Kenali Karat dan Antisipasinya

07 / 10 / 2021 - in Tips & Trik

Karat ini adalah masalah yang hampir menimpa semua jenis kendaraan. Hal ini juga masalah klasik yang menimpa transportasi atau konstruksi di area dekat pantai. Karat atau korosi adalah oksidasi logam yang disebabkan oleh uap air, kelembaban yang bergabung memulai reaksi kimia. Korosi dapat juga merupakan hasil bergabungnya dua logam yang berbeda, biasanya baja dan aluminium.

Abdur Rohmat Asisten Kepala Bengkel Surya Kalioso Sidoarjo menjelaskan, karat pada kendaraan dimulai dengan paparan kandungan garam atau uap air yang terus-menerus pada titik tertentu. “Material ini bisa menempel pada logam keras dan mampu bertahan meskipun sudah dibilas, dan terus bekerja selama ada uap air walaupun dalam jumlah yang tipis. Aluminium dan logam lain yang relatif mahal secara alami tahan korosi, tetapi pada akhirnya akan berkarat juga,” katanya.

Klasifikasi Karat

Tingkat korosi dalam trailer dapat dibedakan dari karat ringan hingga kerusakan total pada plat. “Bergantung pada desain masing-masing trailer, ada banyak cara yang berbeda di mana korosi terjadi dan tingkatannya. Semua sangat bervariasi tergantung pada medan kerja, frekuensi pemeliharaan, dan jenis plat yang digunakan. Namun secara umum, pembentukan karat pada plat besi yang berujung pada hilangnya kekuatan struktural, terjadi di daerah yang bisa menimbulkan atau menjebak kelembaban misalnya penumpukan tanah dan lumpur,” tegasnya. Untuk menyederhanakan identifikasi, klasifikasi, dan kapan melakukan inspeksi kendaraan, berikut tahapannya.

Tahap 1 – Karat di Permukaan

Korosi ringan dan halus pada permukaan bagian logam disebut karat permukaan dan kadang-kadang merupakan indikasi pertama korosi yang bisa diamati. Pengemudi harus segera memperingatkan bagian bengkel trailer untuk mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran karat. Karat permukaan dapat terjadi di belakang panel bodi trailer terutama jika lapisan pelindung tergores atau rusak.

Tahap 2 – Karat Serius

Karat di permukaan, jika dibiarkan tanpa pengawasan, akan berkembang menjadi bentuk korosi yang biasanya terlihat seperti plat yang teroksidasi, baik pada logam polos atau yang sudah dicat. Pengelupasan ini terjadi karena reaksi karat meningkatkan volumenya hingga menembus lapisan pertama plat.

Tahap 3 – Karat Meluas

Tahap akhir dari proses korosi adalah pembentukan karat yang sudah sepenuhnya teroksidasi ke bagian dalam. Ini menghasilkan lubang atau serangkaian lubang di panel atau struktural trailer ketika karat bersihkan. Kategori ini biasanya hanya bisa diperbaiki dengan penggantian panel yang terkena karat.

Klasifikasi Struktur Kendaraan

Komponen struktural kendaraan dapat dikategorikan sesuai dengan kepentingan bagian trailer. Misalnya, sub-frame dan bagian struktural dasar lainnya harus benar-benar bebas dari karat karena kerusakan pada bagian itu dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan dan mungkin menyebabkannya kekakuan. Masalah seperti itu mungkin juga akan meningkatkan peluang kecelakaan

Struktur Primer

Kategori ini mencakup segala struktur atau komponen yang jika rusak akan membuat kendaraan tidak terkendali atau sangat tidak aman. Komponen struktur trailernya:

1. Struktural utama seperti sub-frame dan main frame.

2. Pemasangan suspensi dan komponennya.

3. Titik dudukan perangkat setir.

4. Semua panel lantai.

Struktur Sekunder

Kategori kedua mencakup struktur atau komponen apa saja yang jika berkarat tidak akan langsung memengaruhi kemampuan kontrol kendaraan. Biasanya, karat permukaan tidak akan terjadi karena sudah diantisipasi dengan perawatan rutin.

1. Mudflap (slebor roda) dan fender

2. Atap kabin atau atau wing box.

Metode Inspeksi

Kerusakan akibat karat dan korosi bisa diketahui sejak awal sebelum karat meluas. Pengemudi harus melihat bagian bawah kendaraan, sebaiknya melakukan inspeksi sebelum dan sesudah melakukan perjalanan. “Mekanik harus memeriksa area di sekitar bagian yang dimaksudkan pengemudi dan melakukan inspeksi berkala dengan cermat. Tetapi inspeksi korosi harus dilakukan lebih sering untuk kendaraan yang beroperasi di daerah dingin atau melewati tepi pantai,” tambah Abdur.

Inspeksi visual biasanya dilakukan karena korosi serius akan muncul diawali dengan pengelupasan cat. Di bagian bawah bodi truk yang rentan terhadap karat, seperti perangkat suspensi dan komponen struktural utama meliputi sasis, lantai, kusen, dan sub-frame, karat bisa diperiksa dengan dengan memukul menggunakan kayu. Metode ini juga dapat digunakan untuk memeriksa keberadaan karat di daerah lain di mana kerusakan sudah terlihat seperti di dalam lengkungan roda.

Waktu yang ideal untuk menemukan kerusakan akibat korosi adalah selama perawatan, yaitu ketika mekanik menggunakan check list untuk memeriksa kendaraan. Semua orang tahu seperti apa karat itu, tetapi korosi tidak selalu merupakan warna karat cokelat yang muncul. Karat bisa berwarna sama dengan logam tempat oksidasi terbentuk atau mungkin agak lebih gelap. Korosi sering terjadi seperti luka pada kulit. Seperti pembengkakkan atau tonjolan yang merusak tampilan logam. Korosi juga melemahkan logam dan bagian-bagian yang menyusunnya,” ungkapnya.

Abdur menambahkan, “Perhatian besar harus diberikan ketika memukul, pastikan panel atau cat tidak tergores atau rusak. Harus diingat bahwa tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui apakah ada karat, bukan untuk menentukan luasnya. Saat memeriksa karat serius, perlu memperhatikan titik pengelasan. Area ini sering berkarat. Panel apa pun yang terbuka dan terpapar langsung oleh air atau kelembaban, korosi harus diperbaiki jika sudah terlihat lubang karat,” katanya.

Perangkat setir dapat menjadi kaku atau keras jika diabaikan, dan kurangnya grease pada titik mana pun tidak hanya menciptakan kekakuan tetapi juga memungkinkan oksidasi terjadi. Ini sama seperti di bawah ujung depan truk atau tractor head, tempat geometri setir berada. Apakah ada sesuatu di area ini yang terlihat lebih kering dari yang seharusnya? Adakah tanda-tanda gerigi rajin dilumasi secara teratur? Bagaimana dengan roda, apakah ada tanda-tanda karat di sekitar bearing roda? Itu bisa berarti mur dan baut roda rusak. Apakah ada tanda seal yang bocor atau oli berkurang?

Perbaikan Komponen Elektrik

Truk dan tractor head memiliki banyak bagian listrik dan elektronik yang sensitif dan rentan terhadap korosi jika terus-menerus terkena percikan air. “Kabel yang terbuka terangkai di sepanjang sasis dan di bawah kabin mungkin akan tahan tapi tidak dalam waktu lama. Inspeksi harus memungkinkan kabel senantiasa kering dan aman terlindung,” ujarnya.

Banyak konektor plug-in dirancang untuk menjaga kelembaban, tetapi komponen itu juga harus diposisikan aman sehingga air bisa mengalir secara alami ke bawah. Gejala kerusakan kabel bisa dilihat dari munculnya kerutan atau kulit kabel mengalami keausan dini. Bisa oleskan cairan bitumen di kabel untuk membantu mencegah korosi dan meningkatkan konduksi arus listrik. Setiap koneksi di dalam kotak sekring harus dilindungi, dan akan lebih aman jika kotak disegel dengan baik.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengamankan kabel dan konektor.

Jangan sekali-kali melubangi kulit kabel karena itu akan memungkinkan bahan kimia untuk masuk ke kabel dan mengoksidasi serabut kabel. Saat inspeksi sirkuit, raba dengan tangan dan rasakan tekstur kabel.

Bersihkan oksidasi atau bentukan kelembaban yang menumpuk, terutama material yang menyebabkan lembab, dengan sering mencuci lalu mengeringkannya. Jangan mencuci terlalu kuat, karena air dapat masuk ke area yang nantinya akan menggenang.

Setelah membersihkan, oleskan lem isolator pada colokan dan pin soket.

Bersihkan konektor plug-in dengan sikat halus setiap enam bulan.

Perbaikan Bodi Trailer

Karat di permukaan pada komponen struktur trailer tidak akan menjadi ancaman. Namun harus segera diperbaiki sebelum menjadi serius. “Perbaikannya hanya dengan menghapus deposit dan oleskan pelapis anti-karat atau oli sesuai kebutuhan. Kalau memungkinkan setelah dibersihkan bisa dicat ulang dengan prosedur yang benar. Aplikasikan lapisan anti-karat dengan merata dan menutup semua permukaan,” kata Abdur.

Perbaikan yang dilakukan pada komponen struktur trailer dengan body compound tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi, lapisan tipis fiberglass bisa digunakan untuk menghaluskan komponen non-struktural. Setelah kendaraan diinspeksi, perbaikan ke komponen struktur trailer sebaiknya jangan terburu-buru. Cara terbaik adalah awali memeriksa ulang strukturnya lalu melapiskan fiberglass di atas permukaan.

Mungkin tempat paling berbahaya untuk korosi pada trailer adalah pengait trailer dan area di atasnya. Korosi yang melemahkan struktur tersebut mengancam kemampuannya untuk menjaga trailer tetap melekat pada kendaraan yang menariknya.

Inspeksi yang tepat adalah dengan memarkir trailer di permukaan tanah yang kuat dan datar. Trailer harus bersih dari minyak dan kotoran sehingga semua terlihat jelas. “Kemudian inspeksi bisa dimulai. Dari bawah pengait trailer, perhatikan permukaan atas dan bawahnya. Beberapa trailer memiliki bibir pengangkat yang memanjang beberapa inci ke depan dari ujung depan. Bagaimana kondisi area itu dan seberapa kuat? Ketuk dengan kayu dan dengarkan suara plat besi yang terdengar. Lalu, amati sedikit ke belakang. Periksa setiap sambungan pengelasan, apakah bearing pengait bisa berputar secara bebas saat kendaraan belok? Apakah bearing tegak lurus terhadap permukaan lempeng? Apakah bearing itu kencang dan tampak aus pada permukaannya? Sebenarnya cukup sederhana, hanya perlu waktu sebentar dan cermat,” pesannya.

Karat yang meluas pada komponen non-struktural hanya dapat diperbaiki dengan mengganti plat yang terkena karat atau sepenuhnya membersihkan semua material yang berkarat dan memperkuatnya sehingga kekuatan asli plat akan kembali. Jika menemukan karat di struktur trailer perbaikan pertama biasanya dengan melapisi memberikan lapisan bitumen.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix