ITAP 2020 Dukung Ketahanan dan Kreativitas Rantai Pasok Hadapi Pandemi

20 / 10 / 2020 - in Berita

Situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Eropa khususnya Jerman, untuk menghelat pameran Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) 2020. Sebagai pameran dagang untuk teknologi industri skala dunia, ITAP 2020 mengusung visi dan misi menuju masa depan lebih baik.

Mengingat saat ini negara-negara, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia secara terpisah telah meluncurkan peta jalan Industri 4.0 sebagai ujung tombak agenda ekonomi masing-masing, Singapura pun baru-baru ini meluncurkan Indeks Kesiapan Industri Cerdas Singapura. Tujuannya untuk memberikan kerangka kerja umum bagi perusahaan untuk meningkatkan upaya Industri 4.0 mereka.

Kali ini ITAP 2020 dikemas dalam acara hybrid selama tiga hari, 20-22 Oktober 2020 di Max Atria Gallery, Singapore Expo. SingEx Exhibitions dan Deutsche Messe selaku penyelenggara pameran ini menjamin para hadirin, peserta pameran beserta mitranya akan mendapatkan pengalaman yang sepenuhnya digital. Seperti teknologi AI (Artificial Intelligence) yang disempurnakan, dilengkapi dengan elemen fisik yang dipasang untuk interaksi tatap muka secara klasik.

Wakil Perdana Menteri Singapura, Heng Swee Keat dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa saat ini seluruh dunia dihadapkan pada era kenormalan baru yang serba digital.

“Keadaan kita saat ini sangat berbeda dari tahun lalu. Covid-19 telah berubah menjadi krisis global, mengganggu banyak ekonomi dan masyarakat. Lebih dari 75 persen operasi manufaktur global telah terpengaruh oleh virus ini. Namun dalam bayang-bayang Covid-19, masih ada peluang dan harapan. Covid-19 telah mempercepat digitalisasi dan Industri 4.0,” katanya di acara pembukaan pameran ITAP 2020 secara virtual, Selasa (20/10).

Ia memaparkan bahwa saat ini produsen di seluruh dunia menyesuaikan kapasitas dan kemampuannya untuk bersama-sama melawan Covid-19. Menurutnya, perusahaan farmasi dan MedTech kini telah meningkatkan pengembangan dan produksi diagnostik, perawatan, dan vaksin potensial. Produsen otomotif dan elektronik juga menanggapi permintaan untuk memproduksi ventilator. Sementara pabrik bir dan penyulingan mengubah jalur produksi mereka untuk memenuhi permintaan hand sanitisers.

“Perusahaan di Singapura juga telah beradaptasi dengan baik. Misalnya, Forefront Medical memutar kemampuan manufakturnya untuk menghasilkan alat tes swab untuk pengujian Covid-19. Teknologi di dunia balap kini bercabang memproduksi masker bedah dan pelindung wajah,” ujarnya.

Heng Swee Keat menjelaskan bahwa kebijakan lockdown telah mengganggu rantai pasokan dan memengaruhi ketersediaan tenaga kerja, dan perusahaan dengan rantai pasokan global yang paling terpengaruh.

“Tetapi saya senang bahwa banyak dari mereka yang berbasis di sini di Singapura, seperti Syngenta dan Coca-Cola dapat melanjutkan produksi dengan membuat penyesuaian pada operasi mereka. Mengganti tenaga pekerja mereka dan memperluas jaringan pemasok mereka,” urainya. Menurut Wakil Perdana Menteri Singapura, pameran ITAP 2020 adalah contoh lain dari Singapura dalam beradaptasi.

“Saya memuji SingEx and Deutsche Messe atas ketahanan dan kreativitas Anda dalam mendesain ulang ITAP sebagai acara hybrid. Ini penting karena Covid-19 akan bersama kita untuk beberapa waktu mendatang, dan kita tidak akan kembali ke cara hidup kita sebelum virus. Misalnya di sektor manufaktur, akan ada peningkatan premi pada ketahanan karena perusahaan memikirkan kembali produksi dan rantai pasokan mereka. Akan ada dorongan tambahan untuk reshoring, regionalisasi, dan diversifikasi basis produksi dan rantai pasokan,” ujarnya.

“Secara khusus, Asia Tenggara dan Singapura berada dalam posisi yang baik untuk menjadi bagian dari konfigurasi ulang rantai pasokan ini di tahun-tahun mendatang. Sepuluh ekonomi Asia Tenggara secara kolektif mewakili ekonomi manufaktur terbesar kelima di dunia, dengan nilai tambah USD 600 miliar. Thailand, Malaysia dan Filipina didirikan sebagai pusat manufaktur untuk kendaraan bermotor, elektronik dan bahan kimia. Vietnam dan Indonesia adalah pusat manufaktur yang berkembang pesat,” kata Wakil Perdana Menteri Singapura.

 

Editor: Antonius
Foto: SingEx Exhibitions

 

 



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix