Kenali Masalah Kendaraan yang Disebabkan Oli Mesin

15 / 04 / 2020 - in Tips & Trik

Masalah pada kendaraan niaga bisa menjadi masalah rumit bagi pengusaha transportasi. Apalagi masalah yang mengakibatkan kerusakan mesin. “Salah satu penyebab kerusakan mesin adalah oli mesin. Masalah bisa sangat sulit dideteksi Karena oli berada di dalam mesin diesel dan melumasi hampir semua komponen yang bergerak. Jika tidak segera ditangani, masalah akan meluas ke komponen yang lain,” Hasyim Field Advisor PT Perkasa Kencana Motor

Oli mesin diesel diformulasikan khusus untuk kondisi operasional yang spesifik, sehingga oli mesin diesel tidak bisa saling diganti dengan oli mesin bensin. “Kondisi pengoperasian oli yang berbeda, maka berbeda pula formula yang diperlukan. Selain itu, oli mesin diesel menggunakan tingkat formula yang lebih tinggi dari pada oli di mesin bensin. Tugas oli adalah untuk melindungi antara permukaan gesek dan meminimalkan keausan. Sirkulasi oli melalui mesin juga membawa panas kembali ke bak oli sehingga memiliki fungsi pendinginan, terutama pada piston dan turbocharger,” tambah Hasyim.

Berikut fungsi spesifik oli yaitu:
• Deterjen untuk membersihkan residu.
• Dispersan untuk menjaga kotoran yang tidak diinginkan masuk dalam sirkulasi
• Aditif anti-aus untuk untuk memberi perlindugan film pada bagian yang bergerak.
• Anti-korosi dan inhibitor karat untuk melindungi bagian logam dari belerang yang masuk melalui bahan bakar.
• Anti-oksidan untuk meminimalkan oksidasi oli yang dapat menyebabkan peningkatan viskositas, pemecahan oli, pembentukan lumpur dan endapan.
• Peningkatan viskositas untuk memastikan bahwa oli tidak tidak mengental ketika suhu dingin dan tidak encer pada suhu operasional maksimum.

Ada tiga jenis oli yang umum di pasaran. oli mineral, semi-sintetik, atau sepenuhnya sintetik. Oli sintetik dapat menahan suhu operasional yang lebih tinggi tanpa menjadi rusak dibandingkan oli mineral. Oli sintetik biasanya berasal dari turunan oli mineral, yang disempurnakan dan dimodifikasi untuk mendukung bahan kimia organik. Interval penggantian oli bisa lebih lama untuk oli sintetis, karena oli sintetis memiliki laju penurunan yang lebih lambat seiring penggunaan mesin. Pertimbangan serupa berlaku untuk oli transmisi dan gearbox.

Jika mesin bermasalah dan menemukan penyebabnya bukan dari komponen, bisa jadi karena tekanan oli. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan tekanan oli menjadi tidak normal adalah:
• Level oli yang rendah di bak penampung sehingga oli tidak dapat dihisap naik oleh pompa. Masalah ini terjadi karena oli jarang diperiksa sehingga penyusutan oli tidak terpantau.
• Kontaminasi oli dengan bahan bakar diesel. Bercampurnya oli dan BBM akan menurunkan viskositas oli dan dapat menurunkan tekanan.
• Kontaminasi oli dengan coolant. Material berbahan dasar air akan menyebabkan emulsi
dan endapan minyak. Bahan glikol juga akan menghasilkan asam yang korosif. Kebocoran jenis ini terjadi karena maslah packing mesin atau seal yang getas.
• Filter oli tersumbat. Ini menyebabkan aliran oli terhambat. Filter oli jarang diperiksa sehingga kotoran menumpuk dan menyumbat aliran oli.
• Bypass valve oli tersumbat
• Pompa oli tersumbat, ini terjadi ketika filter pada pipa input tersumbat.
• Bearing camshaft yang aus sehingga tidak bisa memberikan batasan terhadap aliran oli.

Teks : Sigit A

Foto : Bayu



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix