Maintenance Truk Sampah Compactor

29 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Maintenance kendaraan memerlukan waktu dan biaya namun jika dilakukan secara preventif akan menghemat biaya operasional perusahaan jangka panjang, demi menjaga kendaraan tetap bekerja dan mengurangi downtime karena perbaikan. Apalagi perbaikan besar memerlukan biaya lebih mahal.

Dalam industri yang terus berkembang saat ini, kebutuhan untuk pengolahan sampah menjadi penting. Truk sampah jenis compactor rear loader sudah familiar digunakan di kota-kota besar di Indonesia, dan setiap hari kerap menghadapi kondisi kerja berat. Menjaga uptime truk sampah agar tetap bekerja dengan menjaga jadwal maintenance rutin. Kepala Bengkel Trans Kamin Jaya Sidoarjo, Sardoyo Romadhoni menjelaskan, “Memang truk sampah ini dituntut bekerja setiap hari dan service rutin tampaknya seperti menyita waktu kerja mereka di antara shift kerja. Padahal itu adalah investasi jangka panjang untuk uptime truk sampah,” katanya.

Servis secara reguler adalah satu-satunya cara mencegah downtime yang tidak direncanakan. Dalam sebuah lingkungan besar seperti kawasan industri atau perumahan, downtime dapat menciptakan sejumlah masalah besar karena jadwal pengambilan sampah yang terlambat. “Perawatan untuk compactor rear loader ini sebenarnya cukup mudah, selain produk sudah banyak dipakai. Beberapa part sudah bisa didapatkan di toko onderdil terdekat. Perawatan preventif yang dijalankan dengan baik sebenarnya akan menjaga biaya operasional perusahaan secara keseluruhan tetap rendah,” ujar Romadhoni.

Berikut ini beberapa bagian dari truk sampah compactor yang memerlukan perawatan preventif untuk menjaga kinerja kendaraan tetap optimal;

Mesin

Mesin adalah jantung dari setiap truk. Tanpa mesin yang dirawat dengan baik dan berfungsi dengan baik, sebuah truk bisa mengalami masalah dalam menjalankan tugasnya. Salah satu masalah yang sering terjadi karena pemilik kendaraan tidak menjaga jadwal penggantian oli dengan tertib. “Oli mesin yang kurang atau berkualitas rendah akan menyebabkan panas berlebih, BBM menjadi boros, serta menimbulkan masalah lain seperti bunyi mesin kasar. Oli memungkinkan bagian-bagian dalam mesin bergerak, tetapi secara teknis oli itu sendiri berangsur-angsur jumlahnya berkurang saat truk bekerja. Di bawah tekanan tinggi, sifat-sifat dalam oli mulai berkarbonisasi, yang membuat oli tidak efektif. Pada situasi ini, jika pemilik kendaraan tidak disiplin memerhatikan jadwal penggantian oli, bagian-bagian di dalam mesin pada akhirnya akan mulai tergerus. Fatalnya keausan dini pada spare part yang tak terhindarkan. Jadi penting sekali buat truk sampah yang mempunyai jadwal kerja ketat setiap hari untuk memerhatikan jadwal penggantian oli mesin,” jelas Romadhoni.

Komponen mesin lainnya yang membutuhkan inspeksi rutin adalah filter udara, timing belt, dan drive belt. Fungsi filter udara adalah untuk menyaring udara yang masuk dari debu dan kotoran, namun seiring truk sampah bekerja akhirnya menjadi tersumbat dan perlu diganti. Timing belt dan drive belt masing-masing menyinkronkan drive shaft dan menjalankan komponen mesin lainnya, tetapi keduanya bisa menjadi aus dan getas seiring waktu. Oleh karena itu perlu diperiksa saat penggantian oli. Selanjutnya, jika tampak ada bekas bocor di bawah truk, segera periksa mesin. Setiap kebocoran kemungkinan disebabkan oleh retakan packing bak oli.

Drivetrain

Drivetrain truk sampah tidak berbeda dengan komponen besar lain seperti transmisi dan suspensi. Untuk inspeksi, operator truk sampah dan pengemudi diwajibkan secara teratur memeriksa oli, coolant dan level oli atau minyak lain pada awal shift. “Cara paling mudah adalah memberikan daftar periksa item perawatan ke setiap pengemudi atau operator truk sampah compactor, dan pastikan diisi secara teratur. Salah satu hal yang sering terjadi pada perusahaan besar dengan shift penuh adalah pengemudi menganggap orang lain di shift sebelumnya telah melakukan pemeriksaan. Jika semua orang menganggap orang lain melakukan inspeksi, maka truk ada dalam ancaman,” tambahnya.

Ban

Dari semua bagian pada truk sampah, ban adalah komponen yang paling mahal dalam hal perawatan. Namun, pembengkakan biaya operasional bisa diminimalkan jika secara teratur memeriksa tekanan angin untuk memastikan keselarasan gandar depan, yang merupakan solusi efektif menangkal keausan ban.

Pastikan tekanan ban diperiksa setiap hari sebelum truk mulai bekerja. Ban adalah salah satu elemen paling kritis dari truk sampah yang bertanggung jawab mengamankan muatan. Sangat disarankan agar pengemudi melakukan inspeksi visual setiap hari sebelum masuk ke kabin dan menghidupkan mesin.

Tugas menjaga kondisi truk sampah dalam kondisi baik dimulai dengan pengemudi. Pengemudi harus melakukan inspeksi harian dan melakukan tugas-tugas kecil seperti membersihkan packer, dan memeriksa tangki penampungan air dibawah bak. Jika memungkinkan, kepala operasional memberikan uang insentif bagi pengemudi yang menjaga truk sampah tetap bersih dan dalam kondisi baik.

Sistem Hidraulis

Sistem hidraulis pada truk sampah termasuk pompa, filter oli hidraulis, selang tekanan tinggi, dan cylinders pressure. Pastikan untuk memeriksa dan mengganti filter oli hidraulis secara teratur. Filter membantu mencegah oli dalam sistem hidraulis tetap bersih dari kontaminasi bahan asing. “Pastikan untuk memeriksa secara berkala fitting yang menghubungkan bagian-bagian dari tabung hidraulis dan selang di seluruh sistem hidraulis serta setiap sambungan valve. Kebocoran dalam sistem akan menghasilkan tekanan hidraulis yang lebih rendah, ini artinya daya operasional hidrolik untuk mengoperasikan fungsi truk sampah juga menurun,” ujar Romadhoni.

Jantung dari sistem kerja truk sampah adalah pompa hidrolik yang ditenagai secara elektronik dari sistem kelistrikan mesin truk sampah. Meteran tekanan dapat dihubungkan ke pompa untuk memastikan pompa beroperasi dengan benar. Seperti halnya oli mesin, periksa reservoir oli hidraulik secara berkala. Periksa warna oli apakah ada kontaminasi dan pastikan level oli tidak terlalu banyak. Sistem hidrolik bekerja baik ketika semua komponen individu bekerja optimal.

Body Compactor

Compactor adalah fitur utama yang membedakan truk sampah dari truk lain yang memungkinkannya mengambil dan mengangkut sejumlah besar sampah. Compactor sampah membutuhkan banyak bagian yang bergerak untuk menjalankan fungsinya, sehingga perlu sering diperiksa semua titik pelumasan agar mendapatkan oli atau grease secara tepat. Bunyi gesekan atau bunyi tidak beraturan dapat mengindikasikan bahwa ada bagian logam-logam tidak dilumasi dengan benar, yang akan mengakibatkan kerusakan dini.

“Untuk body, disarankan memeriksa secara teratur apakah ada keretakan atau kelelahan logam pada compactor. Mengangkut muatan berat secara teratur tanpa perawatan yang memadai dapat menyebabkan melemahnya bagian yang bergerak dan pada gilirannya akan melumpuhkan truk. Kekerasan material logam bagaimana pun, truk sampah yang dioperasikan tanpa prosedur yang benar dapat dengan cepat komponen mengalami kelelahan. Pengelasan atau perbaikan sementara dapat memperpanjang usia komponen. Tetapi perawatan terbaik adalah mengoperasikan compactor dengan prosedur dari pabrikan atau karoseri,” terangnya.

Aki

Ketika aki habis mendadak, kerja truk akan terganggu dan membuat sampah menumpuk. Daya aki bisa terus-menerus berkurang dan jika dibiarkan kekurangan daya pada waktu lama, masa pakai aki juga akan pendek. “Aki harus diperiksa ketika service rutin. Inspeksi harus mencakup pembersihan dan pengujian beban untuk memastikan daya aki cukup. Tegangan rendah adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Keadaan yang dibiarkan berlarut-larut, aki akan cenderung mati lebih cepat karena daya yang diberikan ke alternator dan starter sangat besar,” katanya.

Sistem Pendinginan

Bukan rahasia lagi bahwa mesin truk menghasilkan banyak panas. “Pada truk sampah, ada tekanan dua kali lipat pada mesin karena compactor dan sistem hidraulik menghasilkan panas dua kali lipat. Sehingga, mempertimbangkan semua fungsi yang dipertaruhkan, pemilik kendaraan harus menjaga sistem pendingin truk dalam kondisi puncak,” kata Romadhoni.

Selama rute panjang dan shift kerja ketat, bagian-bagian internal bertanggung jawab menanggung keausan. Kebocoran selang pendingin adalah tanda umum dari korosi. “Sayangnya, masalah ini bisa sulit diketahui karena panas mesin itu sendiri, yang cenderung menguapkan residu cairan pendingin yang bocor. Itu sebabnya mekanik harus menguji tekanan sistem pendingin di setiap truk sampah secara teratur,” tambahnya.

Baut dan Mur Pengencang

Mekanik harus memeriksa kekencangan mur dan baut di setiap kesempatan, termasuk baut sasis dan gandar, serta pelek roda. Mur pengencang adalah lem yang menjaga setiap truk tetap utuh. Mur pengencang bisa longgar setiap saat saat truk bergerak, manuver, dan bongkar muat. Mekanik perlu mengencangkannya secara teratur untuk mencegah kerusakan yang lebih mahal.

Oli dan grease

Oli adalah bagian terpenting setiap truk. Truk perlu mendapat oli dan grease untuk meningkatkan kinerja dan memperpanjang umur mesin dan komponen truk. U-joint adalah bagian terpenting dari truk. Mekanik perlu melumasi secara teratur. Tanpa pelumasan yang baik, u-joint bisa longgar dan mengancam dengan biaya perbaikan mahal di kemudian hari. Bagian lain dari kendaraan yang secara teratur membutuhkan pelumasan teratur adalah bearing roda dan hub kopling.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix