Inspeksi Axle Trailer

13 / 02 / 2019 - in Ask The Expert
DSC03871

Keselarasan kendaaran adalah fokus utama dijalankannya maintenance rutin karena efeknya langsung terhadap umur ban, penghematan bahan bakar dan keselamatan. Keselarasan sering dihubungkan dengan as roda truk saja. Namun, as roda belakang head tractor juga harus diselarasakan dengan benar ke trailer untuk kinerja yang optimal.
Prayudi Arkandi Asisten Kepala Bengkel Lingga Bimulya Purwosari Pasuruan mengatakan bawah ketidakselarasan dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk:

1. Keausan ban tidak teratur.
Ketidakselarasan menyebabkan ban tergerus dan berlawanan arah satu sama sama lain. Terlebih lagi, keausan ban yang tidak rata dapat mengurangi kontrol kemudi, khususnya pada permukaan jalan yang basah.

2. Boros BBM.
Ketidaksejajaran antara as roda depan dan belakang pada head-tractor dan / atau trailernya menciptakan selisih sudut normal di jalan. Hal ini menyebabkan mesin bekerja lebih keras karena resistensi rolling meningkat, dan berujung pada boros BBM.

3. Getaran yang menganggu.
Kondisi ketidakselarasan juga dapat menyebabkan tingkat getaran yang tinggi pada axle drive. Hasilnya getaran pada kabin sangat mengganggu dan pengemudi bisa tidak nyaman dan cepat lelah.

4. Ketidakselarasan trailer juga akan menyebabkan peningkatan keausan ban, hambatan aerodinamik yang lebih besar. Pada dasarnya, keselarasan trailer memerlukan penyesuaian komponen trailer agar sejajar sesuai dengan orientasi gardan, axle toe dan axle camber.

Maintenance axle trailer
“Yang terpenting untuk diingat tentang perawatan axle trailer adalah bukan pada parameter yang kompleks, tetapi pada komponen yang melekat padanya. Komponen harus diperiksa secara teratur dari kerusakan, keausan dan penggantian komponen,” kata Prayudi.
Membuat jadwal inspeksi dan perawatan rutin membantu mengurangi pembengkakan biaya perbaikan. Untuk axle trailer setidaknya harus diperiksa setiap 6 hingga 12 bulan. Dengan melakukan itu, potensi kerusakan yang memakan biaya besar bisa diantisipasi.

a) Inspeksi rutin Komponen
-Ganti mur baut yang rusak dan perbaiki ulir yang aus
-Pastikan bahwa bearing roda dan hub diperiksa, dibersihkan dan dilumasi
-Periksa juga putaran bearing roda dan pastikan seal tidak bocor
-Ganti bearing jika ditemukan tanda-tanda keausan, perubahan warna, kerusakan roller cage, dan retak.

b) Housing rem
-Periksa jika ada retakan dan segera ganti baru
-Periksa juga pengelasan pada penahan camshaft. Jika aus segera diganti.

c) Bushing camshaft dan camshaft
-Periksa keausan dan perhatikan jadwal penggantian bushing.
-Lumasi seluruh area spline camshaft yang bersentuhan dengan slack adjuster.
-Gunakan  grease yang direkomendasikan pabrikan untuk bushing camshaft

d) Pelumasan
-Sebelum melakukan pelumasan pada bushing, lepaskan rem untuk memastikan pelumasan lebih maksimal.
-Untuk memastikan bahwa kontaminan telah dibersihkan, tambahkan grease baru pada komponen

e) Pemeriksaan visual axle
1. Retakan
-Periksa retakan yang ditemukan pada batang axle. Jika ada axle harus diganti.
-Perbaiki retakan kecil pada pengelasan yang tidak menimbulkan batang axle beresiko pecah hingga menembus batang axle
-Periksa juga bracket axle
-Tanda-tanda bahwa ada masalah axle retak adalah keausan ban yang berlebihan.

2. Spindle
-Jika ditemukan retak pada spindle segera ganti baru
-Jika 50 persen atau lebih permukaan spindle terdapat goresan, karat atau lubang, segera ganti.
-Jangan memperbaiki dengan merubah spesifikasi spindle diluar ukuran pabrikan. Perubahan ini termasuk mengikis beberapa milimeter dari diameter aslinya.
-Ketika membuat jadwal inspeksi dan maintenanance selalu lihat spesifikasi axle dari pabrikan untuk memastikan tidak membatalkan garansi produk.

Teks dan foto : Sigit A



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix