Jasa Armada Indonesia Incar Pasar TUKS dan Terminal Khusus

29 / 07 / 2020 - in Berita

PT Jasa Armada Indonesia Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih 8,54 persen secara tahunan pada semester I tahun 2020. Jasa Armada Indonesia mengumumkan pertumbuhan pendapatan 3,42 persen secara tahunan menjadi Rp338 miliar pada semester I/2020. Dari situ, laba bersih yang dikantongi tumbuh 8,54 persen year on year (yoy) menjadi Rp54 miliar per 30 Juni 2020.

Emiten berkode saham IPCM ini memperoleh pendapatan Rp338 miliar diperoleh dari kontribusi penundaan kapal senilai Rp295,5 miliar atau setara dengan 87 persen. Sisanya, jasa pengelolaan kapal berkontribusi Rp 28 miliar atau 8,3 persen dan jasa pemanduan Rp 13 miliar atau 4 persen.

Lebih lanjut, pendapatan jasa penundaan 76 persen atau Rp224 miliar merupakan kontrubusi penundaan kapal di pelabuhan umum.Adapun, kontribusi penundaan kapal di terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) sebesar 13 persen atauRp 39,miliar, kemudian penundaan kapal di terminal khusus (Tersus) sebesar 11 peren atau Rp 31,5 miliar.

IPCM melakukan berbagai upaya untuk menangkap peluang pasar lebih besar untuk TUKS dan Tersus dalam situasi new normal ini. Termasuk menjaga likuiditas serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam melayani pelanggan serta mendukung proses kerja,”kata Amri Yusuf, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk dalam siaran pers (29/7).

Teks: Abdul

Foto: Jasa Armada Indonesia



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix