Kerusakan Ban Pada Bagian Tread

31 / 07 / 2021 - in Kontributor Ahli

Tread atau telapak adalah bagian dari sebuah ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Jadi tread adalah bagian dari sebuah ban yang paling rawan terhadap road hazard (kerusakan ban terkait dengan kondisi jalan) atau dengan kata lain kerusakan pada tread paling banyak diakibatkan oleh benturan, tusukan, dan irisan. Walaupun ada pula kerusakan pada tread yang diakibatkan oleh buruknya wheel alignment (spooring/keselarasan roda), kerusakan mekanis kaki-kaki kendaraan, skid (selip) maupun kesalahan proses produksi.

Pada ban jalan raya biasanya telapak mempunyai alur berpola. Pola telapak inilah yang biasanya berfungsi untuk menyibak genangan air (aquaplanning), menambah daya cengkeram ban pada permukaan jalan, aerodinamika, dan membedakan segmentasi medan pemakaian ban.

Dahulu orang tidak begitu mempersoalkan jenis pola telapak pada ban. Akibatnya banyak orang yang memaksakan untuk menggunakan satu jenis pola telapak saja yang cenderung netral sebagai all position tire (ban yang bisa digunakan di segala posisi pada sebuah kendaraan), seperti pada ban jenis bias (nilon).
Orang pada masa lalu paling hanya mengenal dua jenis pola telapak saja, yaitu rib (yang di lapangan sering disebut sebagai telapak cacing) dan lug (yang di lapangan sering disebut sebagai ban proyek). Dengan berkembangnya teknologi, akhirnya ditemukanlah ban jenis radial (kawat baja) yang menawarkan berbagai kelebihan seperti keamanan, kenyamanan, efisiensi, dan lebih ramah terhadap lingkungan daripada teknologi sebelumnya, yaitu ban bias.

Kemudian orang mulai mengembangkan tire management system yang terbukti ampuh untuk mengontrol dan mengefisienkan biaya penggunaan ban dalam sebuah perusahaan angkutan baik orang maupun barang. Nah, untuk memaksimalkan konsep tire management system, orang memerlukan berbagai macam pola telapak supaya dapat menyesuaikan dengan medan daerah operasional kendaraan, bahkan juga untuk menyesuaikan dengan posisi pada kendaraannya. Misalnya ada ban yang secara karakter lebih direkomendasikan untuk dipakai pada posisi setir (steering axle), gardan tarikan (drive axle), dan roda pengikut (free rolling axle).

Ban radial menyediakan banyak sekali pilihan untuk mengeksekusi tire management system. Namun sayangnya, buruknya infrastruktur jalan di Indonesia sering mempersulit spesialisasi untuk memaksimalkan pemakaian ban. Akibatnya berbagai macam pola telapak yang sudah disediakan oleh pabrikan ban, sering kurang berguna dengan maksimal.

Untuk jalan yang di negara maju dikategorikan sebagai kelas highway, kita tidak punya. Memang ada jalan tol, tapi juga samasekali tidak bebas hambatan, karena masih sering menjadi pusat kemacetan. Jalan tolnya pun tidak bisa dikategorikan sebagai kualitas highway, karena masih banyak lubang dan gundukan.

Itulah sebabnya mengapa ban jenis pola telapak highway yang sebenarnya diproyeksikan oleh pabrikan ban untuk mendapatkan usia kilometer sangat panjang sering tidak berhasil. Karena ban berpola telapak highway secara konstruksi memang didesain untuk mengejar usia kilometer saja dan tidak mempunyai karakter untuk bisa menerima multiple impact (benturan-benturan dengan lubang

atau gundukan kecil-kecil di jalan secara akumulatif) seperti ban yang mempunyai cut & tear resistance (ketahanan terhadap tusukan dan goresan) tinggi.

Maka untuk lebih amannya, kebanyakan teknisi ban lebih memilih untuk mengeksekusi ban berkarakter kombinasi on/off the road yang secara konstruksi lebih rigid dan sebenarnya lebih diharapkan oleh pabrikan ban untuk dipakai di regional road (jalan perdesaan). Dalam beberapa kasus ada juga, di mana medan yang harus dilalui dalam sebuah perjalanan sangat bervariasi, ada jalan aspal, jalan tanah liat, jalan berpasir, dan jalan bebatuan.

Maka dari itulah ban yang dipakai di negara berkembang performanya jauh lebih rendah dan permasalahannya jauh lebih tinggi daripada yang digunakan di negara maju. Overtonase bukan merupakan sumber permasalahan utama bagi ban, tapi tidak tepatnya tekanan udara di dalam ban, benturan, tusukan dan goresan di jalananlah yang selalu menjadi penyebab utama ban kolaps sebelum waktunya. Semua kendaraan mempunyai batas kemampuan daya angkut, tapi masih ada toleransi kelebihannya. Ban yang didesain untuk kendaraan tersebut juga mempunyai batas kemampuan daya angkut dan masih ada toleransi kelebihannya juga.

Jadi sebenarnya kita tidak memerlukan ban berkarakter highway apalagi snow, karena di samping negara kita tidak mempunyai lintasan semulus highway di negara maju dan bersalju, juga iklimnya sangat bertolak belakang dengan negara yang mempunyai salju.

Ban hanyalah penderita akhir dari sebuah proses berkendara. Dalam artian, ban tidak mungkin bisa rusak dengan sendirinya tanpa dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab, seperti yang sering disampaikan (secara bohong) oleh para sopir kepada pemilik kendaraan. Namun semua kerusakan pada ban pasti ada penyebab awalnya dan semuanya dapat diungkap secara logika teknik dalam ilmu tire forensic (mempelajari bangkai ban untuk menentukan kesalahan pemakaian pada kehidupan ban tersebut). Kerusakan ban bisa diakibatkan antara lain oleh perilaku sopir, kondisi kendaraan, kondisi jalan maupun kondisi muatan.

Untuk lebih jelasnya marilah kita kupas satu per satu beberapa kasus kerusakan ban pada bagian telapak (tread) yang paling sering kita jumpai di lapangan.

1. Center Wear (aus di tengah telapak)
Kerusakan ban sebelum waktunya karena alur tengahnya sudah habis lebih dulu.
Kemungkinan penyebab:
1. Ban sering mengalami kelebihan tekanan udara.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.

2. Both Shoulder Wear (aus di kedua sisi telapak)
Kerusakan ban sebelum waktunya karena kedua sisi telapaknya aus lebih dulu.

Kemungkinan penyebab:
1. Ban sering mengalami kekurangan tekanan udara.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.

3. Middle Rib/Punch Wear (aus di antara alur)
Satu atau dua alur telapak bagian dalam aus lebih dulu daripada alur telapak yang lain.
Kemungkinan penyebab:
1. Ban sering mengalami kekurangan tekanan udara.
2. Penggunaan dua ban ganda (double) dengan ketinggian, karakter atau jenis yang berbeda.
3. Ketidak beresan pada suspensi (shock absorber/per) atau bearing.
4. Velg tidak balance dengan ban.
5. HRO (High Run Out) velg tidak presisi.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.
2. Gunakan dua ban ganda (double) dengan ketinggian, karakter dan jenis yang sama.
3. Periksa suspensi pada kendaraan dan perbaiki bagian yang sudah aus.
4. Pastikan velg tidak oval, benjol, atau oval.
5. Velg perlu di-balancing.

4. Spot Wear (aus pada titik-titik tertentu)
Kerusakan ban berupa keausan tidak merata, pada bagian-bagian tertentu saja.
Kemungkinan penyebab:
1. Sistem pengereman bermasalah atau tidak balance.
2. Cara pengereman yang terlalu kasar.

Saran dan pencegahan:
1. Perbaiki dan balance sistem pengereman pada kendaraan Anda.
2. Lakukan pengereman lebih halus dan berperasaan.

5. River Wear (ujung rib, lug, block terkikis)
Kerusakan ban pada ujung rib, lug, block yang terkikis bagaikan erosi di sungai.
Kemungkinan penyebab:
1. Axle (as roda) terlalu mengayun dan kurang rigid.
2. Ketidakberesan pada kaki-kaki kendaraan.
3. Sering terjadi pada Free Rolling Axle (roda pengikut).

Saran dan pencegahan:
1. Gunakan axle yang sesuai dengan beban muatan.
2. Periksa dan perbaiki kerusakan sistem mekanis pada kendaraan Anda.

6. Impact Break (benturan)
Kerusakan ban berupa pecah menyilang dan melintang seperti huruf X, Y, Z, L, dan T.
Kemungkinan penyebab:
1. Tekanan udara dalam ban yang tidak sesuai dengan beban muatan.
2. Pemilihan ban yang kurang sesuai dengan medan daerah operasional.
3. Ban telah mengalami benturan keras dengan lubang, batu atau trotoar.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.
2. Pilih karakter ban yang sesuai dengan segmentasi medan jalan.
3. Kurangi kecepatan dan berhati-hati mengemudi di jalan rusak

7. Cut Burst (jebol terpotong)
Kerusakan berbentuk melintang atau memotong telapak ban
Kemungkinan penyebab:
1. Tekanan udara dalam ban yang tidak sesuai dengan beban muatan.
2. Mengemudi secara kasar di jalan rusak.
3. Ban mengalami benturan dengan lubang atau batu di jalan.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.
2. Berhati-hatilah mengemudi di jalan rusak.
3. Hindari benturan dengan lubang dan batu.

8. Tread Cut/Puncture (terpotong/tertusuk)
Kerusakan ban akibat adanya benda tajam yang menembus lapisan telapak.
Kemungkinan penyebab:
1. Kendaraan sering melewati lintasan jorok dan penuh benda tajam.

Saran dan pencegahan:
1. Hindari lintasan jorok dan bersihkan pool dari segala benda tajam.

9. Groove Crack (retak alur)
Kerusakan berupa keretakan atau sobekan pada alur/cerukan pada telapak ban.
Kemungkinan penyebab:
1. Tekanan udara yang berlebihan di dalam ban.
2. Panas yang berlebihan pada ban.
3. Batu kerikil yang terselip di dalam alur telapak.
4. Ban mengalami benturan keras.

Saran dan pencagahan:
1. Sesuaikan tekanan udara di dalam ban dengan beban muatan.
2. Lakukan pendinginan ban secara teratur selama perjalanan.
3. Bersihkan semua benda yang terselip di dalam alur telapak ban.
4. Efek benturan ada yang langsung bisa dirasakan seketika maupun tidak, namun benturan biasanya pasti akan memprovokasi timbulnya masalah di kemudian hari. Jadi tidak ada ban yang secara tiba-tiba bermasalah sendiri (secara gaib?)

10. Tread Separation (telapak mengelupas)
Kerusakan berupa terkelupasnya lapisan telapak ban dari kerangkanya.
Kemungkinan penyebab:
1. Tekanan udara di dalam ban yang tidak sesuai dengan beban muatan.
2. Kecepatan terlalu tinggi di jalanan rusak.
3. Panas yang berlebihan akibat kurang istirahat pendinginan.
4. Perekatan yang kurang baik antara lapisan telapak dengan kerangka ban.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara di dalam ban dengan beban muatan.
2. Kurangi kecepatan di jalanan rusak.
3. Lakukan istirahat pendinginan secara berkala.
4. Hubungi teknisi ban Anda.

11. Rib/Lug /Block Tearing (telapak tercabik)
Kerusakan berupa tercabiknya telapak pada ban yang membuat terangkatnya rib, lug atau block.

Kemungkinan penyebab:
1. Tekanan udara di dalam ban kurang sesuai dengan beban muatan.
2. Kendaraan sering menyisir naik turun bahu jalan.
3. Ban pernah bertumpu di atas batu.
4. Kendaraan sering berbelok secara tajam dengan muatan berat.
Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan tekanan udara di dalam ban dengan beban muatan.
2. Usahakan kendaraan jangan sering menyisir naik turun bahu jalan.
3. Hindari ban bertumpu di atas batu.
4. Perbesar radius putar ketika kendaraan sedang bermuatan berat.

12. Spin Damage (aus karena selip).
Kerusakan pada telapak ban akibat selip dan tergores/terbakar.
Kemungkinan penyebab:
1. Pemakaian pola telapak ban yang tidak sesuai dengan kondisi medan jalan.
2. Ban dipaksa berputar kendati kendaraan tidak bergerak samasekali.
Saran dan pencegahan:
1. Pilihlah pola telapak ban yang sesuai dengan medan jalan.
2. Jangan paksa ban terus berputar jika kendaraan samasekali tidak bergerak.
Itulah sebagian kecil kasus kerusakan pada telapak yang paling sering/umum terjadi sehari-hari. Jadi walaupun ban adalah bagian dari kendaraan yang kerjanya paling jorok, karena sepanjang jalan terus menerus harus menggilas apa saja, tapi ban tetap butuh perhatian dan perawatan. Ban selalu menjadi objek penderita dari semua ketidakberesan cara mengemudi, kondisi jalan, kondisi kendaraan, dan kondisi beban muatan.
Banyak orang samasekali tidak (mau) memahami bahwa bangkai sebuah ban bisa menceritakan apa yang telah terjadi padanya dalam kehidupannya, sama saja seperti ilmu forensik pada jasad manusia. Padahal semua produk teknologi pasti mempunyai konsekuensi yang masuk logika teknik.
Kita semua bisa belajar dari persoalan kecil maupun besar, namun kita harus senantiasa mau membuka pikiran agar ilmu pengetahuan bisa masuk.
“Kebodohan hanya akan menyebabkan keborosan, kepandaian akan menyebabkan efisiensi.” ( Adolf Hitler – 1936 ).

Bambang Widjanarko
Independent Tire Analyst.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix