Maintenance Wheel End

26 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Bagian vital yang berhubungan langsung dengan roda selain axle adalah wheel end. Masalah wheel end akan berlipat jika kendaraan memiliki banyak roda seperti truk trailer. Kerusakan pada wheel end bisa menyebabkan downtime operasional yang panjang. Tetapi cara paling hemat adalah inspeksi dini pada gejala yang muncul. Simak beberapa tips perawatan roda yang disampaikan Angga Novalsyah Asisten Kepala Bengkel Jati Maju Mulyo Krian.

Deteksi Masalah Wheel-End

Identifikasi masalah pada wheel end sebelum menyebabkan downtime. Jika truk berhenti bekerja artinya perusahaan juga kehilangan waktu untuk melayani konsumen. Kerusakan pada wheel end juga bisa secara tiba-tiba. Bisa dibayangkan jika itu terjadi ketika membawa muatan. Kerugian bisa berlipat-lipat. Salah satu cara paling mudah mencegahnya adalah pengetahuan pengemudi terhadap masalah wheel end. Inspeksi visual adalah hal pertama yang bisa memberikan catatan untuk mekanik perusahaan mendeteksi masalah wheel end atau bearing,” jelasnya. Kerusakan sudah dimulai jika pengemudi mulai menemukan beberapa hal berikut ini.

  • Ban tidak rata.

  • Hubcap terlalu panas untuk disentuh.

  • Muncul getaran, goyangan atau bunyi bising.

  • Tercium bau asap atau bau terbakar pada wheel end.

  • Kemampuan rem tidak normal.

Tahap pertama mengatasi masalah dari gejala yang muncul adalah memeriksa kembali interval maintenance truk. Jika melihat riwayat servis yang kurang teratur atau sering sekali melakukan perbaikan pada kaki-kaki, maka interval inspeksi yang lebih pendek diperlukan. Jika komponen roda mengalami keausan dini, penting untuk memahami tindakan pencegahan kerusakan.

Pemeriksaan kekencangan baut perlu dilakukan untuk memastikan bearing roda mendapat ruang jarak sumbu pada sistem bearing. Artinya, pemeriksaan kekencangan roda juga memperhatikan kelancaran putaran roda ketika berisi muatan atau kosong. Mekanik harus menemukan torsi kekencangan yang tepat agar putaran roda lancar pada kedua keadaan,” imbuhnya.

Kesalahan sederhana yang bisa menyebabkan masalah besar adalah baut pengencang dengan torsi yang kurang tepat. Setiap baut pengencang memiliki torsi yang sama pada posisi roda mana pun, hanya saja keterampilan mekanik juga diperlukan untuk memastikan putaran roda tidak terganggu atau terlalu longgar.

Manfaat pengaturan putaran roda berhubungan dengan kerenggangan bearing ketika mendapatkan gerak berlebihan. Pengaturan baut yang menyisakan jarak yang sempit dapat menyebabkan temperatur operasional tinggi, mengurangi usia oli, mengurangi usia seal dengan cepat dan kerusakan dini pada bearing. Hal yang paling penting untuk diingat mengenai kekencangan bearing adalah mengikuti instruksi pabrikan bearing. Panduan torsi kekencangan pasti disampaikan dalam manual,” katanya.

Komponen paling kritis dari wheel end adalah bagian yang berbahan karet, yaitu seal. Seal berada di antara elemen dan permukaan bearing dan direkayasa untuk mencegah masuknya kotoran atau keluarnya grease. Selain itu, seal juga dirancang untuk memberikan resistensi minimal untuk meningkatkan penghematan BBM.

Ketika mengganti seal pada wheel end, ada dua hal yang perlu diingat. Pertama, sebagian besar seal baru sudah dilumasi oleh pabrik dengan grease di antara permukaan primernya. Salah satu fungsi grease di sini menjaga dari korosi di gudang penyimpanan. Kedua, jangan pernah mencoba memperbaiki seal yang getas atau aus dengan menambahkan silikon sealent. Bahan yang mengeras akan mencegah permukaan seal mengikuti permukaan axle saat roda menahan bobot muatan, bisa memengaruhi fungsi seal,” tambah Angga.

Untuk memastikan wheel end terlindungi pada waktu yang lama, penting untuk memilih grease yang tepat untuk melindungi hub. Grease untuk hub yang berkualitas tinggi membantu menghindari kerusakan berat dengan memberikan ketahanan terhadap oksidasi, perlindungan terhadap korosi, dan pertahanan terhadap keausan.

Perawatan Sistem Wheel End

Dengan melumasi hub secara teratur dan benar, perusahaan tidak akan kehilangan uptime truk yang berharga. Bearing dilumasi dengan grease. Grease yang berbentuk seperti pasta menawarkan keuntungan mengurangi kebocoran. Berikut prosedur pelumasan hub yang benar.

  1. Lepaskan hubcap dan kuras oli hub yang ada. Kumpulkan oli bekas dan cuci bantalan beserta komponen hub lainnya dengan pelarut oli untuk menghilangkan kotoran.

  2. Berikan tekanan pada bearing dengan grease hub menggunakan pompa yang dikombinasikan dengan bearing adapter.

  3. Oleskan lapisan tipis grease hub pada bagian dalam komponen untuk mencegah karat dan korosi.

  4. Pasang bearing bagian dalam dan seal baru. Pastikan untuk mengikuti prosedur yang direkomendasikan pabrik.

  5. Ratakan lapisan tipis grease hub ke seal dan ring. Setelah itu pasang bearing dan seal di tempatnya.

  6. Gunakan trolly untuk memasang kembali roda kembali ke axle. Setelah roda terpasang sempurna, gunakan pompa untuk mengisi rongga hub dengan grease hub hingga sekitar setengah dari kapasitasnya.

  7. Pasang bearing luar, lalu pasang spindle. Perhatikan kekencangan baut.

  8. Setelah mur dipasang, gunakan dial indicator memastikan kesejajaran bearing roda sebelum hubcap dipasang kembali. Ini sangat penting karena hub yang dipasang tidak benar dapat menyebabkan keausan dini atau menyebabkan masalah roda yang lebih besar.

  9. Oleskan lapisan tipis grease hub ke bagian dalam hubcap dengan hati-hati agar tidak menutupi lubang ventilasi. Model hubcap dengan baut harus dikencangan dengan torsi dan pola yang sesuai. Sedangkan hubcap model ulir juga perlu dilapisi lapisan grease hub sebelum dipuntir untuk mengencangkan.

Grease mengandung tiga material: oli, bahan pengental, dan zat aditif. Oli berguna untuk melumasi. Pengental menahan oli di tempatnya untuk memberikan pelumasan yang diperlukan. Pengental bisa berupa senyawa sabun dan zat aditif berfungsi untuk meningkatkan karakteristik oli dan pengental.

Untuk inspeksi wheel end, yang paling penting adalah memastikan jumlah grease yang tepat untuk ditambahkan. Berikut ini adalah prosedur umum.

  1. Putar sumbat pengisi grease hub ke atas dan tambahkan oli pelumas.

  2. Pasang kembali steker, dan kencangkan sesuai spesifikasi. Pastikan axle juga diberi oli yang tepat.

  3. Jalankan kendaraan dengan perlahan. Lakukan belokan lambat dan perhatikan pada hubcap. Lakukan juga belokan penuh di kedua arah.

  4. Parkir kembali truk pada posisi semula. Tunggu kira-kira selama 10 menit.

  5. Periksa apakah ada kebocoran, dan periksa kembali level oli axle.

  6. Periksa ke arah roda dengan seksama. Periksa ulang kekencangan baut roda jika diperlukan.

Untuk beberapa model pelek roda ada yang tidak memiliki fill plug. Lalu bagaimana cara maintenance-nya? Berikut caranya.

  1. Pertama, pastikan kendaraan kosong tanpa muatan.

  2. Saat memasang hub roda, bearing harus dicelupkan ke dalam oli.

  3. Sebelum axle shaft dipasang kembali, pastikan ada oli ikut masuk ke wheel end. Untuk melakukan itu, periksa dengan melihat level oli pada diferensial roda.

  4. Angkat satu sisi kendaraan sekitar 30 cm, dan tunggu oli mulai keluar dari hub.

  5. Setelah itu, turunkan dan ulangi ke sisi lain.

  6. Setelah semua oli keluar, selesaikan pemasangan kembali axle dan hub.

  7. Tambahkan oli diferensial seperti yang ditentukan dalam buku manual.

  8. Lakukan pengujian dengan menjalankan truk pada kecepatan rendah. Lakukan belokan penuh dan perlahan di kedua arah.

  9. Setelah itu parkir kembali truk dan periksa kebocorannya. Biarkan truk selama sekitar 10 menit agar oli mengendap, dan periksa kembali levelnya.

  10. Jika oli berkurang, tambahkan oli sesuai kebutuhan.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix