KNKT Ingatkan Fatigue Management Saat Berkendara Jarak Jauh

20 / 05 / 2022 - in Berita

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selaku lembaga non-struktural yang memiliki tugas untuk melakukan investigasi dan penelitian kecelakaan transportasi di Indonesia terus mengupayakan agar kejadian kecelakaan yang disebabkan karena faktor manusia berupa kelelahan (fatigue) seperti ini tidak terulang.

KNKT sangat peduli dan fokus dengan faktor kelelahan yang merupakan faktor dominan terjadinya kecelakaan dengan aktif mengkampanyekan ketersediaan tempat peristirahatan bagi pengemudi baik di terminal maupun di tempat-tempat wisata. Selain itu, KNKT juga telah dua kali mengirimkan surat kepada Kementerian Pariwisata untuk memberikan himbuan terkait penyediaan tempat peristirahatan secara gratis bagi pengemudi di kota-kota dan tempat-tempat wisata seperti Jogja, Bandung, Bali, Candi Borobudur, dan lain sebagainya. Namun, hingga saat ini kedua surat tersebut belum kunjung ditanggapi.

Berdasarkan temuan di lapangan pada kecelakaan bus pariwisata Ardiansyah bernomor polisi S 7322 UW yang terjadi pada 16 Mei 2022.  Kejadian kecelakaan diawali dari Surabaya pada pukul 20.00 hari Sabtu malam dan tiba di Dieng pukul 04.00, lalu wisata sekitar Dieng sampai pukul 16.00 dan setelah itu menuju Jogja. Setibanya di Jogja, perjalanan wisata dilanjutkan ke Malioboro hingga pukul 22.00. Rombongan kembali menuju Surabaya pada pukul 24.00, kemudian sekitar pukul 04.30an tepatnya di KM 712.400/A tol Surabaya-Mojokerto kecelakaan pun terjadi.

KNKT melihat adanya aktifitas perjalanan yang begitu panjang secara terus menerus tanpa diselingi waktu untuk beristirahat dengan benar dan berkualitas bagi pengemudi. Seorjanto Tjahjono, Ketua KNKT mengatakan “Hal ini jelas bahwa pengemudi mengalami kelelahan sehingga sangat memungkinkan terjadinya kondisi di mana seseorang secara tiba-tiba tertidur selama beberapa detik (micro sleep) dan menurunnya tingkat kewaspadaan,” katanya.

“Kebanyakan saat wisata atau melakukan perjalanan panjang pengemudi bus itu dibiarkan istirahat hanya bertempat di dalam bagasi mobil. Padahal definisi beristirahat yang benar itu adalah pengemudi harus benar-benar tidur (deep sleep) posisi badan semuanya relaks, karena dengan deep sleep itu hormon drakula (dracula hormone melatonin) akan diproduksi tubuh secara optimal dan dengan begitu ketika kita bangun badan kita akan terasa segar”, ujar Soerjanto.

Oleh sebab itu, Seorjanto Tjahjono  menekankan kepada agensi perjalanan atau para pemandu wisata agar dapat membuat program wisata yang baik dengan memikirkan waktu dan tempat beristirahat bagi pengemudi yang berkualitas, serta terpenuhinya kesiapan pengemudi untuk bekerja secara fisik maupun mental demi memajukan kota-kota dan tempat-tempat wisata di Indonesia. Karena faktanya sampai hari ini peran seorang pengemudi masih kurang dihargai khususnya dalam hal keselamatan saat wisata.

“Mengingat bahwa 95% manusia di bumi merupakan manusia siang di mana siang hari waktunya bekerja dan malam hari waktunya untuk beristirahat. Di mana secara biologis, tubuh menyesuaikan hal ini sehingga utang tidur malam hari tidak akan bisa digantikan dengan waktu tidur yang dilakukan pada siang hari meski 12 jam pun karena si hormon drakula itu tidak dapat diproduksi oleh tubuh sebab kalo udah siang mataharinya muncul,” jelas Soerjanto.

Tercatat bahwa setidaknya terdapat lima faktor yang menyebabkan seorang pengemudi mengalami kelelahan di antaranya kemacetan di jalan, perjalanan panjang yang lebih dari delapan jam dan tidak tersedia pengemudi pengganti, tidak memiliki waktu beristirahat yang cukup sesampainya di tujuan, tidak baiknya kualitas istirahat pengemudi, dan kurangnya perhatian baik dari pemerintah maupun perusahaan khususnya mengenai tempat peristirahatan pengemudi.

Adapun tips yang dapat dilakukan saat hendak berwisata, KNKT menyarankan agar memilih angkutan wisata yang laik secara teknis dilengkapi dengan fasilitas keselamatan seperti sabuk keselamatan dan pengemudi yang berkompetensi baik, menyediakan tempat dan waktu istirahat bagi pengemudi yang memumpuni, bagi para agensi perjalanan dan pemandu wisata untuk selalu memastikan kesehatan pengemudi dengan sesekali menanyakan kepada pengemudi apakah lelah atau tidak dan menyarakannya beristirahat, serta sediakan pengemudi cadangan apabila perjalanan lebih dari 8 jam.

Editor : Sigit

Foto : KNKT



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix