan untuk beban berlebihan dibanding ban radial ( kawat baja ).  Tetapi ban radial memiliki keunggulan dibanding ban bias, yaitu foot print ( jejak telapak ) nya lebih luas di permukaan jalan, sehingga memperkecil efek merusak terhadap jalan.

Penjabaran telapak yang lebih luas ini selain membuat ban lebih dingin saat beroperasional sehingga usia kilometernya bisa dua kali lipat lebih panjang daripada ban bias. Serta lebih aman karena daya cengkeram terhadap permukaan jalan lebih baik, terutama di jalanan basah.

Mengapa lubang di jalan tol lebih berbahaya daripada selain jalan tol?
Pada umumnya pengemudi memacu kendaraannya di jalan tol lebih cepat daripada jalan lain, karena mereka masih saja selalu beranggapan, sesuai dengan istilahnya jalan tol adalah jalan bebas hambatan yang rata, mulus, lapang dan lancar. Jika pengemudi dikagetkan oleh munculnya lubang secara tiba-tiba di jalan tol, biasanya mereka memilih untuk menghantamnya daripada menghindar atau mengerem secara mendadak yang bisa mengagetkan pengemudi lain dan berpotensi menyebabkan kecelakaan beruntun.

Bukan berarti ban tidak boleh melintasi jalanan rusak, karena memang tidak ada ban yang di desain untuk menghantam lubang atau benda padat lainnya, tapi ban boleh menggilas lubang atau benda padat lainnya dengan perlahan. Setiap ban mempunyai speed index atau dikenal dengan indeks batas kecepatan maksimum  dan load index (indeks batas beban maksimum ) yang tertera pada dinding sampingnya. Namun tidak ada ban yang mempunyai impact index atau indeks batas benturan maksimum.

Memang biasanya, ban jarang bisa bertahan ketika menghantam lubang di jalan. Velg yang terbuat dari aluminium atau besi sekali pun tidak jarang pecah saat menghantam lubang, separator dan trotoar. “Pengalaman saya 12 tahun sebagai Plant Manager di salah satu pabrik velg racing papan atas di Indonesia, membuat saya hampir tiap hari mendapati velg yang pecah akibat membentur lubang, separator atau trotoar di jalan, ” Ungkap Bambang yang pernah bekerja di PT. NURINDO ANDIKA untuk merk velg Enduro Racing.

“Jika cuma flange atau bibir velg-nya saja yang sumbing atau pecah merupakan hal biasa, asalkan jangan spoke atau kaki-kakinya sampai terputus dari offset (bagian tengah ) dan membuat wheel menggelinding sendiri terlepas dari mobilnya. Dalam industri velg racing ada special treatment untuk uji bentur yang namanya impact test. Sebuah velg passenger car  dipasangi ban dan dipompa 30 PSI(pounds per square inch ) kemudian dipasang pada simulasi tromol dengan sudut kemiringan 45 derajat lalu dijatuhi dengan besi seberat 200 Kg secara tiba-tiba dari jarak setinggi 20 – 30 Cm dari titik bentur. Velg hanya boleh penyok, tapi tidak boleh ambrol sebagai syarat untuk lolos impact test.” jelasnya.

BAMBANG WIDJANARKO
Wakil Ketua APTRINDO JATENG
Independent Tire Consultant
Aluminum Alloy Wheel Expert

Editor : Sigit A



Sponsors

327p-x-300p

1cemat-banner300-80-cn 

327p-x-300p

logo-chinatrucks300 327pix

FA-CVL-Digital-Banner-300x327-pixel