Kerusakan Ban Pada Bagian Bead

30 / 07 / 2021 - in Kontributor Ahli

Bead adalah pondasi dari sebuah ban. Sebenarnya yang lebih tepat untuk dianggap sebagai pondasi dari sebuah ban adalah himpunan beberapa helai kawat baja (menyerupai sapu lidi) yang tertanam di dalam bead area dan biasa disebut dengan bead wire (kawat bead). Namun dalam bahasa sehari-hari yang sering digunakan antar teknisi ban, bead wire yang dibungkus oleh karet itu biasa disebut dengan bead saja. Mengapa bead wire harus terdiri dari himpunan beberapa helai kawat baja? Mengapa tidak berupa satu batang kawat baja yang tebal saja? Karena karakter yang dibutuhkan oleh bead wire adalah harus kuat/ulet, namun sekaligus juga liat/lentur.

Bead wire berfungsi untuk menahan/pegangan kedua ujung sabuk baja (body plies) yang melingkari ban dan merupakan kerangka dari sebuah ban. Bead berfungsi untuk menjamin kekuatan pemasangan/kedudukan ban pada velg, supaya ban kokoh menyatu dengan velg dan tidak mungkin terlepas dengan sendirinya dari velg.
Diameter bead selalu identik dengan ukuran diameter velg yang biasanya diidentifikasikan dalam satuan inci. Contoh: ban ukuran 10.00 R 20 biasanya menggunakan velg dengan ukuran 7.50 – 20. Baik ban maupun velg, keduanya mempunyai ukuran diameter yang sama, yaitu ring 20 inci.

Saat ban beroperasi pada kondisi tekanan udara yang sesuai dengan beban muatannya, bead (pondasi) dan sidewall (dinding samping) seharusnya berperan menjadi tumpuan utama untuk menanggung seluruh beban kendaraan dan muatannya. Oleh karena itu bead area dan sidewall area bisa dianggap sebagai bagian yang paling rawan/kritis dari sebuah ban, apalagi jika kendaraannya bermuatan overtonase.

Bead yang berfungsi sebagai pondasi dari sebuah ban menjadi pusat konsentrasi panas yang tersalur dari segala arah. Baik panas yang berasal dari sistem rem (brake system) yang mengalir melalui velg, juga panas akibat dari gesekan/friksi antara telapak ban (tread) dengan permukaan jalan yang mengalir melalui sidewall.

Mengingat pentingnya peran dari bead dan sidewall, maka kedua bagian ini butuh perhatian khusus. Agar bead area dan sidewall area tidak mengalami masalah dalam operasionalnya, maka sangat perlu untuk menjaga kestabilan dan ketepatan ukuran tekanan udara di dalam ban. Sopir harus senantiasa memperhatikan dan menjaga agar tidak sampai terjadi kekurangan tekanan udara dalam ban. Karena tekanan udara yang terlalu rendah dapat mengakibatkan bead selalu bergerak-gerak/bergesekan dan tidak dapat duduk dengan mantap pada bead seat (tempat duduk bead pada velg), sehingga memicu timbulnya panas yang berlebihan pada bead. Kekurangan tekanan udara juga mengakibatkan defleksi yang berlebihan pada sidewall yang pada akhirnya juga akan menambah produksi panas dan memprovokasi timbulnya berbagai macam permasalahan pada ban. Kuncinya, pada kendaraan bermuatan beban berat perlu diusahakan agar bagian sidewall tidak sering berdenyut/defleksi dan bisa se-rigid (kaku) mungkin. Caranya adalah dengan menambah tekanan udara dalam ban.

Sering terjadi sopir merasa bingung mengapa pada jalanan yang lurus dan rata tiba-tiba bead area mengalami keretakan. Mengapa justru bukan ketika kendaraan sedang berada di medan naik turun dan berkelak kelok? Sopir sering sekali terkecoh dalam situasi seperti ini.
Sebenarnya panas yang berlebihan diperoleh bead pada saat berada di medan jalan yang naik-turun dan berkelak-kelok akibat dari defleksi dan penggunaan rem yang berlebihan pada medan jalan naik turun dan berkelak-kelok. Namun, udara panas yang terperangkap dalam bead area tidak terdeteksi oleh sopir, karena pada permukaan dinding ban temperatur karetnya cuma hangat saja. Sementara bead wire (kawat bead) yang berada di dalam bead area sudah bersuhu sangat panas dan mengakibatkan karet yang membalut bead wire sudah mendidih dan berubah wujud seperti jelly (bubur).
Jika keadaan seperti ini tidak disadari oleh sopir dan kendaraan dipaksakan untuk berjalan terus tanpa beristirahat dahulu, pasti akan menyebabkan keretakan pada bead area atau terlepasnya lapisan chafer atau terlepasnya lilitan body plies pada bead wire. Maka dari itu, sangat penting bagi sopir untuk senantiasa mengistirahatkan kendaraannya ditengah-tengah atau setelah melintasi medan jalan yang naik turun dan berkelak kelok. Juga sebaiknya sopir berusaha membiasakan diri untuk banyak menggunakan exhaust brake (rem angin) pada kondisi jalan seperti itu.

Marilah kita bahas sebagian permasalahan yang paling sering/umum terjadi dari sekian banyak permasalahan yang ada pada bead, karena tidak mungkin kita membahas seluruhnya dalam rubrik TruckMagz.

1. Torn Bead (Bead Tercabik)
Kerusakan pada bead berupa lecet atau karet tercabik.

Kemungkinan penyebab:
1. Kesalahan pada saat proses bongkar pasang ban karena SDM yang kurang ahli.
2. Tidak menggunakan peralatan yang baik dan benar pada proses bongkar pasang ban.
3. Bead sering dipukul dengan palu dan diganjal dengan potongan besi siku.
Saran dan pencegahan:
1. Miliki tukang bongkar-pasang ban yang benar-benar ahli.
2. Pelajari cara bongkar pasang dengan menggunakan peralatan yang baik dan benar.
3. Gunakan slide hammer dan vaseline khusus ban, bukan produk dari Nivea, sabun atau oli.

2. Rim Cut (Terpotong Velg)
Kerusakan pada bagian bead akibat terpotong oleh velg.
Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang tidak sesuai dengan ukuran ban seperti yang direkomendasikan oleh pabrik ban.
2. Kondisi velg kurang layak pakai, berkarat, penjol, kotor.
3. Jika velg pecah atau retak, ban pasti langsung menerima akibatnya.
Saran dan pencegahan:
1. Gunakan ukuran velg yang sesuai dengan ukuran ban yang disarankan oleh pabrik ban.
2. Lakukan regenerasi velg yang sudah kurang layak pakai.
3. Hati-hati dalam merekondisi velg.

3. Broken Bead Wire (Bead Putus)
Kerusakan pada bead yang mengalami putus seperti diiris.
Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang tidak sesuai dengan ukuran ban seperti yang direkomendasikan oleh pabrik ban.
2. Kondisi velg kurang layak pakai dan kotor.
3. Bead tidak duduk dengan tepat pada velg.
Saran dan pencegahan:
1. Gunakan ukuran velg yang sesuai dengan ukuran ban yang direkomendasikan oleh pabrik ban.
2. Pastikan velg masih layak pakai dan cukup bersih.
3. Usahakan ban terpasang dengan baik pada velg.

4. Bead Deformation (Bead Berubah Bentuk)
Kerusakan pada bead seperti mengalami perubahan bentuk menjadi bengkok.
Kemungkinan penyebab:
1. Kesalahan dalam proses pengiriman ban.
2. Kesalahan dalam proses bongkar pasang ban.
3. Pemakaian velg yang tidak layak dan tidak sesuai ukuran.
Saran dan pencegahan:
1. Berhati-hati dalam proses pengiriman ban.
2. Berhati-hati dalam proses bongkar pasang ban.
3. Perhatikan kondisi kelayakan dan ukuran velg.

5. Bead Crack Outer (Bead Retak Bagian Luar)
Bead mengalami keretakan melingkar di bagian luar mengelilingi velg.
Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang kurang sesuai dengan ukuran ban.
2. Ban sering mengalami kekurangan tekanan udara.
3. Kendaraan sering berbelok secara tajam dan pengereman mendadak dengan muatan berat.
4. Udara panas yang terjebak dalam bead area, karena terlalu seringnya penggunaan rem tanpa istirahat.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan ukuran velg dengan ukuran ban.
2. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.
3. Kurangi beban muatan.
4. Istirahatkan kendaraan setelah menempuh perjalanan di medan naik-turun dan berkelak- kelok.

6. Bead Crack Inner (Bead Retak Bagian Dalam)
Bead mengalami keretakan melingkar di bagian dalam mengelilingi velg.
1. Ukuran velg yang tidak sesuai dengan ukuran ban.
2. Ban sering mengalami kekurangan tekanan udara.
3. Kendaraan sering berbelok secara tajam dan pengereman mendadak dengan muatan berat.
4. Udara panas yang terjebak dalam bead area, karena terlalu seringnya penggunaan rem tanpa istirahat.

Saran dan pencegahan:
1. Sesuaikan ukuran velg dengan ukuran ban.
2. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan.
3. Kurangi beban muatan.
4. Istirahatkan kendaraan setelah menempuh perjalanan di medan naik-turun dan berkelak-kelok.

7. Bead Separation (Bead Terkelupas)
Kerusakan berupa kembung melingkar sepanjang bead area akibat lepasnya rekatan karet yang membungkus kawat bead.

Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang kurang tepat dengan ukuran ban.
2. Bead tidak duduk dengan tepat pada velg.
3. Defleksi berlebihan akibat ban sering kekurangan tekanan udara.
4. Pengoperasian ban yang terlalu lama tanpa istirahat.
5. Kurang rekatnya proses pembalutan kawat bead.
Saran dan pencegahan:
1. Gunakan ukuran velg yang tepat dengan ukuran ban.
2. Usahakan agar bead terpasang dengan baik pada velg agar tidak selalu bergerak selama kendaraan beroperasional.
3. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan kondisi beban muatan.
4. Istirahatkan kendaraan Anda secara berkala selama beroperasional.
5. Hubungi teknisi ban Anda.

8. Chafer Separation (Chafer Terkelupas)
Kerusakan pada bagian bead berupa terangkatnya lapisan chafer yang membalut kawat bead.
Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang kurang tepat dengan ukuran ban.
2. Bead tidak duduk dengan tepat pada velg.
3. Defleksi berlebihan pada akibat ban sering kekurangan tekanan udara.
4. Pengoperasian ban yang terlalu lama tanpa istirahat.
5. Kurang rekatnya lapisan chafer yang membungkus kawat bead.
Saran dan pencegahan:
1. Gunakan ukuran velg yang tepat dengan ukuran ban.
2. Usahakan agar bead terpasang dengan baik pada velg agar tidak selalu bergerak selama kendaraan beroperasional.
3. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan kondisi beban muatan.
4. Istirahatkan kendaraan Anda secara berkala selama beroperasional.
5. Hubungi teknisi ban Anda.

9. Ply Turn Up Separation (Lapisan Turn Up Terkelupas)
Terlepasnya lapisan turn up yang membalut kawat bead.
Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang kurang tepat dengan ukuran ban.
2. Bead tidak duduk dengan tepat pada velg.
3. Defleksi berlebihan pada saat kendaraan menikung akibat ban sering kekurangan tekanan udara.
4. Pengoperasian ban yang terlalu lama tanpa istirahat.
5. Kurang rekatnya lapisan turn up yang membungkus kawat bead.
Saran dan pencegahan:
1. Gunakan ukuran velg yang tepat dengan ukuran ban.
2. Usahakan agar bead terpasang dengan baik pada velg agar tidak selalu bergerak selama kendaraan beroperasional.
3. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan kondisi beban muatan.
4. Istirahatkan kendaraan Anda secara berkala selama beroperasional.
5. Hubungi teknisi ban Anda.

10. Bead Bursting (Bead Jebol)
Kerusakan pada bead akibat terlepasnya atau terputusnya lilitan kawat baja pada kawat bead.
Kemungkinan penyebab:
1. Ukuran velg yang kurang tepat dengan ukuran ban.
2. Bead tidak duduk dengan tepat pada velg.
3. Defleksi berlebihan pada saat kendaraan menikung karena ban kekurangan tekanan udara.
4. Temperatur bead yang sangat panas akibat pengoperasian ban yang terlalu lama tanpa istirahat.

Saran dan pencegahan:
1. Gunakan ukuran velg yang tepat dengan ukuran ban.
2. Usahakan agar bead terpasang dengan baik pada velg agar tidak selalu bergerak selama kendaraan beroperasional.
3. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan kondisi beban muatan.
4. Lakukan pendinginan rem dan ban sepanjang perjalanan (istirahat) secara berkala.

11. Bead Burned (Bead Terbakar)
Kerusakan pada bagian bead yang berubah wujud seperti karet gosong atau arang akibat panas berlebihan
Kemungkinan penyebab:
1. Panas yang berlebihan akibat dari pengoperasian ban yang terlalu lama tanpa beristirahat.
2. Panas yang berlebihan akibat dari rusaknya sistem pengereman (rem gancet).
3. Bead tidak duduk dengan tepat pada velg (selalu bergerak).
4. Penggunaan rem yang terlalu sering dalam waktu lama pada jalan naik-turun dan berkelak-kelok.

Saran dan pencegahan:
1. Lakukan pendinginan rem dan ban sepanjang perjalanan (istirahat) secara berkala.
2. Perawatan sistem pengereman secara berkala.
3. Usahakan bead terpasang dengan tepat pada velg.
4. Usahakan untuk menggunakan exhaust brake pada jalan naik-turun dan berkelak-kelok.

12. Migrating Bead Wire (Kawat Bead Muncul)
Kerusakan berupa kawat bead muncul keluar pada posisi abnormal, tanpa ada kerusakan lain pada bead.
Kemungkinan Penyebab:
1. Kesalahan produksi.

Saran dan Pencegahan:
1. Hubungi teknisi ban Anda.

13. Rounded Bead (Bead Membulat)
Kerusakan pada bead yang berubah bentuk menjadi bulat akibat dari friksi/gesekan dengan velg.
Kemungkinan penyebab:
1. Bead tidak terpasang secara tepat pada velg dan selalu bergerak-gerak sepanjang perjalanan. Hal ini mengakibatkan timbulnya panas yang bisa memprovokasi munculnya berbagai jenis permasalahan lain pada bead.
2. Ban sering mengalami kekurangan tekanan udara yang mengakibatkan defleksi berlebihan.
Saran dan Pencegahan:
1. Usahakan bead terpasang dengan tepat pada velg.
2. Sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan kondisi beban muatan.
Demikianlah beberapa permasalahan seputar bead yang paling sering/umum terjadi sehari-hari di lapangan. Memang masih ada puluhan kasus lagi yang kerap terjadi seputar

bead, jika kita benar-benar ingin membahas secara sangat detail.
Oleh sebab itu maka sangat dibutuhkan teknisi-teknisi yang benar-benar memahami tentang teknis ban yang mau terjun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus melakukan edukasi, tidak hanya bersembunyi di dalam pabrik saja sepanjang masa, karena menghindari konflik/benturan dengan pengguna ban.

Bukan hanya sekedar surat penerimaan atau penolakan claim saja yang dibutuhkan oleh pengguna ban, tapi penjelasan dan saran-saran lebih perlu, agar tidak terjadi lagi permasalahan serupa di kemudian hari. Tidak ada sebuah permasalahan terkait ban pun yang tidak ada solusinya.

 

Bambang Widjanarko
Independent Tire Analyst.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix