Kemenhub Akui KA Barang Tidak Kompetitif

08 / 10 / 2018 - in News
Kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui angkutan kereta api barang belum kompetitif dibandingkan truk. Beberapa penyebab di antaranya distribusi menggunakan kereta api barang belum bisa dilakukan secara door to door, dan beban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) senilai 10 persen membuat tarif angkut kereta api barang menjadi lebih mahal.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistk, Multimoda dan Keselamatan, Kemenhub, Cris Kuntadi mengatakan, penghapusan PPN menjadi salah satu solusi terbaik mengatasi masalah yang ada. Ia mengklaim kebijakan tersebut akan memberi dampak besar ketimbang hanya mengutamakan PPN yang nilainya kecil terhadap penerimaan negara.

Terlebih jika dibandingkan dengan biaya besar perbaikan jalan akibat banyaknya truk overloading dan overdimensi. “Makanya untuk itu saya minta KAI (PT Kereta Api Indonesia) usulkan pembahasan mengenai penghapusan PPN ini ke Kementerian Keuangan. Nanti kita akan bantu usulkan melalui Kementerian Perhubungan,” ujarnya saat ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Cris juga meminta KAI untuk menghitung ulang real cost pengiriman barang ke berbagai tujuan. Hasilnya akan dijadikan bahan pertimbangan bagi regulator dalam memberikan subsidi kepada angkutan barang kereta api. Dengan catatan, bahwa real cost yang dihitung benar-benar tidak kompetitif. “Jadi kita harapkan sampai akhir 2018 ini porsi kereta api dalam pengangkutan angkutan barang ini minimal bisa sampai satu persen. Saat ini kecil sekali, hanya 0,6 persen,” katanya.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Kalog



Related Articles

Sponsors

GIIAS

KI-2018-Web-Banner-320x327 (TruckMagz)

1cemat-banner300-80-cn 

logo-chinatrucks300 327pix

FA-CVL-Digital-Banner-300x327-pixel