Kemenhub Resmikan Laboratorium Uji Emisi Heavy Duty Demi Tekan Polusi

18 / 11 / 2020 - in Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) meresmikan Laboratorium Uji Emisi Heavy Duty R49, berlokasi di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/11). Fasilitas ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah Indonesia untuk menjamin produk kendaraan bermotor di Tanah Air lebih ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi mengatakan bahwa ada dua kecenderungan yang menyebabkan polusi, yaitu semakin meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor atau semakin tergantungnya masyarakat menggunakan kendaraan bermotor, serta gas buang yang tidak terjamin kualitasnya.

“Kalau kita berpikir panjang untuk kepentingan anak cucu kita dan lingkungan hidup, maka kita harus menjamin kualitas udara semakin baik. Kita ingin berkontribusi menjamin sebagian besar gas buang kendaraan bermotor agar terjaga kualitasnya,” ujar Dirjen Hubdat.

Menurut Dirjen Budi, emisi kendaran bermotor mengandung gas karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), hydro carbon (HC), dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia ataupun lingkungan bila melebihi ambang konsentrasi tertentu.

“Bagaimana kita mendidik dan menyadarkan masyarakat kita untuk mulai mengurangi polusi dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi ini tanggung jawab dari Kementerian Perhubungan. Di dalam regulasi internasional, terdapat beberapa peraturan yang bertujuan untuk pengendalian ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor,” urai Dirjen Budi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sarana Transportasi Jalan, Pandu Yunianto menjelaskan empat hal yang menjadi tujuan dari peresmian Laboratorium Uji Emisi Heavy Duty R49 BPLJSKB Bekasi, yakni:

1. Menjadikan pengujian tipe yang memenuhi standar keselamatan dan sesuai dengan perkembangan regulasi Kendaraan Bermotor baik nasional maupun internasional;

2. Mewujudkan salah satu dari lima pilar keselamatan yaitu terkait pilar ketiga dibidang kendaraan yang berkeselamatan (safer vehicle);

3. Mewujudkan Tag Line Pengujian Tipe yaitu MANTAP (Modern, Akuntable, No-gratifikasi, Transparan, Akurat, Profesional);

4. Menjadikan pengujian tipe yang bertaraf international dan siap menghadapi ASEAN MRA.

Pandu menjelaskan bahwa ASEAN MRA adalah keberterimaan dan pengakuan hasil dari proses pengujian tipe dalam rangka homologasi dan/atau sertifikasi kendaraan bermotor di negara ASEAN yang mengacu pada standar UN Regulation.

“Artinya apabila kendaraan bermotor telah diuji di salah satu negara regional ASEAN, maka untuk kepentingan ekspor tidak perlu dilakukan pengujian kembali di negara tujuan ekspor pada regional ASEAN. Dengan demikian, BPLJSKB dituntut untuk segera melakukan pembenahan maupun peningkatan pelayanan pada aspek sarana maupun prasarana yang meliputi peralatan uji dan fasilitas pendukung serta SDM yang berkompeten,” ucap Pandu.

Pandu menerangkan, jika Pengujian Emisi merupakan salah satu bagian penting dari pengujian tipe di BPLJSKB yang merupakan upaya dalam pengendalian lingkungan terhadap pencemaran udara yang berasal dari banyaknya kendaraan bermotor, dimana pada saat ini Kementerian LHK telah menetapkan Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Kategori M, N dan O agar memenuhi standar Euro IV.

“Hingga saat ini pengujian emisi gas buang standar UN R49 untuk kendaraan heavy duty dilakukan dengan metode kerja sama, antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Caranya dengan melakukan pengujian emisi menggunakan fasilitas di BT2MP Serpong, atau dengan dilakukan witness test di fasilitas laboratorium mancanegara yang terakreditasi,” kata Pandu menjelaskan.

Pandu mengatakan bahwa dengan fasilitas pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor dengan metode standar UN R49 untuk kendaraan heavy duty ini, diharapkan dapat menjawab kendala pengujian emisi metode R49 selama ini. “Fasilitas ini dapat memberikan pelayanan langsung pengujian emisi R49 kepada masyarakat, baik untuk produk kendaraan bermotor yang akan dipasarkan di dalam negeri maupun untuk mendukung kegiatan ekspor ke luar negeri di bidang industri otomotif,” ujarnya.

 

Editor: Antonius
Foto: Ditjen Hubdat Kemenhub



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix