Kemenhub: CBL Inland Waterways Jadi Alternatif Transportasi Logistik

18 / 07 / 2018 - in News

Kementerian Perhubungan berharap pembangunan proyek kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) dapat segera diselenggarakan tahun ini. Kemenhub berharap pembangunan CBL inland waterways ini bakal menjadi proyek strategis nasional. Tujuan dari proyek ini adalah sebagai alternatif angkutan logistik guna mengurangi kepadatan di jalan raya serta mengurangi biaya logistik Indonesia yang masih tinggi.

Sebelum merealisasikan proyek CBL inland waterways Kemenhub menguji tingkat efektivitas dan efisiensi proyek dengan mengumpulkan beberapa stakeholder di bidang logistik untuk dimintai pendapat. Selain itu, Kemenhub merasa perlu melihat apakah pembangunan kanal akan berjalan sesuai dengan koridor sehingga layak sebagai proyek prioritas.

”Kalau memang CBL secara operasional memungkinkan dijalankan, maka akan dilanjutkan pembangunannya. Tapi, kalau dirasa tidak memungkinkan dan hanya menjadi sekedar proyek yang tidak menghasilkan maka CBL akan dihentikan,” kata Direktur Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo saat ditemui di sela-sela acara FGD Pemanfaatan Kanal Cikarang Bekasi Laut Sebagai Alternatif Moda Transportasi Logistik, di Marlyn Park Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (17/Juli/2018).

Sambutan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dibacakan oleh Direktur Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo menyatakan, dominasi angkutan darat untuk logistik menjadi salah satu dasar urgensi pembangunan CBL inland waterways. Lebih dari 90 persen angkutan logistik berbasis jalan raya. Hal ini membuat tingkat kemacetan di jalan raya menjadi cukup tinggi dan adanya ketidakpastian barang logistik dapat sampai tepat waktu membuat harga barang menjadi mahal.

”Untuk itu diperlukan alternatif moda transportasi lain. Salah satu moda transportasi angkutan logistik yang punya potensi cukup baik adalah angkutan sungai atau inland waterways. Transportasi ini memiliki kelebihan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan transportasi jalan raya,” kata Budi Karya Sumadi.

Dalam sambutannya, Menhub juga menyatakan pembangunan CBL inland waterways dapat menghubungkan jalan raya sampai ke Tanjung Priok. Meski proyek ini sudah harus dibangun sejak 2018, tapi mengingat kompleksitas stakeholder serta banyaknya kendala yang harus dihadapi, membuat proyek ini belum dapat direalisasikan dan masih perlu mengumpulkan stakeholder untuk berdiskusi.

”Pembangunan proyek ini harus menaati regulasi yang sudah ada. Sedangkan dari segi bisnis, proyek ini diharapkan pembangunan Pelabuhan Patimban dan jalan tol juga menjadi isu yang mempengaruhi pembangunan CBL inland waterways. Faktor lain yang harus diperhitungkan adalah kendala teknis yang harus diperhitungkan adalah kendala fisik terkait lebar, kedalaman, tinggi muka air, dan instalasi di sepanjang CBL baik pipa atau pun jembatan. Untuk itu, perlu dikaji secara terperinci mengenai tingkat kelayakan agar dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terutama di sektor logistik,” katanya.

 

Teks: Citra
Editor: Antonius
Foto: Citra



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix