Inspeksi Visual Tangki Curah Kering

25 / 02 / 2019 - in Ask The Expert
iki ae 12

Ada dua konfigurasi dasar untuk tangki curah kering, yaitu tipe tangki dan tipe hopper. Jenis tangki menggabungkan struktur tangki dengan menambah ujung trailer pada lekukannya disebut tipe tangki. Atau ini ada tipe tangki ini sama seperti bentuk tangki untuk bahan cair. “Sedangkan tipe tangki jenis hopper, menggunakan struktur yang melekat pada body untuk mencapai mekanisme pembongkaran yang lebih mudah. ada semacam cekungan pada bagian bawah tangki. Jenis tangki ini memerlukan tekanan udara untuk mengeluarkan sebagian besar muatan,” buka Raharjo Budi, Supervisor Produk Khusus Karoseri Ragam Kencana Putra Driyorejo. Tangki curah tidak dirancang untuk mengangkut bahan berbahaya, meskipun variasi produk yang dapat diangkut cukup luas. Contoh produk bisa diangkut adalah semen, garam, kapur, pupuk, biji plastik, bubuk deterjen, gipsum, amonium nitrat, suplemen pakan, tepung, gula, dan produk yang dapat dikonsumsi lainnya.

Masalah umum pada tangki curah kering
Setiap produsen tangki memberikan instruksi untuk mencabut selang bertekanan di manifold atau dengan membalik aliran udara ketika membongkar isi muatan. “Proses ini dilakukan dengan membuka dan menutup katup di sistem tangki. Dengan pengulangan yang berlangsung terus menerus selama bongkar muat, kebocoran akan terdeteksi dengan mudah dari bunyi udara mendesis. Sumber kebocoran biasanya akan sama dengan untuk tangki bahan cair yaitu sambungan lubang dan katup. Sumber kebocoran lainnya adalah selongsong antara pipa yang bergabung dari blower dan gasket yang melengkung ke bawah,” kata Budi.

Semua tangki curah kering harus diperiksa secara rutin, karena dengan mematuhi rekomendasi pabrikan bisa memperpanjang usia pakai dan mencegah kerusakan dini yang mengakibatkan kecelakaan serius. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan ketika melakukan inspeksi visual :

1. Periksa semua struktur tangki dari korosi atau abrasi, penyok, distorsi, indikasi retak, cacat pada pengelasan, dan cacat lain yang terlihat.
2. Periksa pipeline, katup, dan sambungan selang dan attachment dari indikasi kebocoran.
3. Periksa fungsi blower, pompa, atau kompresor. Perhatikan pada kebocoran oli, ausnya belt penggerak, bantalan, dan grease spot.
4. Periksa semua komponen sambungan. Seperti kondisi gasket dan fungsinya.
5. Lakukan pemeriksaan fungsi sistem secara lengkap, seperti buka dan tutup dari tangki bertekanan
6. Bersihkan dan kalibrasi ulang semua perangkat pelapas tekanan.
7. Setelah memastikan bahwa katup pelepas tekanan terbuka, pasang kembali ke tangki.
8. Pasang kembali semua perangkat yang telah dilepas ketika diperiksa. Periksa kekencangan komponen yang dibaut.
9. Lakukan inspeksi pada coupler atas, attachment leaf spring, landing gear, tangga, dan platform.
10. Periksa semua fitur kendaraan seperti lampu, ban, rem, leaf spring dan indikator pada dashboard.

Teks dan foto : Sigit A



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix