Jalan Trans Papua Sudah Tembus 3.445 Km dari Total Panjang 3.462 Km

29 / 07 / 2021 - in Berita

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen membangun infrastruktur yang andal dan merata di Provinsi Papua dan Papua Barat. Program pembangunan ini untuk menurunkan disparitas harga-harga barang dan mengurangi angka kemiskinan di kedua wilayah paling timur Indonesia itu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, salah satu cara untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dengan membangun Jalan Trans Papua dengan total panjang 3.462 kilometer (km). Infrastruktur ini akan membuka wilayah yang masih terisolasi selama ini, serta meningkatkan akses dan konektivitas baik dari darat maupun multimoda.

Dari total panjang Jalan Trans Papua, saat ini telah tembus sepanjang 3.445 km dengan kondisi 1.733 km teraspal dan 1.712 km belum teraspal. Sementara yang belum tembus tersisa 17 km lagi.

Pada tahun 2021, penanganan Jalan Trans Papua di Papua mencapai 139 km dan di Papua Barat mencapai 120 km yang meliputi pembangunan jalan baru, serta pembukaan jalan dan peningkatan struktur/perkerasan. Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Perbatasan di Papua dengan total panjang 1.098 km, dimana telah tembus 931km dengan kondisi teraspal sepanjang 756 km.

Pada tahun 2021 tengah dikerjakan Jalan Perbatasan di Papua sepanjang 34 km meliputi pembangunan baru, pembukaan jalan dan peningkatan struktur/perkerasan. Di daerah perbatasan, Kementerian PUPR membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dengan progres 8% dengan target selesai April 2022) dan PLBN Sota yang telah selesai pada 2020, termasuk sarana pasar.

Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur tahun anggaran (TA) 2021 untuk Provinsi Papua sebesar Rp 6,19 triliun. Detailnya adalah Rp 732,87 miliar di bidang Sumber Daya Air (SDA), jalan dan jembatan Rp 4,49 triliun, permukiman Rp 683,03 miliar, dan perumahan Rp 288,35 miliar. Saat ini progres fisik pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua sebesar 37,95% dan keuangan sebesar 41,06%.

Sedangkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua Barat dialokasikan sebesar Rp 3,75 triliun. Perinciannya, Rp 543,27 miliar digunakan untuk bidang SDA, jalan dan jembatan Rp 2,66 triliun, permukiman Rp 312,23 miliar dan perumahan Rp 228,83 miliar. Saat ini progres fisik pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua Barat sebesar 44,09% dan keuangan sebesar 42,9%.

Dalam hal dukungan pengembangan kapasitas SDM, Kementerian PUPR telah menangani 179 sekolah, 1 PTN, dan 8 sarana olahraga di Papua. Termasuk melaksanakan pelatihan SDM jasa konstruksi yang melibatkan mitra kerja asli Papua dan Papua Barat.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Inovasi dan Lingkungan Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan bahwa Ditjen Cipta Karya akan melaksanakan tugas pembangunan pusat pengembangan kreatif Papua atau Papua Youth Creative Hub di Jayapura, Provinsi Papua.

Ia mengatakan bahwa saat ini progresnya dalam persiapan lelang dan pembangunan fisik rencananya dimulai pada 31 Agustus 2021. Endra menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo menaruh perhatian besar agar Papua Youth Creative Hub dapat segera terwujud demi kemajuan Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix