Investor Juga Perlu Dukungan Fiskal dari Pemerintah Dalam Pembangunan Jalan Tol

18 / 02 / 2016 - in Berita

Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol di pulau Jawa hingga akhir 2016 dapat berjalan lancar sesuai rencana. Akses jalan tol yang direncanakan sudah dapat beroperasi di tahun ini nantinya memiliki total panjang 121,55 km yang terdiri dari tol Pejagan-Pemalang (seksi 1 dan 2) sepanjang 20,20 km, tol Semarang-Solo (seksi 3) sepanjang 17,29 km, tol Kertosono-Mojokerto (seksi 2-4) sejauh 26,09 km, tol Mojokerto-Surabaya (seksi 1-4) 34,38 km, tol Gempol-Pasuruan (seksi 1) 13,02 km dan ruas tol Pasirkoja-Soreang sepanjang 10,57 km.

Infrastruktur jalan tol ini nantinya merupakan urat nadi bagi kelancaran arus distribusi barang maupun transportasi orang dari pulau Sumatera menuju pulau Bali dan sebaliknya, yang tentunya akan melintasi jalur trans Jawa (Jawa Barat-Jawa Tengah-Jawa Timur).

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku regulator dalam pengembangan infrastruktur jalan nasional dan jalan tol, dalam pelaksanaannya memang menghadapi sejumlah tantangan demi mempercepat pembangunan serta perbaikan akses jalan tol khususnya di Pulau Jawa.

“Seperti proses pembebasan lahan yang memerlukan dana besar dan waktu yang cukup panjang (sekitar 300-545 hari), sesuai tahapan yang diatur dalam Undang-Undang No. 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum,” jelas Komunikasi Publik (Kompu) Ditjen Bina Marga dalam keterangan resmi yang diterima TruckMagz.

Tantangan lainnya, menurut sumber yang sama, seperti tingkat kelayakan finansial jalan tol yang rendah, terutama di daerah luar kota metropolitan seperti Jakarta. Alhasil, kondisi ini tidak akan menarik minat investor, sehingga perlu dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan fiskal. Termasuk pembangunan sebagian konstruksi selain proses pembebasan lahan yang sudah menjadi kewajiban Pemerintah.

Sementara proses lelang investasi rencana pembangunan jalan tol tahun 2015-2019 telah selesai dilakukan. Saat ini, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) masing-masing ruas tol sedang melaksanakan tahap konstruksi paralel dengan pembebasan lahan.

Untuk prioritas jalan tol periode 2015-2019 sendiri antara lain pada jalan tol Trans Jawa sepanjang 596,34 km, beberapa ruas jalan tol Trans Sumatera sepanjang 319,59 km, Non Trans Jawa sepanjang 731,09 km, dan Jabodetabek sepanjang 183,58 km, termasuk JORR II.

Teks : Antonius S

Foto : Komunikasi Publik Bina Marga



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix