Isuzu Indonesia Edukasi Siswa SMK tentang Sistem Common Rail

21 / 10 / 2020 - in Berita

Isuzu Indonesia menggelar program corporate social responsibility (CSR) melalui webinar bertajuk Pengenalan Sistem Common Rail Isuzu. Acara yang diadakan pada 13 Oktober 2020 lalu itu merupakan kelanjutan dari IGLive yang diselenggarakan antara @guruhebatsmk dan @isuzuid, yang mendatangkan Joko Susilo, lulusan SMK Klaten yang memenangkan lomba mekanik Isuzu sedunia, Isuzu Technical Skill Competition.

Webinar ini dimaksudkan untuk memotivasi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan otomotif, menjadi ingin belajar lebih jauh lagi megenai teknologi kendaraan diesel. Webinar lanjutan yang diselenggarakan secara daring ini secara antusias diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SMK-SMK yang bekerja sama dengan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

“Acara ini diselenggarkan untuk memberikan edukasi mengenai teknologi yang digunakan oleh Isuzu dalam kendaraan niaganya,” kata Yuda Arikunto selaku narasumber dalam webinar ini.

Sementara itu, Training Center Dept Head IAMI, Fuad Hasyim menuturkan bahwa program ini lebih mengedepankan aspek informasi teknis yang lebih mendalam. “Harapannya siswa SMK bisa mendapatkan informasi secara teknis tentang bagaimana sistem common rail bekerja, karena ke depan teknologi ini akan digunakan saat kebijakan Euro 4 sudah resmi dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2022,” ujarnya.

Sistem common rail sendiri adalah sebuah teknologi mesin diesel yang lebih advance daripada mesin diesel konvensional yang masih menggunakan injection pump. Fungsi injection pump ini digantikan oleh common rail dan supply pump yang diatur engine control module. Dampaknya penggunaan bahan bakar akan lebih efisien sehingga lebih menguntungkan bagi para pebisnis.

Seperti bilah pisau bermata dua, teknologi ini juga dinilai sebelah mata. Di lapangan dengan mesin konvensional para pemain bisa mengatur tenaga agar memberikan output yang lebih besar dan hal ini tidak bisa dilakukan saat menggunakan mesin dengan teknologi common rail. Pada mesin common rail, dalam waktu 10 menit saja kita bisa menganalisa di mana terjadi kerusakan pada unit karena sudah terkomputerisasi, sehingga bisa dilakukan penarikan data.

Tentu ke depannya kebutuhan tenaga ahli akan sangat dibutuhkan terutama dari siswa SMK. Program ini adalah bagian dari link and match antara kurikulum pendidikan yang ada di bangku sekolah kejuruan dengan kebutuhan industri otomotif ke depan. SMK sendiri meupakan partner bagi Isuzu dalam mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik. Sebagai bentuk sumbangsih dari korporasi, Isuzu senantiasa akan memberikan pengalaman dan edukasinya untuk putra-putri bangsa.

 

Editor: Antonius
Foto: IAMI



Related Articles

Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix