Multi Lane Free Flow Ditargetkan Berlaku Mulai 2020

30 / 05 / 2019 - in News

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah menyiapkan implementasi elektronifikasi transaksi tol menuju Multi Lane Free Flow (MLFF). MLFF sendiri merupakan transaksi pembayaran tol non tunai, yang dilakukan dalam kecepatan normal dengan menggunakan teknologi nirsentuh.

Langkah ini merupakan implementasi dari 12 program sinergi hasil dari rapat koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia untuk mendorong inovasi dan memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah yang salah satu fokusnya adalah sektor transportasi, yakni transaksi non tunai di jalan tol. Penetapan kebijakan penggunaan transaksi non tunai di jalan tol menjadi bagian dari program Bank Indonesia selaku otoritas sistem pembayaran, khususnya terkait Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan penggunaan uang elektronik telah mengurangi waktu transaksi menjadi empat detik dibandingkan transaksi manual 10 detik. “Manfaatnya (penggunaan MLFF) sangat besar karena bisa menghilangkan waktu antrean menjadi nol detik. Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalisir bahan bakar kendaraan,” kata Menteri Basuki di Jakarta.

Elektronifikasi transaksi saat ini telah dilakukan di 50 ruas tol sepanjang 1.780 km, yang pengusahaannya dilakukan oleh 33 BUJT menggunakan uang elektronik chip based yang diterbitkan oleh 4 bank. Saat ini transaksi non tunai tol sudah 100 persen atau meningkat tajam dibandingkan pada Januari tahun 2017 yang masih 20 persen. Nilai transaksi per tahunnya diperkirakan mencapai Rp 12 triliun.

Ada empat tahapan untuk menuju MLFF. Tahap pertama, yakni pemberlakukan transaksi non tunai 100 persen, dan tahap dua melalui integrasi ruas tol yang telah dilakukan saat ini. Integrasi yang telah dilakukan, yakni pada tahun 2017 di ruas tol Tangerang-Merak dan Jakarta-Tangerang, perubahan sistem transaksi di ruas tol Jagorawi dari tertutup menjadi terbuka.

Tahun 2018 juga dilakukan integrasi transaksi tol JORR W1 dengan Tol Prof. Sedyatmo, perubahan sistem transaksi tol Semarang ABC dan Semarang-Solo, JORR Akses Tanjung Priok dan Pondok Aren-Ulujami, dan penerapan Klaster 2 sampai Gerbang Tol Kalikangkung, Klaster 3 Semarang-Surabaya dan Klaster 4 Porong-Grati.

Tahap ketiga dilakukan tahun 2019, yakni feasibility study MLFF dan uji coba teknologi nirsentuh melalui Single Lane Free Flow (SLFF). Serta tahap keempat, yakni berlakunya MLFF bisa dilaksanakan pada tahun 2020. Saat ini sudah dilakukan uji coba SLFF dengan menggunakan barrier sebanyak tiga lane di Tol Prof. Sedyatmo.

Menteri Basuki mengatakan, dalam persiapan menuju MLFF ada sejumlah tantangan, seperti kliring perbankan dan settlement, pemilihan teknologi yang tepat, interoperabilitas antara BUJT dengan sektor transportasi lainnya dan sistem penegakan hukum.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR



Related Articles

Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix