Mengemudi Aman di Jalan Pegunungan

02 / 08 / 2021 - in Tips & Trik

Indonesia adalah negara kepulauan dengan bentang alam yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pegunungan, pesisir, tepian hutan, dataran rendah, perdesaan, hingga perkotaan. Mengendarai kendaraan di jalan pegunungan membutuhkan keterampilan tersendiri. Pengemudi truk yang belum terbiasa dengan jalan pegunungan perlu mengetahui beberapa hal agar selamat dan aman. “Pertama adalah memahami bahwa gaya gravitasi pasti akan meningkatkan kecepatan. Ini sangat penting saat mengendarai kendaraan berat, karena bobot kendaraan akan mempercepat laju truk. Semakin cepat kendaraan melaju, semakin besar kekuatan yang terlibat,” buka Aksanto Sidik Owner PT Dhasika Marga Pasuruan.

Sidik adalah mantan pengemudi angkutan buah dan sayur jurusan Probolinggo, yang kini sudah menjadi pengusaha angkutan barang. “Saya dulu sopir truk engkel yang sehari-hari muat sayur dan buah dari daerah perbukitan di kawasan Tengger, untuk dikirim ke Pasuruan. Keterampilan mengemudi di jalan pegunungan, saya ajarkan ke sopir-sopir saya. Utamanya sebelum berangkat adalah pastikan rem, ban, wiper, lampu dan knalpot dalam kondisi baik. Pastikan rem dan oli transmisi terisi. Untuk minyak rem, harus juga diperiksa kekeruhannya. Karena tambah lama, kelembaban dan kontaminan akan menurunkan level didihnya,” kata Sidik.

Penggunaan rem yang terlalu sering dapat memanaskan minyak rem dan kendaraan akan kehilangan efisiensi pengereman saat dibutuhkan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Periksa juga tapak ban dan pastikan tekanan ban sudah sesuai.

  2. Mengemudi menuruni daerah pegunungan berarti tidak harus menginjak pedal gas, tetapi harus memastikan bahwa kaki berada di dekat pedal rem. Gravitasi dapat melakukan banyak hal dan dapat menambah kecepatan saat kendaraan menurun, dan pastikan tidak lepas kendali.

  3. Gunakan rem secara wajar dan selalu berhati-hati. Jangan menyusuri jalan menurun dengan kecepatan tinggi.

  4. Jangan gunakan rem untuk menahan kecepatan truk bermuatan di turunan.

  5. Mengganti gigi rendah adalah pilihan bijak atau gunakan rasio gigi yang sesuai untuk turunan. Rem digunakan untuk memperlambat saat mengganti ke gigi yang lebih rendah. Perlu juga menahan godaan untuk tidak menambah kecepatan secara signifikan.

  6. Pada level turunan yang yang curam, turunkan gigi satu. Saat itu perhatikan temperatur mesin di dashboard. Jika perlu mendinginkan mesin, cari tempat yang aman untuk parkir di sisi jalan. Untuk keperluan istirahat sejenak, jangan matikan mesin.

  7. Memperlambat kendaraan karena alasan sepele seperti menelepon adalah perbuatan yang sembrono.

  8. Jika kondisi cuaca memburuk seperti kabut tebal atau hujan disertai angin, perlambat kendaraan dengan memberi isyarat lampu kepada pengguna jalan lain.

  9. Jika merencanakan perjalanan jarak jauh melewati daerah yang jarang penduduk, penting untuk membawa cadangan BBM.

  10. Ketika truk berjalan malam hari di pegunungan, perlu juga menjaga sorot lampu depan tetap rendah agar tidak mengganggu visibilitas pandangan penguna jalan lain.

 

Sempatkan waktu untuk istirahat dan jika membawa pengemudi cadangan, bisa bergantian mengemudi. Karena mengemudikan truk di jalan berbukit bisa lebih melelahkan daripada mengemudi jalan biasa.

Kontrol Rem untuk Truk Bermuatan
Mengendalikan kendaraan ketika menuruni bukit sama halnya dengan manajemen rem. Banyaknya kasus kecelakaan di turunan, terjadi akibat minimnya maintenance kendaraan atau gaya mengemudi yang buruk. Salah satu penyebab umum dari kehilangan kontrol rem adalah overheating karena tidak memilih gigi rendah. “Overheating menyebabkan daya pengereman berkurang, sehingga lapisan kampas rem benar-benar kehilangan cengkeraman dan tidak bisa memperlambat kendaraan. Kecepatan menurun harus dikontrol dengan kombinasi mesin, gigi perseneling, dan rem. Rem adalah opsi terakhir untuk menghadapi keadaan darurat, atau tikungan tajam,” jelas Sidik.

Sidik menambahkan, “Beberapa trainer pengemudi truk membuat catatan bahwa umumnya perlu mengerem lebih dari dua kali selama turunan dan menggunakan gigi rendah. Jika harus menggunakan rem saat turun, coba mengerem hanya pada saat melaju lurus. Pengereman di tikungan meningkatkan risiko kecelakaan dan hanya bisa digunakan dalam keadaan darurat. Jika harus mengerem pada tikungan apalagi truk bermuatan, lakukanlah dengan halus. Hindari memainkan pedal rem secara berulang. Karena pengereman dengan cara tersebut bisa meningkatkan temperatur di sistem rem. Pada air brake system, tindakan itu termasuk membuang-buang udara bertekanan di tabung cadangan. Padahal udara bertekanan di dalam tabung cadangan diperlukan dalam keadaan darurat,” tegasnya.

Sidik mengakui mengemudikan truk di pegunungan adalah salah satu aspek paling menantang yang dihadapi seorang pengemudi truk. Pengemudi perlu ekstra hati-hati dan waspada setiap saat. Ada beberapa faktor penting yang perlu diingat ketika mengemudi di jalan pegunungan; kondisi kendaraan, medan jalan, cuaca, visibilitas, bobot muatan, dan lalu lintas. Berikut beberapa tips aman mengemudi di pegunungan

Jalan menanjak

Jalan menanjak artinya mengganti ke gigi rendah untuk membantu mempertahankan tarikan truk. “Karena berkendara di jalan menanjak dengan memilih gigi tinggi akan mengurangi kekuatan tarikan truk, fatalnya truk bisa berhenti mendadak. Berhenti mendadak dalam keadaan truk bermuatan di tengah tanjakan atau turunan berpotensi terjadinya kecelakaan. Jika pengemudi truk tidak bisa mempertahankan truk pada posisi berhenti, bisa terjadi kecelakaan besar. Pantau RPM dan temukan posisi angka RPM terbaik yang memungkinkan pengemudi mampu menambah dan menurunkan kecepatan tanpa pemindahan gigi yang konstan,” saran Sidik.

Jalan menurun

Saat menyusuri jalan turunan gunakan gigi rendah yang sama saat jalan menanjak. Jika truk memiliki engine brake, gunakan itu untuk mengontrol kecepatan dalam batas aman. Namun, tidak disarankan menggunakan engine brake, ketika berkendara di jalan basah dan licin. Gunakan kombinasi rem dan perseneling. Posisikan RPM stabil pada gigi rendah, dan pegang kuat kemudi. Pertahankan truk dalam posisi lurus hingga jalan datar.

Jalan berkelok

Ketika bermanuver di jalan berkelok, selalu dekatkan bagian depan truk ke sisi paling tinggi dari jalan untuk menjaga torsi. “Ini juga akan membantu pengemudi waspada terhadap kendaraan lain dari arah berlawanan. Pengemudi masih cukup ruang untuk respons cepat menjaga jarak dengan kendaraan di depannya atau dari arah berlawanan. Artinya mempertahankan posisi truk tetap di jalurnya,” tegasnya.

Untuk menghindari rem yang terlalu panas, cara terbaik adalah memberikan tekanan ringan dan stabil ke pedal rem. Memainkan rem atau terlalu sering menginjak rem dapat memperbesar risiko kecelakaan seperti kehilangan kendali, jackknifing, atau kehilangan kontrol total rem karena kehabisan udara di dalam tabung cadangan.

Editor : Sigit

Foto : PUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix