Isuzu Wajibkan Dilernya Gunakan Karoseri yang Punya SKRB

24 / 05 / 2019 - in News
SKRB

Salah satu cara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatur lalu lintas dan angkutan jalan terutama yang terkait operasional kendaraan komersial, dengan menerbitkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe atau SRUT. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang menyatakan bahwa setiap kendaraan bermotor harus dilakukan uji tipe. Dengan adanya uji tipe ini maka setiap pembeli kendaraan komersial berhak mendapatkan SRUT.

Tidak heran jika SRUT ini bagi pihak agen pemegang merek (APM) truk dianggap sebagai akta lahir untuk setiap unit yang diproduksinya. Namun yang menjadi persoalan, SRUT untuk kendaraan komersial butuh proses uji fisik karoseri yang makan waktu cukup panjang.

“Yang menjadi kendala hari ini adalah SRUT kendaraan komersial yang perlu karoseri karena harus ada berita acara untuk uji fisik terkait kesesuaian fisik kendaraan dengan karoseri, dan ini harus dicek satu per satu. Menurut saya perlu dipikirkan bagaimana agar proses pengecekan fisik itu bisa lebih cepat. Mungkin ini karena faktor jumlah SDM (balai uji kendaraan) yang terbatas dengan jumlah karoseri yang begitu banyak di Indonesia, sehingga butuh waktu cukup lama untuk pengecekannya. Itu isu terbesarnya buat kami,” kata Attias Asril, Division Head Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), APM Isuzu di Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut, pihak Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub telah melakukan terobosan dengan SRUT Online untuk memangkas waktu pengujian fisik kendaraan. Menurut Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Dewanto Purnacandra, melalui SRUT Online ini diharapkan prosesnya akan menjadi sangat simpel. Sehingga proses birokrasi menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Dewanto menjelaskan, pengecekan fisik karoseri untuk kendaraan baru telah berjalan secara periodik yang dilakukan setiap hari Rabu setiap minggunya. Penguji balai melakukan kunjungan ke karoseri-karoseri untuk melakukan pengujian kendaraan, jika ada permintaan untuk datang dan cek fisik. Kemudian si penguji tadi akan meng-input secara online database-nya untuk diproses.

“Setelah diproses kemudian dikirim ke pusat yang oleh tim kami tetap akan diverifikasi. Kami dalam hal ini memang tidak langsung memberikan approval dalam verifikasinya, karena mungkin teman-teman di UPT (Unit Pelaksana Teknis) daerah ada yang khilaf, salah input misalnya, itu yang kami verifikasi lagi. Kalau sudah lulus langsung keluar SRUT dan perkiraan rata-rata butuh waktu tujuh hari kerja, dari cek fisik sampai keluar SRUT nya,” ujar Dewanto.

Terkait kualitas karoseri, hal ini berhubungan dengan Surat Keputusan Rancang Bangun atau SKRB yang menjadi domain Kemenhub, dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat. SKRB diterbitkan untuk mendapatkan SRUT, SRUT berguna untuk melakukan proses pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR secara berkala. Saat ini, semua prosedur pengajuan SKRB secara administratif sudah bisa dilakukan secara online, maka semakin cepat data diberikan akan semakin cepat selesai.

Menurut Attias Asril, SKRB ini sebenarnya untuk menjamin bahwa rancang bangun dari kendaraan itu aman secara safety, dengan perhitungan-perhitungan sesuai kemampuan dan daya muat kendaraannya. “Ini merupakan upaya kami di awal bahwa kendaraan ini nantinya akan dimuati sesuai dengan kapasitas yang mempertimbangkan faktor keselamatan. Sehingga seharusnya tidak terjadi problem yang menyebabkan kecelakaan karena kelebihan muatan, karena ini sudah dihitung dengan benar sehingga secara safety sudah baik,” kata Aat sapaannya.

Aat mengatakan, Isuzu sudah mulai intens mensosialisasikan safety terkait karoseri ini ke seluruh jaringan diler resmi Isuzu sejak kuartal terakhir tahun 2018. “Bahwa setiap kendaraan yang dijual oleh diler kami wajib menggunakan karoseri yang punya SKRB, yang artinya dijamin pasti akan terbit SRUT-nya karena SRUT ini bagi kami adalah akta lahir bagi setiap unit yang dijual ke pasar,” ujarnya.

Sebagai informasi, Isuzu memiliki program sertifikasi karoseri yang dimulai sejak tahun 2015. Saat ini Isuzu telah melakukan sertifikasi terhadap 41 karoseri sesuai dengan standar Isuzu dengan jumlah 275 SKRB. Artinya, pelanggan bisa mendapatkan banyak pilihan aplikasi atau body dari karoseri-karoseri terpilih dengan kualitas yang terjaga dan tertib administrasi. Isuzu akan terus menjalankan program sertifikasi karoseri dan terus berupaya untuk mengembangkan kerja sama dengan karoseri-karoseri di Indonesia.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton

 



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix