LRT Jabodebek Menjadi Solusi Selesaikan Masalah Transportasi Perkotaan

16 / 05 / 2022 - in Berita

Pada webinar Aksesibilitas dan Integrasi Antar Moda pada LRT Jabodebek yang diselenggarakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kamis (12/5). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan  pembangunan LRT Jabodebek adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan di Jabodetabek. “Jabodetabek masih bergelut dengan isu kemacetan, yang penyebab utamanya adalah penggunaan kendaraan pribadi. Untuk itu, kemudahan mengakses dan integrasi antarmoda menjadi kunci,” kata Menhub Budi.

Menhub berharap dengan adanya LRT Jabodebek nantinya masyarakat bisa beralih kepada moda angkutan massal.
Menhub menilai  masyarakat Jabodetabek masih harus bergelut isu kemacetan yang penyebabnya adalah penggunaan kendaraan pribadi berlebihan.

“Dengan adanya integrasi antarmoda yang baik diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum, sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum,” kata Menhub Budi

Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Harno Trimadi menjelaskan, Kemenhub memfasilitasi 3 (tiga) pihak pengguna LRT yakni: pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkutan umum lain dan pengguna angkutan pribadi.

LRT Jabodebek akan diintegrasikan dengan Stasiun Kereta Cepat di Halim. Sementara, untuk memudahkan akses menuju Stasiun LRT Jabodebek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung baik dalam jangka pendek, seperti: akses jembatan, tangga, eskalator, lift. Maupun jangka panjang seperti: park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan.

Penumpang LRT Jabodebek diharapkan mencapai 100 ribu orang per hari dan headway 6 menit sekali. Stasiun Cawang akan menjadi hub yang diprediksi terjadi pergerakan paling besar di stasiun ini yaitu sekitar 79 ribu pergerakan per hari.

LRT Jabodebek memiliki panjang lintasan 44,43 km dan 18 titik stasiun pemberhentian. Waktu tempuh yang lebih cepat, kepastian jadwal dan kenyamanan dalam LRT, menjadi keunggulan yang diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi umum.

. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) KAI, Didiek Hartantyo mengatakan bahwa pada Agustus 2022 akan ditandai dengan demo grade of automation (GOA) 3 di beberapa lintas pelayanan. Kemudian akan diteruskan pada Oktober 2022 akan dilakukan trial run. Pada saat trial run akan diskenariokan LRT ini sudah beroperasi seperti biasa, namun belum ada penumpangnya.

“Baru pada saat Desember 2022 atau awal tahun 2023, akan dimulai tahap operasional komersial daripada LRT Jabodebek ini. Mohon doa masyarakat agar penyelesaian ini bisa berjalan lancar, dan InshaAllah ini akan kita mulai di akhir 2022 atau awal tahun 2023,” jelas Didiek.

Selain itu, LRT Jabodebek juga mendorong tersedianya lapangan pekerjaan baik pada saat pembangunan proyek maupun pengoperasian. Kemudian memperbaiki kinerja sistem jaringan transportasi, mengurangi kemacetan, emisi, penggunaan BBM dan penghematan waktu perjalanan.

Dia juga menambahkan bahwa sampai dengan saat ini total progress proyek secara menyeluruh yakni 81,75%. Perkembangan sekarang, KAI sedang menjalankan testing dan commissioning. “Dengan demikian kalau masyarakat melihat ada lintasan-lintasan LRT yang sedang dijalankan, maka itu dalam rangka melakukan testing dan commissioning,” kata Didiek.

Editor  : Sigit

Foto ; BPTJ



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix