Kesiapan Terminal Peti Kemas Belawan Hadapi MEA

10 / 01 / 2016 - in News

Keran persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2016 lalu. Kondisi ini berimbas pada pemberlakuan bea masuk barang dan jasa di seluruh negara anggota ASEAN sebesar nol (0) persen alias free atau maksimal 5 persen.

Menyikapi pemberlakuan MEA ini, pemerintah daerah (pemda) provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkirakan aktifitas ekspor/impor dari/ke Sumut akan meningkat tajam. Sehingga kesiapan pelabuhan sebagai pintu gerbang pertama arus distribusi barang melalui laut harus dipersiapkan dengan maksimal.

Persiapan pun telah dilakukan terutama di terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) yang membawahi wilayah kerja meliputi provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) dalam menghadapi MEA.

Sebelum diberlakukannya sistem pasar bebas MEA per 1 Januari 2016, menurut Tengku Irfansyah selaku Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo 1 BICT, pihaknya telah mempersiapkan diri dalam memaksimalkan layanan bongkar-muat supaya nantinya dapat berjalan lancar. Terbukti dengan ditingkatkannya sistem teknologi informasi, sistem kerja 24 jam dan kesiapan alat bongkar-muat termasuk fasilitas di pelabuhan.

“Sebagai pintu gerbang keluar-masuknya berbagai jenis komoditas dari atau ke Sumut, terminal peti kemas BICT di Gabion Belawan siap melayani arus bongkar-muat barang ekspor maupun impor yang diperkirakan akan meningkat sehubungan dengan mulai diberlakukannya pasar bebas MEA,” jelas Tengku Irfansyah.

Teks : Antonius S

Foto : Dokumen Pelindo I



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix