Menjadi Perusahaan yang Lincah Ala Dua CEO Trucking

04 / 03 / 2018 - in Auto Show, News

Selain menjadi media partner Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, TruckMagz  juga mengadakan acara diskusi. Bertempat di Jakarta Convention Center, Jakarta (02/Mar/2018) diskusi ini bertajuk How to Become An Agile Company In Trucking Industry Menghadirkan pembicara yang berpengalaman dalam menjadikan perusahaanmya ‘lincah’ di industri angkutan barang.

Diantaranya dua pengusaha trucking seperti Kyatmaja Lookman selaku Presiden Direktur PT Lookman Djaja, dan Ivan Kamadjaja selaku Chief Executive Officer PT Kamadjaja Logistics. Aadapula Hally Hanafiah, Vice President Operation PT Iron Bird Logistics  yang berbagi pengalaman bagaimana mengelola pengemudi. Ahmad Syamil, Dean of Binus School yang menjelaskan konsep dan metode menjadi perusahaan trucking yang agile. Satu lagi yang mewakili agen pemegang merek, Aloysius Chrisnoahdi selaku Chief Executive PT Astra International-UD Trucks Sales Operation.

Lincah

Agile menurut saua kemampuan untuk adaptasi dengan cara adopsi. Salah satunya dengan cara amati, tiru dan modifikasi. Kunci sukses lain, butuh kepekaan dari pemimpin tentang kondisi bisnis terkini. Kemudian melakukan keputusan yang cepat berikut implementasinya,” kata Ivan Kamadjaja.

Sebagai generasi kedua Kamadjaja Logistics, Ivan memahami pencapaian perusahaannya saat ini buah dari cepat beradaptasi. Salah satunya beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat berpengaruh terhadap industri logistk. Perusahaannya, kemudiam menjawab tantangn itu dengan turut menyediakan platform digital bagi customer.

Lain halnya Kamadjaja Logistics, Lookman Djaja memiliki pengalaman lain untuk menjadi perusahaan trucking yang agile alias lincah. Menurut Kyatmaja Lookman, menjadi perusahaan yang agile harus dimulai dari pemimpin. Selain itu untuk jajaran top management perusahaan harus solid. Sebagai perusahaan keluarga, Lookman Djaja juga terbuka merekrut jajaran top management dari luar asal berkompetensi.

“Sekalipun perusahaan keluarga dalam rapat haruslah produktif. Kita tidak mau terjebak oleh paradigma generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, lalu generasi ketiga menghancurkan. Saya sebagai generasi kedua tidak ingin hal itu terjadi,” kata Kyatmaja.

Di luar itu semua, secara bisnis, perusahaannya mengembangkan bisnis lain yang terkait logistik selain trucking. Sementara untuk eksternal, Lookman Djaja perlu memiliki kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan konsumen. Wujudnya, harus lebih banyak mendengarkan daripada menjual atau customer oriented.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Giovanni



Related Articles

Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix