Kesalahan Penggunaan Truk Tangki

15 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Truk tangki hampir bisa bekerja di semua sektor industry mulai dari perumahan, kawasan pabrik, lokasi konstruksi hingga perusahaan transportasi. Khususnya untuk perusahaan yang memiliki lahan parkir luas diatas permukaan tanah. Tidak banyak tugas truk tangki, selain menyiram lahan yang berdebu, suplai air ke batching plant hingga bagian bengkel juga membutuhkan mobil tangki.

Dengan banyaknya industri yang menggunakan truk tangki, artinya banyak juga di pasaran truk tangki bekas yang layak pakai. Penggunaan truk tangki tetap harus disesuaikan fungsinya. Jangan memodifikasi konstruksi kendaraan hingga fungsi utama truk tangki bergeser jauh, ini bisa jadi kesalahan awal,” kata Arik Parlindra Asisten Kepala Bengkel Putra Singo Malang Gresik. Berikut kesalahan penggunaan dan perawatan truk tangki yang berujung seharusnya bisa dihindari.

Overload

Ini adalah kesalahan umum yang terjadi ketika perusahaan membeli truk tangki bekas yang awalnya dirancang untuk membawa komoditas lain, seperti bahan bakar. “Setiap cairan memiliki berat jenis yang berbeda, ini menimbang jumlah dalam satuan hitungannya dan satu jenis truk tangki umumnya hanya dirancang untuk membawa satu jenis cairan. Jadi mungkin akan overload ketika truk membawa muatan yang lain,” terang Arik.

Misalnya, muatan bensin secara signifikan lebih ringan daripada air, sehingga tangki bensin bekas akan kelebihan beban ketika diisi dengan air. Bahkan, sebuah truk tangki bensin kapasitas 10 ribu liter diisi dengan air, akan kelebihan beban sekitar hampir 3,5 ton. Overload semacam itu sangat berbahaya dan dapat merusak tangki, merusak rangka atau suspensi, dan menyebabkan pengendalian yang tidak stabil.

Kesalahan lain overload adalah perusahaan membebani kendaraan ketika menaruh tangki ke sasis yang digunakan tanpa membandingkan distribusi berat tangki dan air dengan memeriksa kapasitas axle depan belakang dan keseluruhan kendaraan. Dalam beberapa kasus, bobot tambahan akan melebihi kekuatan berat yang mampu ditanggung oleh axle. Jelas hal seperti ini akan berpengaruh pada kerja truk tangki, yang pasti truk itu beroperasi pada keadaan yang tidak aman,” tambahnya.

Mencoba mengompensasi potensi kelebihan muatan dengan mengisi sebagian tangki, hal ini juga tidak pernah berfungsi untuk selamanya. Karena pada suatu waktu, akan ada operator atau pengemudi yang secara tidak sengaja memenuhi tangki hingga penuh. Pengemudi tersebut bekerja tanpa menyadari bahwa kendaraannya overload. Solusi terbaik menghindari masalah adalah mencocokkan kekuatan sasis dengan bobot kotor tangki dan cairan yang diangkut.

Memperbesar pusat titik beban

Ini sering terjadi ketika perusahaan memesan truk tangki sendiri tanpa mengetahui sebenarnya kebutuhan perusahaan. “Mengubah truk sampah bekas, flatbed, atau trailer flatdeck dengan menambahkan tangki, dapat meningkatkan pusat titik beban pada kendaraan. Meskipun kendaraan sudah jadi, mungkin terlihat baik-baik saja ketika parkir. Tetapi bisa sangat tidak stabil saat berbelok, berjalan di jalan raya, atau bernegosiasi di tikungan jalan berbukit. Sebenarnya beralih ke ban profil rendah juga bisa membantu,” saran Arik.

Masalah ini juga dapat terjadi pada truk tangki baru ketika perusahaan memutuskan untuk menambah peralatan tambahan. Menambah dudukan selang di atas tangki dan menambahkan pipa besi berdiameter besar dapat menambah bobot sekitar setengah ton ke bagian tertinggi, yaitu manhole dan membuatnya tidak stabil. Solusi terbaik adalah menjaga semua berat tetap rendah dan memberi tahu karoseri bahwa akan ada peralatan tambahan yang akan dipasang untuk keperluan operasional.

Kompartemen tangki

Kadang ada tangki khusus yang dibuat tidak untuk kendaraan. Tetapi bisa terjadi ketika perusahaan mendapatkan tangki yang awalnya dirancang untuk pemasangan statis di tanah, lalu dipasang di truk. Tidak semua tangki aman untuk aplikasi tertentu. Perusahaan perlu memahami bahwa tangki yang dipasang pada kendaraan harus memiliki kompartemen internal yang memadai untuk mengurangi guncangan cairan dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang. Jika dibiarkan tidak terkendali, guncangan ini menghasilkan kekuatan signifikan yang akan menyebabkan masalah pengendalian dan bisa mengakibatkan kecelakaan.

Memotong dan menyambung sasis

Kadang-kadang pabrikan dan perusahaan mencoba mengubah sasis bekas menjadi truk tangki dengan memotong dan menyambung subframe di tengah kendaraan untuk menambah panjang. “Hal itu adalah sumber bencana dan harus dihindari. Memindahkan suspensi ke belakang dan memasangnya pada sasis sambungan juga dapat menyebabkan kecelakaan,” pesan Arik.

Modifikasi sasis yang lain yang harus dihindari termasuk pengelasan pada subframe yang dipanaskan. Logam yang dipanaskan dapat melemahkan titik pengelasan dan menyebabkan retak. Pelepasan atau pembuatan profil frame baru dapat mengubah konstruksi sasis. Karena lubang pengeboran dapat terlalu dekat dengan sambungan rangka atas atau bawah. Selain itu, menggunakan kembali baut pengencang lama atau menggunakan baut pengencang berukuran kecil dapat memengaruhi kekuatan sasis. Solusi teraman adalah menggunakan sasis yang sesuai dan konstruksi dari pabrikan.

Bukan pengemudi truk tangki

Di beberapa perusahaan, kendaraan yang jarang digunakan biasanya diserahkan kepada pengemudi yang sedang tidak bekerja. “Karena truk tangki termasuk kendaraan support jadi dianggap tidak perlu ada pengemudi khusus. Hal seperti ini bisa berpotensi bahaya karena menempatkan kendaraan pada kondisi berbahaya di tangan orang yang tidak terlatih,” katanya.

Truk tangki sedikit berbeda dari kendaraan lain karena pusat beban lebih tinggi dan membawa muatan cairan. Ketika beroperasi, sering truk tangki harus melalui jalan sempit dan bermanuver di lokasi pengisian. Kondisi ini membutuhkan pengemudi dengan berpengalaman, bukan pemula. Pengemudi truk tangki harus diberi pengajaran sebagai dasar pengendalian terlebih dahulu.

Memacu truk tangki pada kecepatan tinggi

Berkendara cepat memang kadang diperlukan di kasus yang jarang sekali. Tetapi dari karakteristik, truk tangki sangat tidak stabil ketika dioperasikan pada kecepatan yang berlebihan dan tikungan tajam, karena dapat menyebabkan truk terguling. Banyak kecelakaan disebabkan ketika truk tangki membuat belokan tajam. Jadi perlu mengedukasi pengemudi untuk tidak ngebut.

Tidak mengenakan sabuk pengaman

Truk tangki yang dirancang dengan baik dengan pengemudi terlatih dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan yang wajar, akan tetapi kecelakaan bisa terjadi karena pengemudi kendaraan lain memotong jalur tanpa memberi tanda terlebih dahulu. Pengemudi harus menggunakan sabuk pengaman selama di dalam kabin. Bisa itu dua titik atau sabuk pengaman baru untuk kendaraan komersial tiga titik.

Bekerja sendirian tanpa pendamping

Dalam kondisi terdesak dan pengemudi bingung mencari lokasi parkir. Mereka kadang-kadang membuat keputusan sendiri tanpa ada seseorang di bawah yang memandu. “Jika mereka beruntung, tidak ada apa-apa yang terjadi. Jika tidak, bisa menabrak seseorang. Idealnya, semua pengemudi harus mempunyai pendamping atau kenek untuk membantu mengetahui kondisi di luar kabin,” ujar Arik.

Tidak melakukan perawatan rutin

Memarkir truk tangki di belakang gudang dan mengabaikannya sampai ada pekerjaan selanjutnya adalah ide buruk. Truk tangki membutuhkan inspeksi dan perawatan berkala yang sama dengan truk lain. Paling tidak, truk tangki harus mendapat inspeksi harian atau mingguan sebagai bagian dari program perawatan preventif untuk mendeteksi dan mengatasi masalah. Beberapa poin yang harus diperiksa adalah ban, belt mesin, lampu hingga kebocoran tangki.

Editor : Sigit

 



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix