Kemenhub Segera Rilis Sistem Inaportnet di 16 Pelabuhan Indonesia

10 / 03 / 2016 - in Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun sistem layanan tunggal berbasis internet bernama Inaportnet demi menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang. Inaportnet akan mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang untuk kegiatan ekspor-impor maupun domestik.

Teknologi informasi ini akan melibatkan sistem-sistem layanan di kantor pusat Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Unit Pelaksana Teknis, Badan Usaha Pelabuhan (Pelindo I, II, III dan IV), Kantor Bea dan Cukai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina Tumbuhan, Kantor Karantina Ikan, dan Kantor Imigrasi di pelabuhan.

Rencananya Inaportnet bakal diterapkan di seluruh pelabuhan Indonesia. Namun untuk penerapan awal baru sebatas di 16 pelabuhan yaitu Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Tanjung Emas, Bitung, Dumai, Panjang, Banten, Tanjung Uban, Balikpapan, Banjarmasin, Sorong, Manggar, dan Ambon. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 192 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 157 Tahun 2015, tentang Penerapan Inaportnet untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan.

Umar Aris, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengatakan bahwa pengembangan Inaportnet harus segera diselesaikan, agar bisa segera dilaunching dan dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh pengguna jasa perhubungan laut. Sehingga akan memperlancar pelayanan sandar kapal dan bongkar muat di pelabuhan.

Soft launching penerapan Inaportnet akan dilakukan di Pelabuhan Makassar pada 17 Maret 2016. Pelabuhan Makassar dipilih sebagai lokasi pertama penerapan sistem Inaportnet, lantaran Pelindo IV sebagai Badan Usaha Pelabuhan yang menjadi operator pelabuhan Makassar telah siap untuk mengaplikasikan dan mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan tersebut.

Manfaat dari sistem Inaportnet itu sendiri antara lain menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, menjamin rasa keadilan pelayanan (first come first served), mempercepat penyelesaian pelayanan kapal dan barang, meminimalisasi biaya yang diperlukan dalam penanganan pelayanan kapal dan barang, meningkatkan validitas dan akurasi data yang terkait dengan kegiatan pelayanan kapal dan barang, serta dapat meningkatkan daya saing nasional untuk mendorong masuknya investasi di Indonesia.

Pengguna Inaportnet mencakup Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kantor Kesyahbandaran Utama, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, Kantor Batam, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Kantor Pabean, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina Pertanian, Kantor Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu Ikan, Kantor Imigrasi, Badan Usaha Pelabuhan, Perusahaan angkutan laut nasional di pelabuhan, perusahaan bongkar muat di pelabuhan dan perusahaan jasa pengurusan transportasi.

Semua kapal niaga yang beroperasi di Indonesia dapat dilayani oleh sistem Inaportnet ini. Sedangkan untuk kapal pelayaran rakyat, kapal dengan ukuran kurang dari atau sama dengan GT 35, kapal yang beroperasi tetap pada daerah pelayaran tertentu dengan waktu pelayaranan kurang dari 6 (enam) jam dan kapal perikanan tidak dapat dilayani oleh sistem Inaportnet. Untuk informasi selengkapnya mengenai Inaportnet, dapat mengakses alamat website http://inaportnet.dephub.go.id.

Teks : Antonius S

Foto : Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix