Kemenhub Dukung Kelancaran Distribusi Logistik Kawasan Food Estate Kalteng

21 / 10 / 2020 - in Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap mendukung kelancaran distribusi logistik untuk kawasan lumbung pangan nasional atau food estate di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini sesuai instruksi presiden untuk segera membangun lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa, sebagai langkah antisipasi terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19 serta musim yang tidak bisa diprediksi.

“Kami akan memberikan dukungan maksimal pada sektor transportasi udara, laut dan penyeberangan. Saya berharap dapat tercipta integrasi yang baik dengan simpul-simpul produksi pertanian seperti di Kawasan Lumbung Pangan Nasional di Kalimantan Tengah ini,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melalui keterangan resminya, Selasa (20/10).

Menhub menjelaskan, dukungan terkait distribusi logistik yang dilakukan Kemenhub, yaitu meningkatkan efisiensi biaya logistik dengan membangun dan mengelola kinerja pelabuhan; pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri; memberikan subsidi muatan kepada pengangkut logistik bahan pangan; membuka 28 rute jembatan udara untuk menjamin rantai pasok barang kebutuhan pokok dan barang penting; mendukung jaringan transportasi terhadap simpul Sub Terminal Agribisnis (STA) ke lokasi tujuan pemasaran; dan memberikan insentif pajak usaha jasa angkutan barang yang terdampak pandemi Covid-19.

Untuk sektor transportasi udara, selain membuka 28 rute jembatan udara guna mendukung kelancaran distribusi logistik bahan pangan, Kemenhub juga melakukan pengembangan 2 (dua) bandar udara, yaitu Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya serta Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kalimantan Tengah untuk mendukung food estate yang terletak di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Palang Pisau.

Lokasi food estate ini berjarak sekitar 90 km dari Bandara Tjilik Riwut atau sekitar dua jam perjalanan melalui transportasi darat, serta berjarak sekitar 130 km dari Bandara Syamsudin Noor atau sekitar tiga jam melalui transportasi darat.

“Angkutan logistik dari Bandara Tjilik Riwut dan Syamsudin Noor akan terhubung dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan akan terhubung juga dengan 135 kota di seluruh Indonesia,” ujar Menhub.

Sementara untuk moda angkutan penyeberangan sungai dilakukan pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri. Kemenhub akan menyiapkan Pelabuhan Penyeberangan Bahaur dan Pelabuhan Pulang Pisau (Pelindo 3) sebagai pelabuhan pengumpul, serta sejumlah dermaga untuk mempermudah distribusi logistik pangan dari kawasan food estate Kalimantan Tengah.

Sebagai informasi, food estate yang akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan yang tengah dibangun Pemerintah.

Secara keseluruhan terdapat lebih kurang 165.000 hektare lahan potensial di Kalteng untuk pengembangan kawasan lumbung pangan nasional tersebut. Lahan tersebut akan ditanami dengan berbagai komoditi, seperti padi, kelapa, bawang merah, serta peternakan ikan dan itik.

 

Editor: Antonius
Foto: Indonesia.go.id



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix