Melambatnya Arus Peti Kemas Tanjung Priok Dipengaruhi Tiongkok

19 / 05 / 2020 - in Berita

Tren penurunan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok telah dirasakan sejak awal tahun 2020, kala Tiongkok terkena wabah Covid-19. Periode Januari-Februari 2020 terjadi penurunan peti keas sebesar 5,13%. Namun, penurunan peti kemas pada dua bulan pertama 2020 sedikit tertahan pada Maret 2020. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II berharap pandemi Covid-19 segera beralalu sehingga aktivitas produksi di dalam negeri kembali normal yang otomatis akan menggerakkan peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Sepanjang kuartal I 2020 Pelindo II menerapkan pengaturan yang ketat untuk arus peti kemas meski di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Operasional pelabuhan terus berjalan dengan pengaturan deployment yang diperhitungkan sesuai dengan jadwal kedatangan kapal. Melalui cara ini kapal yang masuk dapat terlayani dengan baik, meski di tengah pembatasan aktivitas,”kata Arif Suhartono, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dalam siaran persnya (18/5).

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyebutkan kinerja ekspor Indonesia pada April 2020 mencapai 12,19 miliar US Dollar atau turun 7,0% dibanding ekspor April 2019. Sedangkan impor April 2020 tercatat 12,54 miliar US Dollar, turun 18,58% dibanding April 2019. Arif menambahkan, dampak pandemi corona menjadi tantangan dalam pemulihan perekonomian nasional dan juga global.

Sebelumnya juga,  dalam rilis pers Pelindo II, periode Januari-April 202 arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menurun. Penurunan yang terjadi mencapai 2,12 juta Twenty-foot equivalent units (TEUs). Dampak daripada pandemi terhadap lalu lintas peti kemas cukup signifikan terlihat dari arus barang yang rendah berkisar 4% -5%. Meski pun pada April 2020 tercatat ada peningkatan 550.000 TEUs dibandingkan Maret 2020.

Teks: Abdul

Foto: Pelindo II



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix