Kementerian PUPR Tangani Jalur Logistik di Sulsel yang Putus akibat Longsor

29 / 06 / 2020 - in Berita

Hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat sore (26/6) memicu longsor di ruas jalan Palopo-Rantepao, Sulawesi Selatan (Sulsel) akibat struktur tanah yang labil. Sebagian badan jalan sepanjang lebih dari 50 meter tertutup material longsoran, dan badan jalan di bagian bawahnya tepatnya di km.368 juga tertimbun material longsoran sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.

Akibatnya arus lalu lintas dari arah Kota Rantepao dan Kota Palopo terputus di km.366+500 akibat badan jalan tertimbun material longsoran, dan terdapat retakan di badan jalan sepanjang lebih dari 25 meter ke arah Kota Palopo.

Dampak dari longsor tersebut dilaporkan sebanyak enam unit rumah warga terbawa longsor, yang sejak awal penurunan tanah sudah ditinggalkan pemiliknya. Dan sekitar 40 kendaraan terjebak di antara longsoran. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memobilisasi alat berat berupa excavator serta dump truck untuk membersihkan material longsoran.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono pada Minggu (28/6) telah meninjau langsung lokasi terjadinya longsor karena jalur tersebut merupakan jalur vital pergerakan orang dan logistik, yang menghubungkan kota pelabuhan Palopo dengan pusat produksi pertanian di kawasan Toraja. Saat kunjungan, Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Bina Marga, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, dan beberapa pejabat terkait lainnya di lingkungan Kementerian PUPR.

Kementerian PUPR

“Untuk penanganan darurat, kami akan buatkan jembatan gantung untuk orang dan kendaraan roda dua agar masyarakat tidak terisolasi. Sedangkan untuk penanganan permanen, akan dilakukan pembangunan jembatan rangka baja. Melihat kontur topografi yang curam, kami menilai sulit untuk mengganti alinyemen jalan sehingga kita manfaatkan ruas jalan eksisting saja,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, M. Insal U. Maha mengatakan bahwa Kementerian PUPR berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polres/ Polsek sebagai upaya penanganan darurat. Menurutnya, saat ini telah dipasang rambu peringatan ‘Jalan Terputus’ dan rambu larangan melintas, dari arah Kota Rantepao dan Kota Palopo (km.387+200) dan dijaga ketat aparat keamanan.

Menurut Insal, indikasi bakal terjadinya longsor sudah mulai terlihat sejak 8 April lalu, dengan adanya retakan melintang pada perkerasan aspal dan di lokasi sekitarnya. “Pada tanggal 10 April 2020 terjadi penurunan badan jalan sedalam 0,20 meter, selanjutnya pada 14 April 2020 elevasi penurunan badan jalan mencapai satu meter. Penurunan badan jalan terus terjadi hinga mencapai 2,8 meter pada 18 Juni 2020,” ujarnya menjelaskan. Ia mengatakan bahwa perbaikan jalan akan ditangani dengan Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Batas Sulbar-Makale-Rantepao-Batas Kota Palopo.

“Saya akan evaluasi lebih rinci hasil kajian teknis tim Ditjen Bina Marga yang sudah berada di lokasi sejak hari Minggu (28/6), di bawah supervisi Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II,” kata Menteri Basuki.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR

 



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix